Selasa, 30 Desember 2014

..rasanya..

??

Bagaimana saat ia datang menghampiri mu?
iya kah sesak dada mu?
berat kah nafas yang kau hela?

yap, begitulah yang aku rasa..
ini sama saat 'amanah' persis sebelum ini menghampiri..
bedanya, amanah sebelum ini datang sudah disertakan prediksi dan 'kode keras' dari senior sebelumku..
sedangkan yang ini, sudah lama diri ini berusaha menjauh dan mengambil jarak, bahkan mewanti-wanti agar itu tak benar datang menghampiri diri..
tapi apa daya, saat 'mendadak' disahkan tanpa dimintai kerelaan lisan..
hati tersentak, dada pun menjadi sesak..
ya, itu rasa sesaat..
semoga aku bisa sedikit mengambil lagi jarak, agar apa yang ingin aku selesaikan bisa sesuai dengan kehendak..

bukan bermaksud menolak,
jujur aku masih berharap, namun juga masih meragu, apakah diri ini sanggup..
memikul keduanya disaat aku tau bahwa diri ini hanya kuat memikul salah satu..

walau sebenarnya malu, karena alasan ini pun juga menuntut patner lain yang membersamai..
dan toh, ternyata mereka nampak berhasil fokus dengan keduanya..

Ya Allah, aku menunggu takdir terbaik-Mu.. Mampukanlah hamba untuk berlapang dada..

Ini Egois ataukah Obyektif?

Pernahkah mendapati kecondongan sangat terhadap sesuatu?
Kecondongan hati yang kemudian menggerakkan semua potensi dan kemampuan diri untuk mendukung sebuah pilihan atau keputusan pribadi?

Ya.Cukup kau jawab dalam hati!

Namun pernahkah kau meragukan sesuatu
hingga segenap prasangka mu merujuk merendahkan yang lainnya?

adakah kecondongan hati selalu bening?
adakah ia selalu merujuk kepada sesuatu yang baik lagi benar?

Egois atau obyektif kah hati?
Sudahkah ia menjadikan Rabb Nya sebagai pandangan hakiki?
Sudahkah ia menjadikan aturan-Nya sebagai rujukan abadi?
ataukah ia adalah egois, yang datang menghampiri kala kenyataan untuk diri tak seindah angan sang sanubari?
ataukah ia adalah sombong, yang datang menghampiri, kala mendapati baru saja beberapa angan diri sejalan dengan takdir Illahi?

Ya Rabbi, mampukanlah hamba-Mu ini menjadi pribadi yang sejalan dengan Pandangan-Mu..
aamiin.


Kau ini hanya perantara Hidayah-Nya..

Bersabarlah wahai diri..

Menebar kebaikan, Membina, mengingatkan orang lain..
adalah kewajiban bagi seorang muslim yang telah paham beban berda'wah.
adalah kemestian yang harus disambut dengan kesegeraan beramal,
kesegeraan yang beriringan dengan keikhlasan dan tanpa pamrih..
bukan kesegeraan yang berujung pada pandangan manusia, atau bahkan manisnya pujian atas setiap laku kerja kita..

bukan!

tak pernah Rasul mengajarkan, bahwa berda'wah itu karena manusia..
tak pernah kita diajarkan, lanjut atau tidaknya kita dalam menjaga bertebarannya kebaikan itu karena tanggapan manusia..

wahai diri,
teruslah berjalan hingga Rabb mu-lah yang menghentikan langkah-langkah kebaikan itu..
teruslah bersusah-payah menjaga kebaikan di tengah manusia hingga payah itu lelah mengikuti azzam mu.

Begitupun dalam membina,
kau hanyalah perantara kebaikan untuk adik-adik binaanmu..
bukan hakim yang berhak men-judge kepantasan mereka..
bukan pula jaksa yang selalu berpihak menjadi penuntut..
kau hanyalah perantara Hidayah-Nya..

jika kau belum merasa dianggap,
maka bersabarlah..
karena membina bukan pekerjaan satu atau dua bulan,
ia adalah pekerjaan puluhan tahun, bahkan Nabi Nuh melakukannya selama beratus tahun..

wahai diri,
bersabarlah..
Kau ini hanyalah perantara Hidayah-Nya..

*hanya mampu mendoakan dan berusaha menjaga kalian dengan segenap nasihat kebaikan dalam amal-amal kalian (RC-Sholiha)*



Rabu, 05 November 2014

Surat Cinta untuk saudari ku..


..Surat untuk saudari yang kucintai karena Allah..
Kau paham bahwa berislam tak hanya sekedar berjilbab
Kau sudah tau bahwa berislam tak hanya sekedar sholat
Rasanya sudah berulang-ulang kau dengar bahwa berislam tak hanya sibuk dengan urusan pribadi, menyepi dan merasa kuat berdiri sendiri

Saudari ku..
Berislam selain beribadah sebagai seorang hamba kepada Rabb nya secara pribadi, juga beribadah dengan cara bermuamalah dengan orang lain, menasihati orang lain agar tetap bersama kita dalam kebaikan (aamiin).
Bukankah mereka yang tidak termasuk golongan orang yang merugi adalah mereka yang saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran?
Bukankah kita tak ingin jadi hamba yang merugi?

Saudari ku..
kini kita sudah sama-sama memiliki amanah, memiliki ladang amal untuk semakin tebar kebermanfaatan.
Lalu masing-masing dari kita mulai disibukkan dengan segudang agenda-agenda lembaga itu
mulai tersita waktu, tenaga, materi dan perhatiannya kepada agenda lembaga-lembaga kita
tak terasa mungkin waktu berkumpul dan bercakap penuh perhatian dengan saudara-saudara kita mulai berkurang, bahkan tak sadar jika kita mulai terasa menjauh,
menjauh dari mereka, menjauh dari nasihat-nasihat mereka, menjauh dari agenda-agenda kebersamaan dalam kebaikan yang biasa kita lakukan secara bersama..

Saudari ku..
dan seringkali saat diri sedang disibukkan dengan manusia, kadang kita terlupa bahwa apa yang kita lakukan itu, apa yang sudah kita curahkan itu, apakah benar untuk Allah?
Apakah benar sudah dalam rangka mencapai RidhoNya?
Apakah benar keyakinan akan ikhtiar kita tidak melangkahi kecintaan dan pengharapan kita terhadap keberkahan yang Allah Ta'ala berikan dalam setiap urusan kita?
Ada sebuah ayat dalam Al-Qur'an al-Kariim,
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu..." (QS Muhammad ayat 33)

Astaghfirullah, merusak amal yang bagaimanakah yang dimaksud?
Ya, itu tadi.. kemungkinan kita sudah berlelah-lelah dalam beramal dan berkontribusi dalam sebuah lembaga, namun ternyata orientasi kita melenceng, alasan kita berada disana berubah dan kini tampak berbeda..
yang di awal kita mempunyai pandangan untuk mensibghohkan lembaga itu dengan Sibghoh Allah, perlahan orientasi itu bergeser demi mewujudkan eksistensi dan mengoptimalkan potensi diri sahaja..
Setelah mulai diakui oleh anggota lembaga, mulai merasa bahwa peran kita mulai terasa, kebanggaan karena pengakuan yang hadir, mungkin muncul mungkin tidak, namun kemungkinan terburuk adalah rasa ujub itu hadir, rasa pengharapan terhadap apresiasi dari orang lain mulai membesar..
na'udzubillahi min dzalik..

Aku menyadari itu, apa kah benar yang sedang kau rasa? atau hanya aku yang sedang berburuk sangka? Maafkan aku saudariku, ini sebagai bentuk cinta seorang saudara kepada saudaranya yang lain yang agak terasa menjauh. Atau apakah kau takut memikul beban ini? kau tidak sendiri, aku akan berusaha menemani hingga akhir perjalanan kita di jalan ini..insyaAllah.
Mampukanlah kami Yaa Allah, berjuang, berteguh hati dan diri dalam jalan kebaikan ini..

