Selasa, 27 Desember 2016

Terjebak Lagi di KAMMI Part.II (Jika Ia Takdirmu, Maka Takkan Pernah Tertukar)

Setelah selesai berkutat dengan KAMMI komisariat MIPA, perjalanan amanah saya di KAMMI tak berhenti di situ. Tawaran amanah datang lagi, pinangan untuk menjadi staf Dept. Kaderisasi KAMMI Semarang datang. Awalnya ingin menolak, tapi.. apa daya InsyaAllah ini akan membuat saya lebih produktif beramal. Ini memang salah satu bidang keahlian saya, Kaderisasi, jadi tawaran ini pun saya rasa cocok dengan kecondongan saya, Bismilah saya terima pinangan itu. ....

Muslimah, sadari kelemahan mu..

Kelemahan pria adalah ada pandangan mata nya..
sementara kelemahan wanita adalah pada pendengarannya..

maka para pria akan mudah teralihkan perhatiannya saat melihat seseorang yang cantik dan indah dipandang mata..
sementara wanita, akan mudah jatuh hati saat dihampiri pujian bertubi-tubi..

kau muslimah yang cantik dan menarik, jagalah dirimu, jagalah izzah mu..
meski pendengaranmu dihampiri pujian bertubi-tubi, harapan-harapan yang mulai melambung tinggi..
sadarilah kelemahanmu.

Belum tentu segala yang telah membuai hati mu adalah apa yang terbaik yang telah Allah siapkan untukmu..
bersiaplah menata diri, menata hati..
tunjukan pada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman bahwa keshalihan dirimu tak perlu pudar karena alasan rasa, bahkan karena alasan manusia biasa..
kuatkan hatimu, ada Allah beserta takdir terbaik yang menantimu..

Kau tak kuasa menahan sedih atas bedanya realita dengan angan..
tenang, tak hanya dirimu yang pernah merasakannya..
banyak pula kaum hawa di belahan bumi sana yang juga sempat merasakannya..

namun tak ingin kah kau berbeda? menjadi yang kokoh dan justru semakin menghamba..
Kepada Rabb pemilik segala Kuasa, yang Perhitungan takdirnya tak akan pernah SALAH bahkan TERSIA-SIA.

Muslimah, jadilah KUAT! :)

Indonesia.. Aku cinta, Namun Kini Aku Bingung..

Lingkaran hari itu kami memulainya seperti biasa, Tasmi' At-Tahrim halaman kedua, kemudian Hafalan Quran mutabadilain, dan sampailah pada baramij pembacaan berita. 

Dimulailah diskusi keresahan kami, diawali dari aku yang penasaran tentang berita warga Tiongkok yang berbondong-bondong datang menjadi pekerja asing di Indonesia, diskusi itu dimulai. Berita itu tak banyak jadi sorotan publik, bahkan rasa-rasa nya belum pernah sekalipun aku melihat pemerintah menanggapi isu tersebut.

Rabu, 14 Desember 2016

Aku itu Peduli

Kamu diam, aku yang mulai bicara..
Kamu sendiri, aku yang lebih dulu mendekati..
Kamu hilang, aku yang khawatir bukan kepalang..
Kamu mellow, aku yang berusaha terlihat lebih strong..

Aku itu beda banget sama kamu..
Kalau capek, 'mereka' mungkin banyak yang akan lebih dulu menyerah berhadapan dengan orang seperti kamu..
Tapi aku bukan bagian 'mereka'..
Aku tau, mendiamkanmu akan membuatmu makin tenggelam..
Aku tau, meninggalkanmu akan membuatmu makin bersedih..
Aku tau, mengacuhkanmu akan membuatmu makin tersisihkan..
Aku tau, ikut menangis di depan mu akan membuatmu seolah tak melihat harapan..

Aku itu peduli, bukan sedang mengasihani.. 
*sahabat

Minggu, 11 Desember 2016

Dosa..

