Minggu, 15 September 2013

Mencintai dan membenci karena Allah

~ Mereka jadi alasan mengapa aku bertahan, Semoga semakin erat persaudaraan ini, Hingga Allah jadikan Syurga menjadi akhir tempat pertemuan ~  aamiin.

#HuruunIin

Minggu, 08 September 2013

Kepahaman ternyata bukan perkara umur..

Kepahaman orang dewasa dirasa seringkali lebih baik dibanding mereka yang masih remaja bahkan anak kecil..

namun dalam dunia 'kebaikan' ini (red; da'wah), ternyata hal ini belum tentu berlaku.
Banyak kisah yang ternyata tak sesuai teori, banyak mereka yang notabenenya lebih muda jauh lebih benar dalam menyikapi sebuah masalah ataupun ujian. Banyak yang ternyata Jaauuuh lebih bijak dalam memaknai ujian yang didapatnya.Banyak pula orang yang lebih dewasa secara usia terkadang lebih banyak mengeluh saat mendapatkan masalah, dibandingkan dengan juniornya..

Yaaa.. mungkin ini adalah arti dari ungkapan yang sering sekali diucapkan oleh Murobbi pertama ku di Kampus..
intinya, "Bahwasanya akselerasi adalah sebuah berkah dari Allah, kemuliaan  bagi mereka yang lebih bisa mengambil peluang kebaikan dibanding orang-orang seumurannya, dan kita tentunya ingin menjadi bagian dari nya.."

Iya banget!! terkadang kita masih saja memahami diri sebagai orang yang INGIN dipahami, tanpa melihat peluang kemuliaan dari Allah itu :) Peluang untuk bisa menjadi bagian orang-orang yang berusaha lebih bijak dibanding umurnya..

So, tunggu apa lagi? Ayo Jadi pribadi yang lebih 'Paham' dibanding mereka yang seusia kita :)
Agar Allah menjadikan kemuliaan untuk kita yang berusaha lebih :))

Sabtu, 07 September 2013

Di saat ukhuwah terasa berbuah manis.. :)


Tadi baru dapat Taujih tentang Menanam benih yang baik dan benar..
diantara nya :
  1. Menanam bibit yang memang baik, yakni seperti 'kita', yang menanam bibit da'wah.
  2. Merawat bibit yang di tanam (disirami dan dipupuk)
Teringat 2 hari penuh moment yang tidak biasa, dimana melakukan kegiatan disertai dengan hati, dan itu sangat menyenangkan :'D

Hari Jumat (6/9), di wisma Nafisah..
Pagi itu sepulang agenda rutin jumat pagi itu, aku dan tias (teman seangkatan + patner PH di Komsat MIPA) memutuskan untuk membuat souvenir pesanan ikhwan yang katanya mau silmi (silaturahmi) ke pengurus Komsat MIPA yang agak terasa menjauh, ini pertama kali sepertinya.
Aku dan tias memutuskan untuk me mbuatkan singkok goreng keju dan surat mereka, membuat jatah untuk 12 orang untuk hr ini.. 
Kita pergi belanja bahan-bahan di pasar, agak asing karena pasar yang aku maksud ternyata pindah agak jauh.. selesai belanja, kita langsung beranjak pulang ke wisma untuk siap-siap masak.
singkat cerita, singkong pun sudah selesai di goreng, tinggal menata susu kental manis dan parutan kejunya.
surat pun juga sengaja ku buat untuk 12 orang, by name, karena merasa ikhwan pun perlu diberi semangat secara personal, seperti ini..

Singkong keju sudah lebih dulu siap, surat pun aku print dan aku potong satu-satu untuk mereka, berharap dalam hati, pesan untuk mereka sampai ke hati. :)

Souvenir pun siap diambil sedari jam 5 sore, tapi ternyata jam stagh7 malam baru diambil oleh ybs..
Akhirnya diambil oleh Kakom dan Sekum Komsat.. pergi silmi nya berdua ternyata.

beberapa jam setelah kejadian itu, ada adek ikhwan yang sms, 
dia bilang terimakasih, terimakasih atas surat motivasi nya.. 
respon ku --> tetiba sumringah sendiri dan merasa senang, merasakan ternyata beginilah rasanya mengkader dengan hati, pesan yang dibawa dari hati akan sampai ke hati jika frekuensi nya sama.. memanusiakan manusia..
tetiba lagi, dia mengirimkan sms doa smoga kebaikan untuk mba nya yang satu ini.. senang. betul.betul senang.