:")
*dari seorang yang sedang bercermin dari saudari nya*




Minggu, 07 September 2014

Aku ini hanya berusaha baik, namun belum tentu sebaik itu..

Aku teringat dengan Doa sahabat Abu Bakar ketika banyak mendapatkan Pujian, beliau berdoa..

اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ

Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy, wa anaa a’lamu bi nafsii minhum. Allahummaj ‘alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa ya’lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun.

Artinya :
Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka.
(Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4: 228, no.4876. Lihat Jaami’ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25: 145, Asy Syamilah)

Aku ingin membiasakan Doa ini, sahabat sekaliber Abu Bakar saja masih merasa begini, harusnya begitupun aku yang tak punya titel sebaik beliau.. :)

Sakit itu bukan karena Allah tak sayang kita..

Itu karena rasa Cinta Nya :)
Melihatnya menangis..
sesenggukan..
Rasanya tangis itu telah lama coba ia tahan,
mungkin agar terlihat tegar dihadapan sosok tercinta nya, Ibu.
Aku pun mengelus punggung nya pelan, sembari mengatakan,
"Lepaskan saja, menangislah, jangan ditahan. Tak ada yang salah dengan menangis"
Mulailah tangisannya terdengar makin jelas dan sesenggukan.
Terlontar isi hatinya, "Aku capek minum Obat!" sembari diiringi tangisnya.
Memang jelas terlihat wajahnya yang sangat terpaksa dan agak tersiksa ketika meminum obat kaplet dan tablet dari dokter itu.
Walhasil, bujukan-bujukan itu sedikit banyak berhasil membuat dia akhirnya mau memakan jatah makan siang itu, agar selanjutnya bisa menenggak obat-obat kesembuhan itu.
" Yang sabar, orang sakit itu sedang Allah gugurkan dosa nya, lagi diuji apakah ia mampu melewatinya?" "Bukan berarti karena Allah tidak sayang sama kita.. Yang sabar ya."

Dia memang terlihat tegar, tawaranku untuk menyuapinya ditolak, dan dia lebih memilih untuk makan dengan tangannya sendiri, walaupun tangannya nampak bergetar kala menyendok sup dan bubur itu.

Ya Allah sehatkanlah ia, jadikanlah ia anak yang bisa menyejukkan hati dan pandangan kedua Orang Tua nya.aamiin. Yang bisa membanggakan kedua orang tua nya di dunia juga di akhirat.

*teruntuk adikku yang tangguh dan ibu yang begitu mencintai anak bungsunya, yang begitu ikhlas dan berjuang memberikan yang terbaik untuk anaknya. Dan anak yang begitu tegar dan pengertian hingga tak ingin menjadikan  ibunya susah dan penuh peluh, walaupun rasa cinta nya selalu ia tutup-tutupi dengan omelan kepada sang ibu. Dik, lemah lembutlah kepada ibu, karena ia mendidik mu dengan penuh harap dan penuh cinta*

Syafakallaaaah, hari ini sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit :)

Hikmah Perjalanan Selama di Bandung..

Gerbang Lama UNPAD sebelum ada jajanan di sepangjang jalan bagian dalam

Bandung, kota yang udara nya jauuuh lebih sejuk dari Semarang. Jatinangor tepatnya aku menetap 24 jam saat itu. Kota ini, dekat dengan Kampus, sangat amat mengingatkan aku tentang UNDIP, kampus tersayang (walaupun banyak kekurangan disana-sini.hhe)

Di 'Nangor' aku dibiasakan adikku untuk berjalan kaki, dari kos-kampus ataupun sebaliknya. Yah, hikmah nya, aku jadi terpaksa untuk olahraga ringan selama berada di kota ini. GOR nya yang ada di dalam kampus, agak membuat aku iri, karena berbeda dengan UNDIP yang Stadionnya berada diujung dan tak terjangkau angkot kecuali dengan permintaan khusus.

Di UNPAD ini juga aku menengok Masjid baru dan bangunan Rektoratnya yang ternyata, bentuknya mengingatkan kami pada bentuk segitiga tak sempurna Illuminati (mgkn ini hanya asumsi..). Kami juga membicarakan masjid baru di UNPAD, yang ternyata didapati banyak keluhan tentang fasilitasnya, padahal itu baru saja dibangun.

Perjalanan ke Bandung (Part II)

Pagi itu kami bangun, agak kesiangan memang namun tetap kami bisa beranjak ke GOR UNPAD sekitar jam 6 pagi. wuuush, begitu keluar kos-an. WAAWW, udara nya sangat dingiiiiiiin! Menusuk tulang rasanya, rasanya ingin meringkuk saja agar tak disadarkan lagi oleh udara dingin ini. Dan lagi untuk kesekian kalinya, kami pun berjalan kaki beranjak ke GOR UNPAD, belum lari kami sudah pemanasan kaki dengan lari ini (Hhehe). Sampailah kami di GOR, sudah cukup banyak yang ternyata sudah mulai untuk juga berolahraga lari pagi ini. Kami pun pemanasan dan setelah itu mulai berlari. Aku bertekad, minimal aku harus lari 3 kali putaran tanpa berhenti, minimal ini menyamai rekorku saat lari di Stadion UNDIP kampus tercinta (ceilee). Satu putaran berlalu, masih berharap agar aku segera berkeringat, namun yang aku dapati tangan ini semakin kedingii~nan. Masih terus aku lanjutkan hingga sampailah di akhir putaran ketiga, dan setelah itu aku mulai berjalan untuk mengatur nafasku yang tadi nya memburu. saat saat itu aku pun agak takjub dikarenakan sebuah cerita tentang kebiasaan salah satu teman rumrum yang terbiasa lari 5 kali putaran tanpa berhenti kemudian berjalan biasa satu putaran dan diakhiri lagi dengan lari sebanyak 5 putaran lagi tanpa henti. WOW!! aku bisa ga ya sekeren itu? :3

Desak-desakan dengan MaBa
Seusai lari, kami berencana untuk mengelilingi UNPAD menggunakan sebuah angkutan umum gratis yang ada di dalam kampus UNPAD ini. Ada yang di sebut angkot, ada juga yang disebut odong-odong (apa mungkin bentuknya seperti odong-odong di sekitar rumah? Hhehe). Kami pun mengantri dan ikut berbaris diantara sejumlah MaBa (Mahasiswa Baru) yang masih dalam masa orientasi jurusannya masing-masing. Yang ternyata persaingan menaiki odong-odong untuk keliling kampus pada jam-jam ini sangat lah 'keras', karena kecurangan mengantri berada dimana-mana (karena antrian yang ada semakin maju dan banyak kali desak-desakan terjadi, bahkan penyelakan antrian juga sering terjadi), mungkin ini dikarenakan jadwal kuliah jam8 pagi ini. Kami pun memutuskan untuk ke ATM ambil uang untuk persiapan pergi ke TSB dan sarapan dulu, sembari menunggu jam 8 dimana pengguna dan antrian sudah jauh lebih sepi di banding jam-jam ini.