Berbuat dosa,
tak langsung menjadikanmu buta
tak langsung menjadikanmu sadar bahwa dirimu sedang menghina
menghinakan diri yang dahulunya mulia dijadikan oleh-Nya

berbuat dosa,
hanya menjadikanmu lupa
bahwa yang sedang kau kerjakan itu hina
dan yang kau dengar hanya syaithon saja
dia berkata, tak apa, ini hanya dosa biasa, Dia pasti memakluminya
dan dirimu berkata, benar, aku hanya melakukannya beberapa kali saja,
dan kau bertingkah bahwa yang lebih parah darimu saja ada,
maka kau pun berharap, bisa segera..
memohon ampun, dan kali lain kembali mengulanginya adalah tak apa

kau sembunyi diantara prasangka manusia,
yang berharap tak lihat dirimu sedang bermaksiat dari-Nya
yang mengendap-endap menutup rapat celah yang ada
bahkan kau mulai bersyukur saat ada diantara mereka yang berkenan menutup mata
yang bersikap seolah tak peduli dengan engkau yang sedang berbuat dosa
dan sungkan menasehati sebagai saudara
kau bersyukur? Itu sakit jiwa, celakalah kau, sungguh itu tipu daya
syaithon yang bahagia, melihat dirimu terjebak bersamanya
bersama murka Sang Maha Kuasa,
bersama tangis deritanya sebagai penghuni kekal neraka

Kau berusaha menghindarinya,
tapi lagi-lagi kau kalah dengannya
dengan asa bisikan bahagia, dari mereka yang mengajak kepada murka-Nya
kau menyesali lagi setelah melakukannya,
tapi sesal tiada lah berguna,
jika tak benar-benar taubatan nasuha

nasehat terdekatmu tak kau hirau
padahal nasehat keluar karena hati yang galau
melihat orang terkasihnya sedang berubah kacau
yang tak lain, tak bukan, itulah kau

berbuat dosa, menjadikanmu lupa
selesai berdosa kau kembali baik seolah tanpa cela,
dan berpura-pura,
yang kau tau manusia semua itu bisa kau tipu daya
dan maksiat itu kau anggap Rahasia,
dan biar saja Tuhan yang tau segala dosa

kau itu sedang menghina
Menghina diri yang sedari awalnya mulia
dan Menghina Sang Pencipta, yang Kuasanya atas Segala tak ada batasnya

Maka saat hidayah menghampiri mu
genggamlah erat dengan geraham mu
jangan biarkan syaithon lagi-lagi mengalahkanmu
Ini kesempatan yang telah menunggu mu
ini hadir atas doa orang terkasihmu
yang tak lelah menghadirkan namamu
dalam tiap doa nya yang penuh keluh
karena saudaranya yang tak lagi mau
mendengar galaunya ia merindu
kembalinya saudara tercintanya seperti dulu
cinta dan malu nya kepada Rabb-nya selalu berhasil mengalahkan segala tipu,,

wallahi, aku berharap yang terbaik untuk mereka semua yang sedang terlena
semoga doa orang terkasihmu, mempercepat datangnya hidayah, segera
bagi mu dan keistiqomah-an mu, sampai ajal menjemputmu dalam bahagia,
karena telah berusaha menampakkan usaha sempurna di hadapan Rabb-nya
berusaha dengan gigih berjanji, bahwa kau hanya akan taat pada Allah ta'ala
tanpa terbesit untuk mengiyakan lintasan untuk kembali berbuat dosa..