Hari kedua, Sabtu (7/9), hari ini kita Sepedaan bareng, acara lagi untuk mendekatkan antar pengurus maupun kader komsat MIPA. janjian yang setengah 6 ternyata molor hingga setengah 7, bahkan mungkin jam 7 (maklum, orang yang sok sibuk.hhe). Awalnya tidak terpikirkan apa jadinya sepedaan ikhwan dan akhwat jika diadakan bersamaan.. Tapi aku berusaha tetap menjaga jarak dan interaksi saat Sepedaan bareng itu. Alhamdulillah ternyata ada 10 orang ikhwan dan 6 orang akhwat yang ikut serta. Senang karena kita terasa jadi semakin dekat dan tidak canggung. (walau mungkin masih ada yang harus tetap dikoreksi dari perjalanan sepedaan ini)...

dekat dengan adek-adek ikhwan di komsat, yang notabene nya sangat ingin kami (AB2) rangkul karena satu dua hal yang mengganggu persepsi mereka terhadap KAMMI, akhirnya sekarang banyak yang ikut serta refreshing bersama..

terlebih merasa mereka nyaman, apa mungkin setelah salah satunya souvenir dan silmi yang kemarin malam dilakukan?.. Alhamdulillah jika itu adalah salah satunya. 

tapi tetap loh, selama perjalanan sepedaan itu aku tetap menghindari terlalu banyak interaksi bersama dengan mereka (red; ikhwan), yaa jaga izzah lah sebagai akhwat.. malu pecicilan di depan ikhwan. terutama di awal perjalanan kita mengambil jalur yang beda dengan kebanyakan ikhwan.(jadi gak beriringan)

Perjalanan sepedaan itu pun selesai, namun diakhiri dengan makan bubur kacang iko yang sudah tias dan aku masak di wisma.. (lucu kalo ingat kejadian Arif mau mengambil bubur kacang ijo ini.hhe)
Makan bubur kacang Ijo di depan wisma Nafisah bareng2 untuk ikhwan, dan di dalam wisma untuk akhwat-akhwat.

Momen santai ini sepertinya dijadikan senior-senior ikhwan untuk lebih mendekat dan merangkul adek-adek ikhwan komsat. Jujur kalo aku menggunakan moment ini untuk merefresh diri yang sudah lamaa tidak berolahraga.. 

setelah dua hari ini aku merasa lebih dekat dengan Keluarga kecil di Komsat MIPA ini, merasa semuanya sedang berusaha kami libatkan dan kami ajak untuk saling membantu saudaranya..

Dan semoga jalinan ukhuwah ini akan mencapai ujungnya, yakni terasa Manis karena dilingkupi Ridho Allah, dan ketenangan hati karena saling mengingatkan dan mendoakan dalam kebaikan Agama Islam ini. aamiin.

* aku yang menanti di saat ukhuwah berbuah manis

Selasa, 03 September 2013

Membatasi diri saat Menuntut Ilmu? Apa iya perlu sampai begitu?


"Menuntut ilmu lah kepada Ahli nya"..
Yap, kata-kata itu sekejap meruntuhkan tekad kuat saya untuk sekali lagi merangkul adik yang satu itu. Dia selalu beralasan untuk tidak hadir di #lingkaran kami karena Doktrin itu.
Kenapa harus membatasi diri ? Tanya Kenapa?
Itu artinya bukankah dia belum mau mendengar masukan/saran dari Mba nya ini? begitukah?
Cukup. mungkin memang Dia belumlah siap untuk bergabung bersama orang-orang yang berkomitmen dengan #lingkaran Tarbiyah ini, dan (sepertinya) masih sibuk memenuhi Ilmu agama nya sendiri, dan mencari bingkai yang cocok dan pas untuk fikrah nya..

*note! Tsaqofah dan Fikrah itu BEDA*

Sampai sekarang, dia pun masih sering cerita, walaupun dalam hati, aku menunggu cerita perubahan pandangannya tentang perlunya hadir di #lingkaran kecil kami.. Tapi ungkapan itu belum juga hadir dari dirinya.

Ya.. Jadi teringat sebuah kisah. Abu Ummi Maktum yang mendatangi Rasul yang sedang mn-dakwah-i para petinggi Quraisy hingga membiarkan Abu Ummi Maktum yang ternyata lebih siap menerima da'wah rasulullah.. 
Mungkin ini yg sedang kuhadapi, aku mungkin terlupa dengan binaanku tersayang selain dia, yang jauuh lebih membutuhkan aku dan lebih siap menerima ajakan kebaikan itu..

Ya Rabb, mudahkanlah lisan dan ucapanku dimengerti saat menyampaikan kebaikan Agama Islam ini. aamiin. :'')


*untuk #JLEB yang ke-sekian-kalinya*