Bubur AKIKO


Odong-Odong di UNPAD

Dan benar, antriannya lebih sepiiiiiii...
kami pun akhirnya berhasil naik odong-odong, di bagian bangku belakang. dan Rumrum pun menjadi guide yang baik menjelaskan satu persatu nama tempat yang kami lalui, termasuk cerita tentang bentuk bangunan di UNPAD (terutama rektoratnya), yang sangat terindikasi seperti bentuk segitiga tak sempurna (terlintas tentang Illuminati). Hingga dia ceritakan tentang danau di UNPAD, dimana ada beberapa orang yang suka mencoba naik perahu menyebrangi danau itu. Kampus ini terlihat adeeeem, dikarenakan ada banyak hutaan dan tempat rindang disini, pun banyak sekali tempat yang bisa di jadikan tempat berkumpul mahasiswa-mahasiwa di sini. *Ngiriii*

Perjalanan ke Bandung (Part I)


Waroeng Steak Jatinagor
Bandung. Kota yang kusinggahi selama hidupku baru tiga kali bersamaan dengan kunjungan ku kali ini. Yap, tanggal 2 September 2014 ini aku mengunjungi kota itu untuk menjenguk adikku yang juga sudah kujanjikan untuk pergi refreshing ke suatu wisata indoor di bilangan Gatot Subroto, Bandung.

Pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Cileunyi, terminal terdekat dengan kos-an adikku, daerah Jatinangor Kabupaten Sumedang. Yap, sekedar informasi, adikku adalah salah satu mahasiswa di kampus Matematika FMIPA UNPAD, tepatnya angkatan 2012. malam itu sekitar jam 19.30 WIB aku sampai di Cileunyi dan beranjak turun bis untuk menemui adikku yang sudah berjanji akan menjemputku di sana. Menunggu sekitar 10 menit, tak lama aku melihat seorang gadis melambai dan mulai mendekati aku yang sedang menunggu, dan benarlah itu adalah Rumaisha, adik pertama ku. Kami bersalaman dan kemudian bergegas menaiki angkot hijau menuju arah kosannya. Di angkot, aku menceritakan kondisi ku yang belum makan malam dan sangaaaat lapar. Dan sejurus kemudian, dia hadirkan beberapa tawaran tempat makan, dan wow nya, pilihan yang diberikan terdengar seperti tempat makan yang 'agak mewah' untuk kalangan mahasiswa jelata yang terbiasa dengan biaya makan murah di Semarang. Namun, ternyata pilihan ku untuk makan jatuh di Waroeng Steak, pikirku, mumpung aku lagi ada uang (Hhehe).

Sesaat, turunlah kami dari angkot dan tak lama sekitar 7 menit berjalan ke arah Waroeng Steak tersebut. Sampainya di sana, Rumrum bertemu dengan beberapa temannya, dan mencoba memperkenalkan aku ke kawan yang ditemuinya, yang kata salah satu dari mereka, aku tak terlihat mirip dengan adikku yang satu ini. Basa-basi pun dilakukan, termasuk bertanya tentang alasan kedatangan ku dari Semarang ke Bandung, dan berakhir dengan ancer-ancer angkutan umum menuju Trans Studio Bandung, tempat destinasi kami esok hari.

Selama menunggu makanan datang, banyak yang kami bincangkan, mulai dari kisah 2 TAB (baru)  dari Smartfren yang dia dapat dari hadiah Kuis selama 1 Bulan penuh saat puasa dulu, hingga kabar kondisi kampus nya. Semua kami bincangkan, dan tanpa sadar aku mengamati dan mendengarkan dengan seksama lagu yang diputar di Waroeng Steak ini, "Edcoustic", Yap salah satu grup akustik Nasyid asal bandung. saat bertanya kepada Rumrum, dia mengakui ini hal yang biasa, toh pun pemilik 'WS' ini juga seorang 'ikhwah', begitu papar nya. Setelah mendengarnya akupun senyum-senyum sendiri, dan mulai menemukan perbedaan antara di Semarang dengan di Bandung. :)

Senin, 01 September 2014

Nasyid Ali Sastra - Doaku

sejenak telinga ini sempat disibukkan dengan musik-musik di radio terkenal itu, ya jujur lagu-lagu itu bukanlah lagu yang islami.. agak menyesal memang, dan aku kini sedang berusaha untuk mengurangi nya.. Sempat mendatangi sebuah acara Kumpulan Da'i Semarang, dimana ada hiburan nasyid yang dihadirkan di sana, dan terdengarlah salah satu nasyid yang membuat hati ini tertarik, selain karena suara penyanyi nya yang baguus banget, tapi ternyata lagu ini pas banget dengan kondisi setelah pertemuan itu.
(Ini ku rekomendasikan untuk saudari ku, semoga Allah lekas menjadikan hati nya condong kepada takdir terbaik nya :') )

Ali Sastra - Doaku

Mohon dengarkan Aku malam ini

Untuk ringankan langkah kaki dengarkan

Doaku semoga aku tak terlambat memberi yang terbaik dari hidupku

Semoga kau terima semua ibadahku

Masukkanlah diriku untuk kekal di Surgamu

Mohon pilihkan dari yang kupinta

Pilih yang terbaik untukku

Doaku….

Doaku semoga Aku tak terlambat

Memberi yang terbaik dari hidupku

Semoga Engkau terima semua ibadahku

Masukkanlah diriku untuk kekal di Surga-Mu 
*tetap senyum dan tetap semangat*

Maha Suci Allah dari segala kesalahan

Pertemuan kemarin (31/8), akhir dari bulan Agustus yang menyejarah bagi memori hati ini.

Menyadari sekali lagi, bahwa rasa cinta kita kepada orang-orang terdekat kita terkadang belum tentu jelas terlihat, hingga sampai pada saat ketika kata-kata jelas terucap bahwa tindakan kita merupakan wujud dari rasa CINTA, PEDULI, dan senantiasa berusaha menguatkan. Walaupun saat itu (kemarin,-red) aku merespon kata-kata cinta itu dengan rasa sesak. sesak, karena menyesal.

Bagaimana perasaan mu saat mendengar sebuah pertanyaan retoris dari guru spiritual mu,
"Sebenarnya apa yang telah saya sampaikan adalah untuk menguatkan kalian. Apa semua yang sudah saya sampaikan tidak sampai -di hati- kalian ?"

DEGG!!

Pertanyaan itu berlanjut dengan sebuah pernyataan, bahwa sebenarnya beliau selalu berusaha mengutamakan a'dho nya, berharap yang terbaik, dan terakhir.. selama ini ternyata beliau jelas membaca raut wajah 'gelisah' dari kami semua, beliau berusaha menguatkan kami.

Ampuni kami Ya Rabb, mungkinkah kekhawatiran dan kegelisahan ini adalah pertanda bahwa kami belumlah total dalam meyakini takdirMu?

Ampuni kami Ya Rabb.. Sesungguh nya benarlah Maha Suci Engkau dari segala kesalahan, pun begitu juga dengan takdirmu, tak pernah akan ada yang salah dengan itu semua, maka apa lagi yang perlu kami ragu kan?

*refleksi pertemuan terakhir di bulan agustus ini*

Sabtu, 30 Agustus 2014

Kalianlah Sahabat

Beberapa hari menuju amanah baru, dan tempat saling menguatkan itu ada di pertemuan dengan mereka.. Untuk saudari yang senantiasa mencoba memahami dan membersamai hari-hari yang terasa 'agak sulit' ini.. :") Rasanya senandung ini mewakili rasa terima kasih ku atas semua itu..