InsyaAllah harapan terbaik itu masih ada..
selamat menjemput Ridho-Nya

Ini Pembuktian Izzah kita


Aksi Bela Islam III (Foto by Republika)
Bukti cinta dan Izzah kita
Hari itu.. 2 Desember 2016
kita berkumpul, berhimpun bersama,
menampakkan izzah kita yang sesungguhnya
Izzah semua muslim yang mengaku beriman kepada Rabb-Nya
ada yang mengatakan bahwa kita yang berkumpul hanya ratusan ribu saja
mereka tak sadar bahwa hati yang turut berhimpun pun hadir bersama,
walau raga mereka tak mampu menggapai jakarta

aku dan puluhan juta muslim lainnya
menjadi saksi mata,
betapa dahsyat dorongan hati yang sedang mencinta dan membela
mencinta Tuhan nya dan membela Agama nya

Raga ku mungkin tak ada di sana
Tapi hatiku tak buta,
aku percaya
bahwa di negeri kita ini masih ada,
orang yang bersungguh-sungguh mencinta Rabb nya

Melihat bukti kalian berhimpun di sana,
aku terpana,
air mata tak kuasa,
menahan derasnya rasa bangga menjadi bagian umat yang mulia karena Izzah nya
izzah yang hadir karena iman yang bercahaya

wallahi aku menangis saat itu,
saat kulihat mereka tak acuh dan begitu yakin untuk saling membantu
menyedekahkan segala harta yang di punya, hingga tak lagi utuh
disertai tangis bahagia karena mereka masing-masing tahu
berjihad itu dengan segala daya upaya mu
dengan segala lapang dan sempitmu

saat menangis melihat semua saudaraku itu,
aku berdoa pada Tuhan ku,
jadikanlah Negeriku,
Baldantun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur..
jadikanlah negeriku makmur,
jadikanlah negeriku sealu dihujani dengan pengampunan-Mu

aamiin.

Kesungguhan kita dalam berjuang,
Adalah karena kita yakin,
Bahwa kita Allah jadikan mulia,
Karena iman yang hadir dalam hati kita,
Kamu, aku dan kita, berhimpun bersama
Dengan lantang mengatakan
Inilah pembuktian Izzah kita!

*with love as your Muslim brotherhood. Uhibbukum fillah*

Senin, 05 Desember 2016

Menghitung Mundur~

LPJ dan Musyawarah Daerah KAMMI Semarang 2014-2016 tinggal menghitung hari..
Semoga Allah melimpahkan berkah atas setiap kerja-kerja dan ikhtiar kita ya gengs..

Kepada Para pengurus yang tetap mengupayakan khusnul khotimah di akhir kepengurusan, semoga Allah mudahkan hajat-hajat kebaikan kalian.

Pengurus Harian

Jambore Ukhuwah
Panitia Jambore Ukhuwah 2016
Lagii.. Jambore Ukhuwah


(Aku Tak) Sendiri~~

Sendiri..
merasa seakan sepi, padahal riuh ramai mengelilingi..
kadang terbesit, aku terlalu keras mengikhtiarkan semua ini..
ingin bertanya, Mengapa tak ada gayung bersambut atas setiap inisiatif diri?
apa harus aku yang menanggung sendiri?

Aku butuh juga pundak untuk bersandar,
sejenak atas rasa lelah hati yang mulai tersebar..
hei, kau ini hanya sedang ber-ikhtiar..
rasa lelah itu adalah wajar..


Ingat ingat lagi, untuk siapa sebenarnya semua amal ini?
apakah untuk penghargaan pandangan manusia atas diri?
apakah untuk senyum puas manusia yang kau cintai?
ataukah semua ini, untuk mengharap ridho Sang Ilahi?
Kukira logika imani, harusnya memilih ilahi di atas segala hasrat semu duniawi..

Aku tak sendiri, semua diri yang 'mengimani' sedang berikhtiar mengharapkan Ridho Ilahi..
Biarkan Allah saja yang mampu menyemangati dengan segenap perhitungannya yang Maha Adil..

*Wisma Khansa Gen 2*

Si Bungsu

Rindu tertahankan hampir dua belas bulan lamanya..
Si tampan yang selalu kuhadirkan dalam setiap doa dan asa..

Berharap hidayah Sang Maha Kuasa menghampiri dirinya..
Si Bungsu yang selalu kutanyakan kabarnya pada seisi rumah..

