Senin, 06 Mei 2013

Hikmah di balik Kecelakaan Motor (Baru)

Bismillah..

*tarik nafas dulu* oke.. mari mulai ungkit hikmah kejadian yang menyisakan rasa pegel di badan, memar di kaki dan tangan, dan luka di wajah dan jari kelingking tangan kiri ini.. (yg tersisa memang bener itu :) ).

Berawal di Hari Kamis, tgl 2 Mei 2013.. Aku memutuskan untuk shaum sunnah. siangnya jam stgah11 aku ada 1 Ujian yakni Komputasi Statistika,matkul yang harusnya sudah ku ambil di tahun lalu, dan baru ku ambil skrg karena KRS yang tak mencukupi, dan akhirnya aku pun kuliah bareng dengan adek2 angkatan 2011.. 

Hari itu agak merasa gak enak badan, dan perut agak sakit (ga tau krn memang merasa sdh dekat tanggal biasa halangan atau memang sakit krn melilit),akhirnya pun UTS segera ku akhiri (krn ga siap bahan juga si,scr itu ujian open book). Badan sebenarnya sdh agak lemes, sampai agak ragu ingin meneruskan shaum atau nggak, tapi saat beranjak pulang dr kampus aku putuskan untuk melanjutkan puasa. Siip. 

Setelah berakhir dengan keputusan itu beralih ke masjid, apakah akan sholat di kampus atau di wisma? itu menjadi pertimbangan lagi. tapi badan ini rasanya ingin langsung pulang dan istirahat di wisma, maka kuputuskan untuk lanjut sholat zuhur di wisma. 

Saat naik motor pun, liat meteran bensin, udah tinggal dikit kayaknya, lagi aku putuskan untuk berhenti isi bensin terlebih dulu..yuuk ku pun arahkan motor ke pom bensin sebrang GSG Undip. Isi bensinnya cukup 5 rb aja, sdh memenuhi tangki bensin insyaAllah. 

Selepas dari pom bensin, aku pun mengarahkan motor ke jalan tembalang selatan, karena itu jalan terdekat untuk mencapai jalan Banjarsari (arah ke wisma Rumaisha). memang saat baru menaiki motor,aku sudah sering menggunakan gigi3, sehingga kecepatannya pun beberapa kali melebihi 40km/jam, cukup untuk disebut 'ngebut' sepertinya. Awalanya jalan terlihat biasa, namun saat sampai di sebrang Gang Perumahan Graha Sapta Asri,dari sebelah kiri jalan, sepertinya agak tertutupi mobil yang terparkir, "BRAAAKKKKKKKKKKK!!!"

Sangat ingat, persis sekitar 3 detik sebelum menabrak motor itu,aku sempat berucap,"Astaghfirullah,Astaghfirullah,Astaghfirullah..". aku sadar motor yang kukendarai itu tidak bisa menghindar dari motor matic yang baru keluar ke jalan hendak menyebrang. Namun ternyata di saat motor itu keluar,bertepatan dengan lewatnya motor ku. tak terelakkan,aku pun menabrak motor itu dan badanku berada dalam posisi jatuh ke kiri dan sempat terseret, hingga dagu sebelah kiri pun terasa bergesakan dengan tanah berkerikil itu, perih rasanya. Kelingking ku pun berdarah,kelingking tangan kiri yang langsung berbenturan dengan tanah saat jatuh, kulitnya agak terkelupas dan berdarah.

Aku sempat berdiam diri sekitar 5 detik karena kaget, lalu dibantu bangun oleh orang-orang sekitar yang melihat kejadian itu. Itu merupakan kejadian pertama ku jatuh dan KECELAKAAN MOTOR sendirian. Tangan kanan dan tangan kiri ku gemetar,bapak-bapak sekitarku menawari air minum untuk menenangkan ku, air itu pun aku pakai untuk membasuh lukaku. hingga akhirnya aku putuskan untuk membatalkan shaumku,dan meminum air yang tadi ditawarkan,agar bisa lebih menenangkan diri. 

Orang-orang sekitar kejadian itu menanyai kondisi ku,namun aku hanya menjawab sedikit,dan memutuskan untuk menelpon Halida Pamulatjati (sahabatku yang kebetulan kos di daerah tembalang selatan, dan sedang tak ada ujian hari itu). Aku menelponnya dalam keadaan gemetar dan takut juga bingung, hingga akhirnya aku menangis sambil menelponnya, jujur aku takut dan shock saat itu.

Aku teringat diri ini yang belum sholat zuhur, Ya Rabb seandainya kejadian tadi lebih parah dari ini, wallahua'lam, aku sepertinya akan lebih menyesali keputusanku yang menunda shalat zuhurku..aku pun akhirnya dibawa ke klinik dan diobati di sana,mas yang kutabrak roda depannya lah yang membayar ongkos berobat ku, maklum kami berdua sepakat memang mas nya lah yang salah karena tidak memperhatikan jalan saat hendak menyebrang dengan motornya, lumayan 47 rb.

Hikmah yang aku coba simpulkan dari kejadian mengagetkan ku itu:
  1. Tak ada yang tau kapan kejadian berupa Ujian itu datang,maka bersiap siagalah..
  2. Sesungguhnya mungkin begitulah mereka yang akan dipanggil nyawanya oleh Allah, apakah dengan sadar atau tidak kata-kata spontan yang hadir adalah kata-kata baik ataukah kata-kata buruk
  3. Gak lagi-lagi menunda sholat saat akan bepergian, langsung aja sholat dulu kalau sdh menemui adzan sholat di mana pun itu.
  4. Sakit itu menggugurkan dosa kan? jadi nikmatilah rasa sakit itu.. :)
  5. Naik motor itu jangan 'ngebut', gunakan helm yang benar-benar safety sampai bunyi KLIK, tutup kacanya, butuh sarung tangan agar kmungkinan lecetnya jari saat jatuh lebih kecil terjadi. :)
  6. gunakan klakson saat akan menyebrang, terlebih jika motor kita posisinya tertutupi oleh mobil yang parkir di tempat kita hendak menyebrang.
Soo.. berhati-hati saat berkendara yaa.. biasakan diri dengan kejadian yang baik-baik (amal sholeh) , agar saat sudah tiba dipanggil olehNya, dirimu spontan menghadirkan kata-kata terpuji di akhir hayatmu..