Sahabat 
by De Cis Musicapella (ANN Jateng)
Setiap jejak.. langkahku terasa indah
bersama kalian..
Duhai sahabat..
Merangkai nada-nada kita lakukan
Nyanyikan kisah perjuangan kebaikan
Bersama kau sahabat
Suara kita 'kan hiasi dunia
Bersama kau sahabat
Tegar berdiri
Untuk berkarya

Reff*
Kalianlah sahabat
Genggam tnganku erat
Melalui rintangan hadapi tantangan

**
Dalam setiap nada-nada
Dalam setiap doa
Engkau yg selalu kuatkan iman ku
Wahai.. sahabat ku (kita kan bersama)

***
Bersama.. kau sahabat..
Suara kita, kan hiasi dunia
Bersama, kau sahabat (kau sahabat)
Tegar berdiri untuk berkarya..
Kalianlah sahabat
Genggam tanganku erat
Melalui rintangan
Hadapi tantangan

Kita 'kan bersama (wahai sahabatku)

Wahai.. sahabat ku (kita kan bersama) 

Back To Reff* and **

Dia datangkan angin segar itu.. :D

Hari ini, akhirnya setelah sekian lama agenda ini tertunda.. Kami pun melangsungkan apa yang belum sempat kami mulai serentak. Silaturahim kepada orang-orang pendahulu kami di dunia 'persilatan' ini. (hhe,maaf jika berlebihan)

Hari ini, Sabtu (30/8) kami mulai perjalanan silaturahim ini ke Tempat Ummahat di sekitar kampus semarang tercinta. Hingga tibalah di tujuan silaturahim terakhir, dimana beliau bukanlah Ummahat yang biasa memantau kami. Beliau adalah Ummahat yang aktif dan fokus di dunia sosial masyarakat.

Diawali dari pembicaraan lucu, kami disambut dengan baik, namun ternyata sang ibu lupa dengan kami (hhe, ini lucu, padahal kami sudah sampai merepotkan beliau sampai-sampai harus bermalam di rumah keluarga tersebut). Ini kemungkinan yang wajar terjadi, sebab pastinya begitu banyak muslimah seperti kami yang berkunjung ke beliau, namun beliau mengakui ingat wajah namun tidak ingat dengan nama kami. (tak apa, karena tak ingat nama kami pun, pesan-pesan kehidupan dari beliau tetap mengalir begitu halus dan mengena)

Kemudian silaturahim itu diawali dengan cerita tentang anak nya yang diterima di Politeknik Negeri Media Kreatif Nasional. Rasanya terdengar biasa kan?! TERNYATA TIDAK SESEDERHANA ITU!

Senin, 25 Agustus 2014

Semoga (mu'adz) senantiasa dirahmati Allah..

Mu'adz

Bayi laki-laki yang sangat-sangat diharapkan kehadirannya diantara 3 orang anak perempuan di keluarga Abi Pudjianto dan Umi Sri Rejeki. Adik bungsu yang sangat diharap-harap, hingga tiada malam tanpa doa yang terpanjat selain untuk kelahiran seorang adik laki-laki.Dan tibalah saat itu, 20 September 2000, lahir seorang anak laki-laki,yang kemudia diberi nama Mu’adz. Konon nama itu adalah nama salah seorang sahabat Nabi yang terkenal pandai dan banyak meriwayatkan hadist, nama itu adalah nama yang masih asing didengar oleh ketiga kakak perempuannya.
Adik yang kemudian tumbuh besar dengan lucu di masa-masa balita, namun dengan kondisi yang mengkhawattirkan karena rentan ‘step’(kejang) disaat panas tubuhnya meninggi. Ingat betul, setiap kejadian itu datang, seisi rumah akan penuh dengan kepanikan, dan pemandangan yang hadir adalah umi dan abi akan bergantian menjaganya, dengan pula bergilir jam tidur. Hingga saat sudah melewati usianya yang kelima, kebiasaan ‘kejang’ itu pun sudah tak pernah lagi mampir.
Mulai besar, lagi-lagi umi dan abi dihadapkan pada kondisi dimana adik bungsu ku ini harus dioerasi pada usia dini, karena memiliki sakit ‘hernia’. Perasaan takut pada seorang anak kecil yang hadir disaat dihadapkan dengan dokter,juga menghampiri si bungsu. Namun cara yang umi tempuh agaknya memang menjadi awal kemanjaan dari si bungsu satu ini. Mulai dari kejadian inilah, umi mulai menuruti dan mengiming-imingi si bungsu ini dengan berbagai barang yang ia inginkan,agar ia mau untuk di operasi. Operasi ini terjadi hingga sekitar 5 kali.

Apa yang (mampu) kau lakukan?

Apa yang sebenarnya kau (mampu) lakukan?

Menonton dan komentar? Itu kah yang kau (mampu) lakukan?

Atau mencari tau sedetail mungkin, dan berusaha (walaupun) secara tak langsung untuk dapat mempengaruhi hasil nya?

Atau hanya berkilah atas upaya seadanya yang telah kau cipta?

Atau bekerja namun hanya disaat kau ditegur seadanya?

Atau bekerja saat Tuhan membersamaimu dengan sulitnya musibah yg menghampiri?

Seringkali, kesadaran perlu terus menerus dipacu, bahkan dengan menghadirkan paksaan.

Agar ketidaksadaran itu segera berganti dengan kesegeraan untuk mengadakan perbaikan.

Kadangkala, kebersamaan lah yang menjadi sarana penyadaran.

Meskipun terkadang PAHIT nya sebuah penyadaran dalam kebersamaan akan kau rasa,

Ketika DIA Memperkenankannya

 
23082014 Mulawarman Street

 

Allah lah yang berhak mepersatukan hati hamba-hambaNya..

Betapapun besarnya harta dan waktu yang telah dikeluarkan untuk mempersatukan hati-hati manusia, takkan banyak berpengaruh jika persetujuan Allah tak ambil andil di dalamnya.

Dan akupun merasakan betapa KehendakNya berada di atas rencana kita (manusia,-red)

Selain melalui doa, nyatanya usaha untuk mendekatkan hati-hati manusia itu tetap harus menunggu RidhoNya..

Beberapa kejadian telah Dia takdirkan manusia-manusia itu untuk berada dalam kegiatan bersama, menghabiskan waktu dan senda gurau bersama.. J

Dan semoga Engkau senantiasa memperkenankan kami bersama dalam kebaikan dan lingkaran persaudaraan ini,

Hingga deritanya adalah deritaku juga, hingga bahagianya menjadi suka cita ku jua,

Hingga gejolak jiwa nya dapat ku tangkap dari raut wajahnya..

Hingga sekuat mungkin diri ini senantiasa berusaha mencarikan solusi atas rasa sesaknya..

Dan diapun dengan nalurinya melakukan hal yang serupa..

Allah, Segala Puji Bagi Engkau Rabb Semesta Alam yang berkenan mempersatukan hati-hati kami dalam kebaikan dan kebenaran ini..

Kamis, 14 Agustus 2014

Sederhana kok..

yang baca qur'an nya bagus, dan humoris. ada ga ya? yg mirip abi gitu.. :)
(yang baca qur'an nya bagus itu, biasanya pinter nyanyi juga)
*nyengir-nyengir sendiri*

Nyampah banget :)) #abaikan #ngasal

Parenting, hal yang tidak bisa mendadak dipelajari..

Selarasnya tujuan membesarkan buah hati :)
Baru aja melihat sebuah artikel tentang parenting..
WOW! Takjub dan masih membayangkan bagaimana realisasinya..
Karena setelah menjadi anak sulung yang mempunyai 3 adik ini, aku masih tanpa sadar ikut mempelajari metode parenting dari orang tua ku kepada 'kami', keempat anaknya.
Terutama cara orang tua ku memperlakukan adik laki-laki ku satu-satu nya. 
Dahsyatnya, setiap aku pulang ke rumah, ada saja kisah 'nyeleneh' si ganteng (red;karena dia satu-satunya anak lelaki di rumah) satu itu. Dan karena aku anak sulung, tak ayal aku pun dituntut untuk bisa juga mempengaruhi si ganteng dalam bersikap, ikut mengawasi pergaulannya (walaupun hanya bisa melalui medsos), ataupun mencari tau tentang kondisi hatinya..
walau jujur, emosi ini masih terlalu mudah untuk terpancing dengan sikap-sikap keras nya.