Karena gengsinya, tak pernah ia nyatakan rindunya dengan kata..
Padahal biasanya akulah yang sering bisa membuatnya banyak bercerita..
Si bungsu yang selalu mengusik hati dan telinga..
karena ulah nya yang seolah sudah tak punya etika, pun terhadap kedua orangtua..

Aku rindu dan ingin segera menyapanya..
berbicara banyak hal dan mengajaknya bercanda..
bahkan ingin ku sampaikan tentang rindu dan gelisahku akan dirinya..
anak bungsu yang paling tampan di seisi keluarga..

Aku berharap segera Allah pertemukan kau dengan sebaik-baik sobat..
yang meneduhkan pikiranmu dan selalu mengingatkan dirimu pada taubat..
semoga segera kau temukan indahnya berdekatan dengan orang-orang yang mencintaNya..
si bungsu yang selalu kuhadirkan dalam setiap doa dan asa..

aku, si sulung, yang selalu mendoakan si bungsu, agar selalu dalam perlindungan Allah ta'ala..

*maaf atas amarah sesaat ku, dipertemuan terakhir kita di rumah. Marahku itu sesungguhnya adalah Tanda CINTA*

si Bungsu - si Sulung


Perjalanan Skripsi~

Lama tak jumpa, blog kuu..

Alhamdulillah sudah sidang skripsi tanggal 3 November 2016 (Kamis).. kata orang sih sudah S.Si (sarjana sains) walaupun belum resmi (yudisium atau wisuda). Tapi over all, perjalanan skripsi berakhir dengan melegakan. Bahkan sempat ada tangis bahagia sesaat keluar dari ruang sidang itu, bukan karena dosen yang menyeramkan, tapi karena teringat wajah teduh yang menanti kabar baik ini sejak lama, Umiku sayang. :)

Banyak yang hadir menunggu aku keluar dari ruang sidang, bahagia rasanya dapat support sebanyak itu :)
Bikin seneng pas liat mereka nungguin :)
Best friend kesayangaaan

Rabu, 27 April 2016

Mampukan hati ini Ya Rabbi


Pernahkah kau tak salah,namun terasa sekitarmu mengacungkang telunjukknya memojokkan dirimu?

Pernahkah kau benar, tapi dunia acuh serasa tak pernah mau mendengarkan?

 

Pernahkah kau benci,tapi hanya bisa kau pendam dalamhati?

Karena dia yang ingin kau caci, berbuat zolim padamu karena ia sungguh tak memahami..

Tak memahami betapa nasihat yang kau beri, bukanlah untuk dirimu sendiri, melainkan untuk dirinya yang hampir tersesat karena kealpaan diri

 

Pernahkah kau sudah bersabar, tapi bertubi-tubi masih saja kau dicaci?

Rasa gondok menghampiri,menari-nari dalam sanubari, seakan ingin meloncat menerobos batas sabar hati.

Ingin berteriak, bahwa aku juga punya HATII!

 

Pernahkah kau mendoakan seseorang yang kau benci, agar Sang Rabbul Izzati melembutkan hati dia yang sedang membuat hati kita ini terdzolimi, namun yang kau dapati justru ia semakin benci dan tak mau berusaha memahami?

 

Apa yang harus dilakukan hati agar batas kesabaran itu sama dengan tak hingga?

Hingga ia (kesabaran) tak mampu didefinisikan oleh amarah yang memupuk bagian terdalam jiwa,walaupun ia bertubi-tubi berusaha mengeja ujung batas kesabaran nurani..

 

Kata-kata itu..

Innalaha Ma’ana..Sesungguhnya Allah bersama kita..

Maka semoga gundah berubah menjadi asa

Maka semoga benci berubah jadi rasa peduli

Maka semoga hati dapat terus menerus memahami

Tugas sebagai HambaNya adalah terus-menerus memperbaiki diri..