Sepenggal kisah tentang adik terganteng ku, yang kini sedang mencari jati diri nya, dan sedang sangat bergelora mengekspresikan pilihannya..

Begitulah membesarkan anak, rupanya bukanlah hal yang dengan otodidak bisa dipelajari saat sudah mempunyai tanggung jawab berupa titipan mungil dariNya..
Complicated one! Masih harus terus belajar menjadi sosok pendidik yang ideal, masih terus mencari tau, bagaimana Rasulullah mampu membesarkan putrinya Fathimah dengan ideal.. hingga sang Fathimah bisa dewasa bersikap dan bertindak melebihi umurnya..

Subhanallah, Siap belajar dari sekarang! :D

Sabtu, 09 Agustus 2014

Doa Untuk Palestina tercintaa..

Ya Rabb Yang Maha Berkuasa atas SEMUANYA..

Jadikanlah ketenangan bagi pasukan Palestina, tetapkan lah rasa yakin pada hati mereka, dan jadikanlah mereka solid dan menang.

dan Jadikanlah ketakukan dan perpecahan di pasukan Israel, sehingga mereka kalah dan Palestina Menang.

aamiin.

Salam cinta untuk Palestina dari Indonesia..

#SesaatSetelahGencatanSenjataBERAKHIR #InsyaAllahMENANG :")

Jodoh Pasti Bertemu, kan?

Lagi denger banyak kabar saudara yang menikah nih, di bulan syawal ini.. agak sedikit bikin ngiri, tapi setiap pribadi udah ada jatah rezeki nya masing-masing kok. Tinggal tunggu tanggal mainnya. :)
Tetiba kesemsem sama lagu nya Afgan, yang kok rasa nya pas (atau emang dipaspasin. hhe)



Jodoh Pasti Bertemu
(By Afgan S.)

Andai engkau tahu
Betapa ku mencinta..
Selalu menjadikan mu, isi dalam doaku..

Ku tahu tak mudah
Menjadikan yang kau minta
Ku pasrahkan hatiku
Takdir kan menjawabnya

Jika aku..
Bukan jalan mu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memiliki mu..
Jodoh pasti bertemu

Andai engkau tahu
Betapa ku mencinta
Ku pasrahkan hati ku
Takdir kan menjawabnya

REFF :
Jika Aku bukan jalan mu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untuk mu
Ku kan memiliki mu
Jodoh pasti bertemu..

Jika Aku bukan jalan mu
Ku berhenti mengharapkan mu
Jika aku memang
Tercipta untuk mu
Ku kan memilikimu

Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkan mu
Jika aku memang tercipta untuk mu
Ku kan memiliki mu
Jodoh pasti bertemu..

Yaah, hanya sebuah lagu. Mengingatkan, keinginan manusia itu tak lebih kuasa dibanding kehendak TakdirNya :)) Selamat Mencinta karena Nya.. #ihiir

Rabu, 11 Juni 2014

manajemen waktu, manajemen keuangan

belom cocok untuk jadi Manajer, terlebih manajer keuangan..
karena untuk diri sendiri pun masih selalu berusaha..
doakan saya agar dimampukan memperbaiki nya.
dan menyempurnakan kemampuan atas keduanya..
aamiin..
>.<

Ini bukan Kos Biasa..

Kos untuk seorang perantau bisa mempunyai arti tersendiri..
apakah itu hanya sekedar tempat beristirahat, tempat mencari keluarga baru, ataukah tempat mengkondisikan diri lebih baik walaupun jauh dari orang tua tercinta..?

Tapi untukku, kos bukanlah hanya sekedar tempat nyaman pribadi untuk beristirahat dan menyelsaikan urusan diri sendiri.
Untukku, kos adalah tempat diri bisa menemukan keluarga baru dan kondisi yang semakin menguatkan aku dalam kebaikan.. dan itu ku temukan di wisma.

Allah menjadikan aku berada di jalan dan lingkungan ini, yaa lingkungan Wisma RPI di daerah Tembalang, Semarang. Diawali dari rasa tertarikku pada pengkondisian agend ibadah di wisma, dan rasa khawatirku terhadap dunia kampus, yang aku lihat sangat 'heterogen dan bebas'.

Mungkin byk yg mengeluhkan ini-itu dan hal lain kekurangan dari wisma, tapi..
hati ini Allah lebih dulu tunjukkan betapa baiknya muslimah-muslimah di wisma memperlakukan ku, membina ku, memahamkan ku dan juga membiasakanku terlibat dalam kebaikan..

Segala Puji Syukur bagi Rabb Semesta Alam ini,
karena memperkenan aku berada dalam lingkungan ini..

aku yang dulu manja, dan belum membiasakan diri untuk tilawah rutin harian pun..
kini menjelma menjadi pribadi yang mulai dicontoh dan dijadikan rujukan dalam tindakan keseharian.. dan selalu senantiasa berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bijak dan lebih dewasa..

dan itu semua karena..
Ini bukan Kos Biasa..

rasa bersabar ini membuahkan rasa cinta, dan kesadaran untuk saling menjaga antar saudara..
karena ini wisma

*untuk keluarga ku, di wisma Rumaisha1, wisma Cordoba, wisma Rumaisha2, dan wisma Nafisah*
:"'

Tak terasa, ini Zaman Kami..

Empat tahun di Kampus, tak terasa..
Kuliah dan menjalani amanah sebagaimana seorang aktivis da'wah..
diawali dari kerja teknis, hingga menjadi pengkonsep..
namun kini satu per satu senior kami,
sudah saatnya menjemput takdir mereka yang lain..
dan beralih dari semarang..
dan kini mulailah kami harus berdiri sendiri..

Tapi mengapa hati masih merasa berat..
merasa beliau-beliau pergi terlalu cepat..
dan merasa diri kami belum cukup latihan,
agar dapat menjalankan segala yang mereka tinggalkan..
sebaik mereka dahulu berusaha menyempurnakan..

Ya Rabb, aku tau..
tak pantaslah seorang da'i mengeluh..
namun keyakinan bahwa akan Engkau segera siapkan,
punggung yang lebih kuat, hati yang lebih lapaang,
iman yang lebih tangguh untuk kami..
sangat aku nantikan kehadirannya saat ini..

disaat tak terasa, bahwa ini adalah zaman nya kami..

*surat cinta untuk mba-mba ku tersayang karena Allah*  :"'

Kamis, 08 Mei 2014

Kuliah di Inggris ?

London Eye :)

Siang ini banyak waktu kuhabiskan untuk browsing, selain browsing jurnal untuk bahan Skripsi, aku tiba-tiba tergerak untuk searching tentang Beasiswa S2 Statistika di Luar Negeri, Yaa di Inggris sih lumayan menarik hatii.. iseng-iseng ini berakhir dengan aku temukannya salah dua universitas di Inggris yang mempunyai jurusan Statistika..

  1. University Of Leeds
    Faculty of Mathematics and Physical Sciences, 
  2. School of Mathematics 
  3. Research 
  4. Statistics
    School Of Mathematics, University Of Leeds
  5. Oxford Brookes Of University
  6. Oxford Brookes University
    Oxford Brookes University, Faculty of Technology, Design and Environment, MSc in Medical Statistics

Yap, thats my Dream, to get my masters degree in there..
Kalo baca-baca sharing di internet tentang Kuliah di Luar Negeri itu, ada Langkah yang benar-benar harus ditekuni..
  • Cari Tau tentang kondisi kampus tujuan mu
  • Cari Tau beasiswa yang bisa kamu approve untuk membantu biaya kuliah di sana
  • Tingkatkan nilai TOEFL kamu sesuai dengan target dari universitas yang kamu tuju, atau sesuai syarat dari beasiswa yang kamu incar
  • Cari kenalan di daerah kampus tujuanmu
  • Cari dan kondisikan inspirasi dan motivasi mu terus untuk tetap berjuang mendapatkan beasiswa S2 Luar Negeri sesuai Impianmu..
Aaaaaaaaaaaah, mau pake banget bisa ke Inggris dan melanjutkan ini semuaa..
Pengen jadi ADKP..


note:




Sabtu, 03 Mei 2014

Kenangan dari PINGIT :))

Gambar Mobil Buatan adek-adek di Dusun PINGIT Desa

Foto Terakhir sebelum pulang.. Bapak dan Ibu Busri :)

Ini Foto bareng Pegawai Kantor Desa

Ini Foto bareng Peta Potensi Desa PINGIT

Ini adek-adek SD yang biasa belajar bareng di Posko KKN

Kangen sebenernyaa.. :'(

Makna terdalam..

Senyum dan Semangat di setiap keadaan :)

Pengabdian buka sekedar nilai
bukan sekedar menghabiskan waktu
bukan sekedar hadir dan mengabsenkan wajah di hadapan masyarakat
Pengabdian bukan sekedar seolah-olah kita bekerja bersama mereka
bukan seolah-olah sudah terlihat bekerja bersama
bukan seolah-olah hanya ingin tak terlihat dan dianggap bayangan yang sesaat saja nampak
saat ada sinar yang menyoroti barulah mau menampakkan diri..

Pengabdian itu, hadir dan menjadi solusi bagi warga di sana
Pengabdian itu, menghadirkan senyum di setiap kondisi emosi masyarakat yang sedang dihadapi
karena pengabdian adalah bentuk cinta..
bentuk cinta kepada bangsa dan agama
Menebar kemanfaatan dan ber ahsanul amala dimanapun kita sedang berada..

Itulah makna terdalam Pengabdian atas nama Cinta..

..PINGIT KKN UNDIP Story..

KKN Pingit 2014 (Part 3)

Udah ga berasa nih, asli nya ini udah hari ke-14 loh.hha. Tapi tetap aja yuk kita recap lagi kegiatan di pekan awal KKN di Pingit.. Lanjuut.

Hari kelima.. (18 Januari 2014)
Hari ini kita bagi-bagi tugas untuk survey ke sekolah-sekolah yang akan kami datangi untuk melakukan program KKN.

Ada 3 rombongan nih, dan aku termasuk rombongan yang berangkat ke Kompleks Pondok Daarul Aman di bagian depan Desa pingit,Pringsurat. Aku -Mas Taufiq-Aggie-Rizki.
Awal perjalanan kami berempat, formasi naik motor kami masih normal, Aggie di bonceng Pak Sutomo yang memandu jalan rombongan kami, Rizki boncengan sama MAs Taufiq, dan aku naik motor sendiri. Oke, selama di Sekolah yang kami kunjungi, tepatnya kami bertemu dan ngobrol banyak dengan Pak Alif kepala sekolah MTs Daarul Aman, ngobrol tentang kondisi akademik. Dan aku pun akhirnya memutuskan untuk mengadakan Training Motivasi untuk adek-adek kelas 3 MA di sana.. :)

 
Ini Waktu Survey di MA Darul Aman

Ini Foto Selesai Ngisi Training Motivasi di MA Darul Aman

Ini Foto Selesai Ngisi Training Motivasi di SMK N 1 Pringsurat

Yaaa, Dari sekian teman-teman KKN yg buat program emang cuma beberapa yang ribet dalam pelaksanaannya, contohnya ya jadi Trainer Motivator di SMK dan MA untuk siswa/i kelas 3 nya.. :)
Tapi Semangat adek-adek setelah sharing motivasi dari Tim KKN UNDIP ini, jadi lebih menambah semangat ku sendiri.. 

KKN itu Kuliah Kerja Nda'wah.. ;)

Kalah PEMILU !! #AYKTM

Yap, PEMILU.. Setelah Kalah, kemudian apa langkah selanjutnya?
MARAH? STRESS? MUTUNG? LARI DARI MASALAH?

Rasanya kami tidak diajarkan untuk menjadi pribadi seperti itu..
Coba simak penggalan ayat dalam Al-Quran ini..

Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah.  Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. 
(Quran Surah Al-A'raaf ayat 199-201)

Ini adalah ayat yang mendasari Perintah Akhlaqul karimah bagi seorang muslim. Allah dan RasulNya mengajarkan bahwa setiap muslim haruslah bersikap pemaaf. Pun dalam hal PEMILU ini, Betapa seringnya peluh dan lelah yang hadir menjadi saksi pengorbanan kita dalam ajang ini, berharap kedekatan hati antara kami dengan mereka terjalin, dan mereka kelak akan mempercayai kami untuk bisa menjadi perwakilan mereka di pemerintahan sana. Namun, saat ternyata usaha-usaha itu belum mampu mengubah persepsi mereka, walaupun mereka yang sebelumnya sudah berjanji mempercayai kami untuk menjadi wakilnya, nyatanya yang berlaku adalah sebaliknya, dimana (seolah-olah) yg memberi efek nyata untuk hari itu lebih besar lah yang akan menjadi jawara di hati mereka (red;uang). 
Ya, setelah hasil ini sudah dihadapan, berbedanya janji-janji massa kepada kami, berbedanya hasil dengan harapan, apa yg seharusnya kami lakukan? MARAH? yap, banyak alasan agar kami marah. Tapi sebenarnya bukan itu yang Allah ingin lihat sebagai respon kita. Dalam ayat di atas ada 3 poin yang bisa di cermati, yakni :
  1. Ayat ini diturunkan Allah kepada Rasulullah SAW pada saat da'wah di Mekkah, dimana saat berda'wah di Mekkah adalah masa-masa tersulit da'wah Islam masa itu. Dimana Mekkah saat itu masyarakatnya memiliki perangai atau akhlak yang buruk dan banyak alasan untuk kemudian mundur dari berda'wah di sana.
  2. Bagaimana kita menyentuh fitrah mereka tanpa menggunakan kekerasan.
  3. Saat disakiti oleh mad'u kita, Allah memerintahkan kita untuk Berlapang Dada, Memaafkan dan kemudian Berda'wah lagi.
Mari renungi lagi ayat di bawah ini..

Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)." Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim. dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat. 
(Quran Surah At-Tahrim ayat 10-12)

Dalam ayat tersebut, Allah memberikan perumpamaan 4 wanita sebelum zaman rasul :
  1. Dimana wanita pertama dan kedua yang dimaksud, adalah seorang istri Nabi. Yakni Istri dari Nabi Nuh, dan Nabi Luth, kedua istri Nabi yang durhaka kepada Allah.
  2. Dimana wanita ketiga ini adalah Asiyah, Istri Fir'aun- Raja yang sombong terhadap Allah. Namun ternyata Asiyah merupakan sosok wanita sekaligus istri yang sholiha, yang taat kepada Allah.
  3. Dimana wanita terakhir adalah Maryam, Wanita suci yang Allah Ta'ala pilih sebagai ibu dari Nabi Isa a.s, wanita yang sholiha dan taat kepada Allah.
Belum tercapainya lagi target dalam jihad siyasi ini, harus di maknai lebih dalam dan lebih positif..
Bagaimana jikalau ternyata takdir yang Allah hadirkan ini adalah sebagai ujian seperti layaknya Allah menunjukkan betapa Cinta nya Dia kepada Nabi-Nabi Nya. Saat menghadapi kondisi ini, kita perlu kemampuan membaca dengan baik takdir yang Allah hadirkan ini. Perlu melihat posisi sifat Ar-Rozak Allah (Maha Pemberi Rizki), Sifat 'Aliim (Maha Mengetahui) Allah dalam takdir-takdir tersebut. Dimana disaat positif memandang setiap kepingan takdir hidup kita, bisa membaca takdir Allah dengan baik, akan menghadirkan penyikapan yang baik terhadap takdir Allah. teringat penggalan do'a Rabithah..
"Wa ahyihaa bi ma'rifatik.." (Hidupkanlah kami dalam ma'rifah-Mu..)