Manusia tak ada yang sudah sempurna..

Aku-hati-dan-lisan-ku


Lisan,anggota tubuh satu satunya yang tak bertulang.

Banyak nian ujian itu berasal dari lisan

setahun pun belum usai ujianku atas tingkah bermacam lisan

Ia begitu ditunggu nasihat dan kalimat  menenangkannya,

Namun juga bisa mencabik dan membuat ubun-ubun kepala terasa mendidih, menahan amarah karena jahatnya perlakuan lisan pada sang hati

 

Hati, bagian dari diri yang tak kasat dalam pandangan

Ia ada,punya kuasa, punya asa, juga bahkan punya rasa

namun luka yang ia rasa tak jarang tiada yang mengiba

merasa kata yang menyayat jiwa, takkan seperih kulit yang terluka berdarah-darah

 

lisan, ia sepele namun berpengaruh besar

berpengaruh menenangkan kegalauan hati yang menanti angin segar penyubur asa dan harapan

lisan, ia mengagumkan tapi mampu menjatuhkan

menjatuhkan setiap diri yang merasa lisan selalu benar dan tak punya celah untuk melukai sang nurani

 

aku dan lisan ku

aku dan hati ku

mereka itu satu,tapi aku yang masih tak mampu

tak mampu menjadikan setiap laku kata,sejalan dengan lembutnya karsa hati

tak mampu menjadikan asa baik sang nurani, beriringan dengan bijaknya tutur sang lisan

 

aku yang sering terjebak, dalam dilema diri

antara kejujuran yang pahit dengan angan hati yang ingin dimengerti

 

aku yang sebenarnya ingin berontak dengan segenap kuasa ku, dengan segenap lisanku..

lagi-lagi tak mampu berkutik saat hati berbisik, ‘siapkah kau menyakiti banyak hati? Siapkah kau dibenci banyak mata? Siapkah kau dicap sebagai pribadi tak tahu diri?’

 

aku yang menjadi contoh

aku yang menjadi sandaran

aku yang menjadi pijakan kebaikan

tak bolehkah aku mengatakan, tentang kebenaran walaupun ia terseret bersamaan dengan kepahitan?

Tak bolehkah aku mengungkapkan rasa hati atas setiap ketidaknyamanan lisan-lisan?

Tak bolehkah aku mengadu pada siapa saja,tentang lisan yang masih berusaha belajar memahami hati, dan tentang hati yang teru berusaha memaklumi tingkah polah sang lisan?

 

Aku, hati dan lisanku..

Sabtu, 02 April 2016

Kematian

Takdir yang manusia manapun yakin akan kehadirannya yang nyata adalah tentang ..Kematian..
Kembalinya seorang hamba kepada pemeliharanya, Allah ta'ala..
dicabutnya nafas dan takdir di dunia seorang manusia oleh Sang Penciptanya..

Mati adalah lawannya hidup
mati berarti tak bergerak, berhenti, tak bernafas
dan mati adalah kondisi dimana pribadi telah dicukupkan kesempatannya oleh sang Illahi
Mati bukanlah kehendakmu, melainkan kehendakNya
Mati bukanlah tentang jasad yang meninggalkan dunia sahaja,
melainkan tentang dimulainya masa penantian akan balasan segala amal menuju kekalnya akhirat

mereka yang sudah pergi, dijemput maut bukan berarti menghilang selamanya..
mereka hanya secara fisik tak ada, namun atsar amalannya tetap terasa di dunia,
hingga perjumpaan dengan Rabb nya pun terlaksana

banyak kondisi akhir kehidupan yang kisahnya kita jumpai..
namun tentu yang berakhir baik akan begitu menginspirasi,
dimana amal di dunia seorang hamba, telah menjaga akhir hidupnya berada dalam keridhoan Sang Azza wa Jalla

Wahai diri yang masih merasakan kesempatan di dunia,
ambillah sebanyak-banyak hikmah,
ambillah sebanyak-banyaknya peluang beramal,
agar kelak saat kau dihampiri nya,
amalmu akan menjaga akhir hayatmu dalam keridhoan Rabb-mu


*selasa, 29 Maret 2016*

Jumat, 18 Maret 2016

belajar makna cinta

Nemu bait-bait ini.. :))


Mata yang mencari tampilan cinta
Sedangkan hati yang senantiasa belajar mengeja cinta
Tak pernah lebih sempurna, dari Dia yang mengajarkan makna cinta

Mengajarkan betapa cinta tak mengenal batas
Mengajarkan betapa cinta tak mengenal seberapa banyak yang dicinta berbalik mencinta
Betapa Dia berusaha memahamkan pada kita, bahwa cinta adalah seberapa banyak kita terus memberi
Memberi kebaikan agar yang dicinta selalu dalam kecukupan dan keselamatan.

Waktu dan jarak mungkin mampu menumbuhkan cinta
Pandangan mata dan sebaris senyum mampu memupuk cinta tumbuh lebih indah
Namun hati, tenanglah cinta sesungguhnya mampu kau hadir saat jodoh menjemput takdir
Biarlah ia, hadir bersamaan dg keridhoan Sang Maha Pemilik Cinta
yang akan menjadikan cinta indah dalam bingkai pahala

Maka teruslah bersabar, wahai hati
Bersabar belajar untuk terus memaknai cinta sesuai hakikatnya.


*lemahnya hamba yang mencinta, memohon pada Sang Pemilik Cinta*

Kamis, 04 Februari 2016

Nonton di Bioskop



Akhir tahun 2015 dan awal 2016 ini, banyak uang yang aku sisihkan untuk pergi nonton ke bioskop. Perlu kalian ketahui, tahun 2015 awal bulan Januari adalah kedua kalinya selama umur 22th aku mendatangi bioskop. Dan untuk ke tiga, ke empat dan ke lima kalinya aku di awal tahun 2016 datang lagi untuk menonton film di bioskop.

Masih ada lho yang anti-banget nonton film di bioskop. Ya, itu pilihan masing-masing, kalau aku pribadi si semua dikembalikan kepada niat, apakah niat yang mendasari mu akhirnya memilih nonton di bioskop di banding di rumah dengan laptopmu? That’s the point! NIAT!

Sering aku mendengar pendapat bahwa bagus tidaknya film yang telah diproduksi, dilihat dari berapa lamanya film tersebut tayang di bioskop, semakin lama film itu bertengger di jajaran ‘Now Playing’, semakin berhasil film itu di mata masyarakat umumnya dan pihak bioskop pada khususnya.

Ada banyak film Indonesia yang bagus di Tahun 2016 ini, maksudku film bagus adalah film baik yang akan aku rekomendasikan kepada semua muslim di Indonesia untuk memastikan diri menontonnya.

Diantaranya ada film Bulan Terbelah di Langit Amerika, Ketika Mas Gagah Pergi The Movie, Pesantren Impian, Love Sparkling in Korea..

Film-film Indonesia sudah seharusnya lebih banyak memberi nilai, di luar nilai-nilai sempit memaknai cinta yang dibahasnya melulu hanya cinta lawan jenis. Perlu juga didorong film-film Islam yang nilainya universal (misal; tentang keluarga, hidayah hijah,dll), agar identitas sebagai negara dengan Muslim terbanyak di dunia bisa tergaung dengan lantang lagi, dengan salah satunya melalui sarana film ini.

Sudah tentu dan takkan bisa dihindari lagi da’wah,menebar kebaikan, menggunakan metode film ini, ini adalah salah satu ranah strategis bagi da’wah, walaupun  dari segi finansial masih banyak hambatan.

It’s okay buat mendukung da’wah di ranah hiburan khususnya film (:

Capek? Nyesel? Gak boleh nyerah gitu dong!



Punya adik cowok?