Maka kesimpulannya adalah.. 
Apapun Yang terjadi Kami Tetap Melayani, Kami Tetap Mencintai.. Karena Islam mengajarkan untuk berlapang dada, memaafkan dan kembali mengajak kepada ma'ruf (kebaikan)..
:D

Selasa, 04 Februari 2014

Menjadi seorang pementor atau murobbi itu sebuah kebutuhan..
justru karena banyak ketidaksempurnaan dari seorang pementor atau murobbi, keinginan untuk semakin termotivasi itu butuh sokongan..
dan membina kalian menjadi cara tersendiri yang Allah hadirkan untuk mba Fatim..

Mungkin dulu sekali, pertemuan itu terasa asing. Siapa aku dan siapa kalian?
Tapi ikatan kepedulian sesama berdasarkan aqidah merekatkan kita dan mulai menghilangkan keterasingan itu.
"Mba Fatim sayang Erna, Handa, Uni, Hestu, Amy, Sabil, Chlara, Eva, Titri, Selfi, Mudrikah karena Allah ta'ala. <3>

Kecintaan karena Allah lah yang semoga senantiasa mendasari sikap peduli mba fatim atas setiap kejadian yang terjadi antara kita. Dari larangan, anjuran, arahan, penjelasan, perhatian, atau bahkan rasa gregetan serta kekhawatiran mba fatim yang keluar sebagai ekspresi cinta seorang pementor atau murobbi terhadap adek mentee/ mutarobbi nya.

Belumlah sempurna mba fatim rasa selama ini menjadi murobbi kalian, terlalu indah dan menyenangkan hati isi surat kalian itu, belumlah mba fatim merasa itu semua benar adanya. Masih banyak permintaan maaf yang ingin mb fatim sampaikan atas semua ketidaksempurnaan diri.

Sedikit berpesan untuk kalian :
  1. Kritis dan lembut perasaannya.
    Perbaikan diri itu proses, dan lingkungan merupakan sarana yang ampuh untuk mengkondisikan perbaikan. Namun di saat kalian belum bisa langsung menemui lingkungan yang baik itu, tergeraklah untuk berinisiatif menjadikan nya lingkungan yang baik. :)
    Agenda baik yang kalian ikuti adalah wujud bahwa kalian sedang berkomitmen untuk meperbaiki diri, jadikan setiapnya itu ber-atsar (berbekas) terutama bagi mindset kita sehingga menghadirinya menjadi sebuah kebutuhan.
  2. Ceria, dan peduli
    Bersegera dalam menyambut kebaikan harus terus dikondisikan semangat nya. Jadilah terus pribadi yang mengajak orang lain juga terlibat dalam kebaikan, amanah yang lebih besar telah menanti, bersiap dan sambutlah dengan rasa gembira. Pengorbanan dalam mengajak orang lain menuju kebaikan, adalah keniscayaan, jadi bersabarlah dan terus beramal, Allah takkan pernah menyia-nyiakan hambaNya.
  3. Tenang,
    Jangan terlalu reaktif menanggapi setiap takdir yang menghampiri, sejenak renungi, apa mau Allah menghadirkannya untuk kita?
  4. Jangan pernah kehabisan Husnudzon dan keyakinan kepada Allah
    Dia yang Maha Benar lagi Maha Tepat PerhitunganNya, jangan pernah ragu atas Kuasa-Nya
Selamat melanjutkan proses Metamorfosis kalian semua..

Sabtu, 18 Januari 2014

KKN Pingit 2014.. (Part 2)

Hari Ketiga.. (16 Januari 2014)
hari ini hari kamis, kita ngapain ya?
Oiya, hari ini kita bagi-bagi peran untuk hadir di pertemuan dengan warga Desa Pingit pertama kalinya secara umum.. Pak Busri selaku Kepala Desa (atau lebih familiar kita sebut dengan Pak Lurah Pingit), yang mengatakan akan memperkenalkan kami (TIM KKN UNDIP) kepada masyarakat. Pertemuan kali itu ada 2 dalam waktu yang bersamaan, Pertemuan Ibu PKK dan Pertemuan Kelompok Tani. Pertemuan itu diadakan jam 2 siang itu, jadi dari pagi sampai siang nenuju jam 2, kami hanya main-main dan bersantai-santai..
Sampai akhirnya pun tiba juga jam setengah 2, kami pun bergegas berangkat ke rumah Pak Busri untuk makan siang sebelum berangkat ke pertemuan tersebut. Yap kami dibagi jadi dua Tim;
Aku-Puteri-Aggie-Mas Fajar-Mas Taufiq yang akan menghadiri pertemuan ibu-ibu PKK
Mas Edy-Putri-Bella-Lufthy-Rizki-Ardy yang akan menghadiri pertemuan dengan kelompok Tani.

Tempat pertemuannya berbeda, sesampainya di rumah Pak Busri aku bingung karena ternyata ibu-ibu kader PKK sudah memenuhi rumah beliau, daaan.. motor-motor kami belum sempat dikeluarkan sebelum ibu-ibu berkumpul. Karena sungkan mengeluarkan motor, kami memutuskan untuk langsung beranjak ke tempat pertemuan masing-masing, tanpa makan siang terlebih dahulu. Aku pun langsung menempatkan diri di bagian yang kosong dari lingkaran pertemuan ibu-ibu PKK itu, dan rombongan Mas Edy,dkk pun berangkat ke tempat pertemuan di desa Lawang, agak ujung dari posisi rumah Pak Busri. beberapa saat ternyata rombongan satu nya balik lagi ke rumah Pak Busri, karena ternyata Nyasar dan gak menemukan tempat pertemuan yang dimaksud, akhirnya mereka pun tanya lagi ke Bu Lurah sebenarnya ke arah mana tempat pertemuannya. Sampai-sampai pertama kali kecapean jalan kaki di Pingit ini karena Nyasar tadi.

Cerita di Pertemuan PKK itu, ibu-ibu PKK itu sudah berkumpul cuma saja acara belum juga dimulai.
Kami menunggu, sambil mataku tertuju ke arah anak kecil ganteng yang masih berusia sekitar 10 bulan, lagi lucu-lucu nya. Aku pun pindah tempat duduk di dekat ibu muda itu, Ya, selayaknya baru kenal yang pertama aku tanya ya nama anaknya.. Nama anaknya itu Gio, dia aktif banget deh udah bisa jalan-jalan dan sukanya ketawa terus :)
Ternyata nama ibu muda ini, Mba Titi, beliau bilang kalo beliau jg pendatang baru di desa Pingit, beliau bilang sering ngeliat anak-anak KKN Undip, tapi mungkin kita nya aja yang nggak 'ngeh'. Mba Titi ngajak mampir ke rumah nya kalo aku nanti lewat sana. Dipertemuan itu kami mendapati Dusun Pingit Desa lagi ada mis-komunikasi terkait dana swadaya masyarakat untuk pembangunan infrastruktur jalan di desa tersebut, tapi itu lagi diklarifikasi oleh Bapak Kepala Dusun Pingit Deso di pertemuan itu.
Di lain pertemuan, ternyata ada insiden yang agak membuat shock teman-teman rombongan yang bertemu dengan Kelompok Tani. Mereka dikejutkan dengan reaksi agak emosional dari anggota kelompok Tani yang hadir, sepertinya permasalahan nya sama dengan yang tadi diklarifikasi oleh pak KaDus Pingit Desa. terutama Lufthy yang terlihat merasa tersudut oleh pertanyaan-pertanyaan dari anggota Kelompok Tani terkait proker nya Pembuatan Pupuk Alami. Tapi Subhanallah nya, Pak Busri sangat membantu teman-teman 'di sana', saat masyarakat menodong kami yang KKN ini untuk membuat peninggalan berupa infrastruktur pembangunan desa, termasuk terkait Pupuk itu juga..
Yah banyak bersyukur punya Kepala Desa yang sangat bisa diandalkan dan mengerti koondisi kami. :)

Hari Keempat.. (17 Januari 2014)
Hari ini, kita diajak latihan musik sama Mas Itung untuk acara peresmian Jalan di desa Lungge jam 1 siang ini. Yap,kita berangkat dan ternyata kita disana beberapa jam hanya terdiam menyimak band yang sedang persiapan tampil di peresmian jalan hr Sabtu besok (18/1) jam11 siang. Yaaah,karena kita bosen,kita minta ijin deh ke Mas Itung untuk pamit duluan.. yaah walaupun sebenarnya ada komunikasi yang salah di saat pamitan itu. Langsung pulang dan kita Istirahat.
Nggak terasa udah maghrib, dan ini adalah jam dimana akan datang banyak adek2 MI dan Mts yang tinggal di sekitar Posko KKN UNDIP yang akan minta diajarin belajar dan ngerjain tugas. yaah, beginilah nasib pengabdian masyarakat, walaupun ga ada di proker tetap namanya pengabdian masyarakat, apa yang bisa kami berikan untuk sekitar.. Lucu-lucu deh tingkah laku nya adek-adek satu ini, udah pada ganjen-ganjen.. Ya, tapi begitulah anak-anak, saya berusaha memahami lah ya..
Tapi senang nya malam itu dapat wejangan dari Umi, di masyarakat itu harus bisa cari banyak peluang kebaikan, termasuk kalo ada adek-adek kecil yang mampir ke posko juga, ajakin ngaji baca qur'an juga bisa :)

Hari Kelima..(18 Januari 2014)
Hari ini kita keliling lagi bagi tugas untuk ke MI, SMK, SDIT, MA di Desa Pingit..
Ada tiga rombongan.. ada cerita menarik hari ini, tapi TO BE CONTINUED dulu yaa :D

Selamat Istirahat semuaa

Rabu, 15 Januari 2014

KKN Pingit 2014.. (Part 1)

Ada 11 orang di kelompok kami..
Aggie selaku kordes,
Mas Edy selaku mas yang paling bijak (rasanya si begitu)
Mas Fajar selaku mas yang paling santaaai 
Mas Taufiq yang agak susah ditemui sebelum KKN ini dimulai
Ardy selaku anggota kelompok yang paling nyentrik karena postur tubuhnya yang beda sendiri
Rizki selaku anggota kelompok yang rasanya terlihat seperti adek (hhe. peace)
Putri Novi yg paling peduli, ceriaa dan jadi pencair suasana di saat KKN ini
Puteri Kesuma yang rasanya terlihat paling siap dengan penelitian skripsi nya di moment KKN ini
Lufthy yang cantik,ramah dan juga ternyata lumayan menguasai bahasa arab
Bella yang seru dan punya cara tertawa yang unik (menurutku)
dan aku yang sering di kamar sembari mengerjakan laporan PKL untuk segera di setor ke dosen pembimbing (eh, tapi ini lg blogging? hhe)

Kelompok ini akan bertahan selama 33 hari kedepan Mengabdi di Desa Pingit, Pringsurat,Temanggung. Yap.. dengan bermacam-macam tipe individu kami berusaha saling menghargai. terutama dengan kondisi akan serumah dalam jangka waktu sebulan dan akan bergantian kamar mandi dan jemuran (ya, taulah masa iya KKN kayak mau pindahan bawa semua barang pribadi? :))

Hari pertama..
Kami berangkat sekitar jam setengah tiga sore, sebenarnya ada 2 rombongan.
Lufthy-puteri-bella menaiki angkot (karena mau ke rumah lufthy dulu ambil tas bawaannya di sana)
Putri Novi-Aku, dan cowok-cowok yang naik motor (ini perjalanan di awali dari menunggu Putri Novi yang lagi disibukkan dengan data yang ia harus setor ke dosen).

Di perjalanan dengan naik motor ini, aku melewati jalur yg beda, jalur yang pemandangannya baguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus pake banget. nama wilayahnya kalo gak salah itu, Kampung Apung,Ambarawa. Daerah sawah dan dekat dengan Pegunungan. Di jakarta susah banget cari view bagus kayak gini.
dan tanpa terasa kita pun dihinggapi hujan, jadi harus berhenti sejenak untuk pake mantel hujan (first time pake mantel hujan yang baru.hhe). Perjalanan berlannjut hingga akhirnya kami sampai di rumah pak Kades, walaupun ada beberapa Insiden yang 'agak' mengagetkan, Aggie yang menabrak mobil box tapi beruntungnya dirinya masih bisa menahan agar tidak jatuh dan tersungkur di tanah, dan insiden aku yang panik hampir menabrak rizki karena saat belokan ke arah Pingit, cowok-cowok itu belok secara mendadak, aku yang kaget sampai teriak dan membuat yang lain heran. Lucu kalo inget kenapa akhirnya aku teriak.hhaa :D

Hari Pertama..
Sampai di rumah Pak Busri, ternyata rombongan angkot belum sampai, dan mereka ternyata nyasar karena tidak melewati jalur yang mereka pahami. kami pun menunggu mereka yang segera di jemput Aggie sang kordes.. yap, singkat cerita  mereka akhirnya sampai, dan kami serombongan pun segera beranjak ke rumah yang akan jadi posko KKN Desa Pingit itu. Setelah berbenah pun kami bersiap mandi dan kemudian makan malam bersama.

Malam pertama kami lewati dengan..
cewek-cewek di dalam kamar, ngobrol dan ada yang langsung tidur
sembari yang cowok-cowok masih asik gitaran sampe tengah malam bersama mas Itung pemilik rumah yang kami tempati.. (Mas Itung ini suara nya bagus loh, dan main gitarnya jago, kalah deh yang cowok-cowok KKN kelompok ini.hhe)

Hari Kedua..
Kami harusnya ikut upacara di kecamatan jam 9 PAGI! Noted! jam 9 pagi!
Dasar lagi pada kesiangan dan udara masih terasa sangat dingin menusuk tulang, alhasil yang lain pada telat mandi. kami pun baru selesai mandi dan bersiap makan sarapan itu sekitar jam setengah 9 (padahal kan Upacaranya jam 9.ckck). Makan pun menghabiskan waktu 30 menit, kemudian bergegas berangkat. 
Nah! ada kejadian lagi, lagi-lagi ini aku yang kena. aku lupa bawa helm yang aku letakkan di posko, walhasil dari 10 orang rombongan motor KKN Desa Pingit, aku satu-satunya orang yang gak pake helm dengan kondisi perjalanan yang cukup jauh dan melewati jalan raya nan ramai itu. 
Yap, di perjalanan ini aku sempat khawatir saat harus melewati kerumunan polisi yang sedang menghentikan beberapa kendaraan yang dirasa melanggar aturan lalu-lintas. Alhamdulillah nya, entah karena jaket KKN yang dianggap sakti ini (hhe) aku tidak diberhentikan oleh polisi itu. Wuaaaa. Lega.
Setelah kejadian itu, kami mampir ke pasar untuk membeli perkap yang kami butuhkan. lumayan rempong lihat cowok-cowok yang patungan beli wadah untuk baju kotor dan untuk baju bersih, sementara yang cewek-cewek hanya membeli perkap untuk menanggulangi hujan, payung dan jas hujan SAJA! hhe.lucu juga kelompok kami ini..
:)

to be continued yaa