Sering denger mereka dikeluhkan banyak orang?

Sering banget ngerasa dia mulai susah dinasehati orang sekitarnya?

Yah.. bener ga ya itu adalah kejadian yang banyak terjadi saat beberapa dari kita punya adik laki-laki yang cukup dimanjakan dari kecil. Sepakat kah?

Dulu saya pernah cerita tentang adik laki-laki saya, yah kurang lebih cerita nya seperti itu lah adanya. Banyak keluahan-keluhan yang hadir atas setiap tingkah polahnya, terlebih jika ada kaitannya dengan tempat bernama ‘SEKOLAH’.

Sempat berpikir pasti akan ada perubahan segera setelah adik laki-laki ini masuk bangku SMA. Tapi, perubahan itu belum nampak ke arah yang lebih baik. Rasanya, semakin banyak lagi ujian terkait adik laki-laki ini yang datang kepada kedua orangtua ku. Betapa sabar keduanya menghadapi kenakalan adik laki-laki ini.

Dulu adik laki-laki ini adalah adik yang paling saya tunggu kehadiran dan kelahirannya. Sangat saya tunggu-tunggu, bahkan tak pernah akan saya lewatkan kesempatan untuk berdoa meminta adik laki-laki setiap selesai sholat-sholat wajib itu. Hingga akhirnya, lagi lagi keinginan itu menjadi Ujian yang Allah hadirkan untuk saya bahkan untuk keluarga saya. Kehadiran adik laki-laki ini menjadi ujian kesabaran bagi kedua orang tua dan ketiga kakak perempuannya.

Capek? Ya, mungkin sudah pernah terasa

Menyesal? Janganlah, Allah pasti menitipkan adik laki-laki agar kita bisa semakin memahami sikap remaja laki-laki yang sebenarnya, belajar semakin bijak dalam menanggapi kenakalan remaja, belajar semakin sabar saat menyampainya kebaikan kepada keluarga sendiri.

So, Ga boleh nyerah gitu dong! Harapan kebaikan itu harus selalu ada.aamiin
*Ya Allah segerakan adik laki-laki hamba bertemu dengan teman sepermainan yang sholih lagi mushlih*

Antara Hemat dan Ga Punya..



Kadang nih ya, kadang lho, atau hmm sebenernya lebih sering sih kita ini bakal lebih keren menyelesaikan sesuatu saat kita dalam keadaan terdesak dan kepepeeeeet banget. Kalian sependapat? 

Bulan lalu kesusksesan seperti itulah yang baru saya rasakan. Ya, karena ga pulang kampung di saat yang lain liburan, maka saya mewajibkan diri saya untuk ketat dalam berhemat. Tolong digaris bawahi, KETAT dalam berhemat. Beneran ini baru pertama kali saya lakukan, bisa bertahan dalam dua minggu hanya dengan mengeluarkan uang Rp200.000. Biasanya.. hhehe..

Tau gimana cara nya?

SKRIP sih..



Lagi pusing tapi kebanyakan santaiii.. emang bener istilah ini..

“Semua perkerjaan itu akan teras ringan, … kalau tidak dikerjakan” (hahahahahaahha)

Itu yang sedang terjadi beberapa bulan belakangan ini. Aku memikirkannya, tetapi belum banyak waktu yang ku alokasikan ke sana. Seringkali banyak mentoknya hanya sampai beban pikiran saja. Aku berusaha serius dan fokus, tapi begitulah niat selalu akan Allah uji keseriusan dan ketulusan nya. Datanglah hal lain yang terlihat menyenangkan dan bermanfaat bagi manusia satu ini, dan lagi, fokus ku teralihkan lagii.

Anehnya, kenapa diri ini sering membenturkan amanah akademik ini dengan tanggungan lainnya, sehingga saat sedang fokus pada skripsi ini rasanya aku jadi dzholim dengan yang lainnya. Hmm.. bukan begitu maksud hati, tapi apa daya otak belum bisa di multi tasking se-expert itu.

Mau maju ke dosen begitu banyaaak pertimbangan, tapi entah ini pertolongan Allah atau sebenarnya ujian dari Allah, moment ketemu dosen selalu begitu ringan terlewati, sungguh terlalu ringan, hingga kadang malah masih menyisakan tanya untuk progres ke depan. Di satu sisi udah gak enak dengan keluarga di rumah dan harus segera selesai, di sisi lain ketidakdekatan dengan dosen pembimbing jadi salah satu halangan. Life is never FLAT ~!

Kadang kalau menengok teman sejawat yang lain, ada yang lebih pelan progresnya dibanding diri sendiri, tapi apa iya mau cari pembenaran terus-terusan? Mau cari pemakluman terus-terusan? Ya janganlah ya. Ya Allah, lindungilah hamba dari sikap sombong karena mungkin hanya selangkah di depan beberapa teman hamba, jangan jadikan hamba lalai atas kebaikan yang telah Engkau hadirkan.aamiin.
 
April ya.. Progress selesai di APRIL insyaAllah.aamiin Ya Rabb, mampukan hamba-Mu ini.

Kau kan asal dari Pantulan bayangan itu



Bercermin adalah kegiatan tak terpisahkan dari hidup manusia saat ini, kegiatan ini sangat membantu manusia untuk sejenak bahkan ada yang sekilas saja, menilai kenampakan dirinya. Bagaimana penampilannya hari ini, bagaimana wajah nya hari ini, bagaimana senyumnya hari ini dan lain-lain.

Seperti bercermin, sebagai bagian dari da’wah yang berjama’ah ini, membina juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam hidup seorang da’i. Membina lebih dari satu orang untuk diarahkan menjadi pribadi yang senantiasa dan semakin taat kepada Allah.

Sebagai bagian yang tak terpisahkan, sudah beberapa pengalaman yang telah dilalui. Ada mereka yang begitu bersemangat untuk diarahkan, ada mereka yang sulit unutk diarahkan, pun ada juga yang tak tertarik bahkan cepat bosan saat diarahkan dan dibina.

Bukan, membina tak selalu tentang objek nya, yakni binaan kita masing-masing. Tetapi membina juga tentang sang subjek, yakni kita sebagai murobbi. Bukankah mereka (red;binaan kita), adalah hasil pantulan bayangan kita? Bukankah kita yang juga sesungguhnya sedang Allah bina melalui binaan-binaan yang dititipkan pada kita?

Penulis termasuk yang sangat dengan kuat, meyakini bahwa Allah selalu menitipkan binaan halaqoh kepada kita sesuai dengan kekurangan kita. Banyak mereka yang binaannya lebih baik hafalannya dibanding sang murobbi, banyak juga yang binaannya lebih telat dari sang murobbi nya, ada juga yang binaannya terlampau sering galau tentang jodoh melebihi galaunya sang murobbi yang justru 3 bahkan 4 tahun lebih tua usianya dibanding binaannya. Banyak! Banyak kisah seperti itu. Dan itu semua bukan kebetulan. Allah punya maksud atas itu semua.

Mungkin juga ada murobbi yang tiba-tiba terlihat lebih anggun dan lebih serius dibanding biasanya saat berjumpa dengan binaannya, dimana dia sedang berusaha nampak baik dihadapan mereka yang dibinanya. Bukan nya Allah justru melihat kita disaat kita sedang bersama atau tak sedang bersama binaan kita? Baiknya kita bukan hanya saat ada orang banyak, hai murobbi! Allah menyaksikan segala perbuatan dan lintasan hati mu.

Sebagai murobbi, pihak yang diteladani, bukankah kita seharusnya menjadikan titipan Allah (red;binaan kita) sebagai alarm diri kita pribadi? Ya, karena sesungguhnya kitalah asal pantulan bayangan yang nampak pada binaan-binaan kita.

*reminder as murobbi*