Kamis, 04 Februari 2016

SKRIP sih..



Lagi pusing tapi kebanyakan santaiii.. emang bener istilah ini..

“Semua perkerjaan itu akan teras ringan, … kalau tidak dikerjakan” (hahahahahaahha)

Itu yang sedang terjadi beberapa bulan belakangan ini. Aku memikirkannya, tetapi belum banyak waktu yang ku alokasikan ke sana. Seringkali banyak mentoknya hanya sampai beban pikiran saja. Aku berusaha serius dan fokus, tapi begitulah niat selalu akan Allah uji keseriusan dan ketulusan nya. Datanglah hal lain yang terlihat menyenangkan dan bermanfaat bagi manusia satu ini, dan lagi, fokus ku teralihkan lagii.

Anehnya, kenapa diri ini sering membenturkan amanah akademik ini dengan tanggungan lainnya, sehingga saat sedang fokus pada skripsi ini rasanya aku jadi dzholim dengan yang lainnya. Hmm.. bukan begitu maksud hati, tapi apa daya otak belum bisa di multi tasking se-expert itu.

Mau maju ke dosen begitu banyaaak pertimbangan, tapi entah ini pertolongan Allah atau sebenarnya ujian dari Allah, moment ketemu dosen selalu begitu ringan terlewati, sungguh terlalu ringan, hingga kadang malah masih menyisakan tanya untuk progres ke depan. Di satu sisi udah gak enak dengan keluarga di rumah dan harus segera selesai, di sisi lain ketidakdekatan dengan dosen pembimbing jadi salah satu halangan. Life is never FLAT ~!

Kadang kalau menengok teman sejawat yang lain, ada yang lebih pelan progresnya dibanding diri sendiri, tapi apa iya mau cari pembenaran terus-terusan? Mau cari pemakluman terus-terusan? Ya janganlah ya. Ya Allah, lindungilah hamba dari sikap sombong karena mungkin hanya selangkah di depan beberapa teman hamba, jangan jadikan hamba lalai atas kebaikan yang telah Engkau hadirkan.aamiin.
 
April ya.. Progress selesai di APRIL insyaAllah.aamiin Ya Rabb, mampukan hamba-Mu ini.

Kau kan asal dari Pantulan bayangan itu



Bercermin adalah kegiatan tak terpisahkan dari hidup manusia saat ini, kegiatan ini sangat membantu manusia untuk sejenak bahkan ada yang sekilas saja, menilai kenampakan dirinya. Bagaimana penampilannya hari ini, bagaimana wajah nya hari ini, bagaimana senyumnya hari ini dan lain-lain.

Seperti bercermin, sebagai bagian dari da’wah yang berjama’ah ini, membina juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam hidup seorang da’i. Membina lebih dari satu orang untuk diarahkan menjadi pribadi yang senantiasa dan semakin taat kepada Allah.

Sebagai bagian yang tak terpisahkan, sudah beberapa pengalaman yang telah dilalui. Ada mereka yang begitu bersemangat untuk diarahkan, ada mereka yang sulit unutk diarahkan, pun ada juga yang tak tertarik bahkan cepat bosan saat diarahkan dan dibina.

Bukan, membina tak selalu tentang objek nya, yakni binaan kita masing-masing. Tetapi membina juga tentang sang subjek, yakni kita sebagai murobbi. Bukankah mereka (red;binaan kita), adalah hasil pantulan bayangan kita? Bukankah kita yang juga sesungguhnya sedang Allah bina melalui binaan-binaan yang dititipkan pada kita?

Penulis termasuk yang sangat dengan kuat, meyakini bahwa Allah selalu menitipkan binaan halaqoh kepada kita sesuai dengan kekurangan kita. Banyak mereka yang binaannya lebih baik hafalannya dibanding sang murobbi, banyak juga yang binaannya lebih telat dari sang murobbi nya, ada juga yang binaannya terlampau sering galau tentang jodoh melebihi galaunya sang murobbi yang justru 3 bahkan 4 tahun lebih tua usianya dibanding binaannya. Banyak! Banyak kisah seperti itu. Dan itu semua bukan kebetulan. Allah punya maksud atas itu semua.

Mungkin juga ada murobbi yang tiba-tiba terlihat lebih anggun dan lebih serius dibanding biasanya saat berjumpa dengan binaannya, dimana dia sedang berusaha nampak baik dihadapan mereka yang dibinanya. Bukan nya Allah justru melihat kita disaat kita sedang bersama atau tak sedang bersama binaan kita? Baiknya kita bukan hanya saat ada orang banyak, hai murobbi! Allah menyaksikan segala perbuatan dan lintasan hati mu.

Sebagai murobbi, pihak yang diteladani, bukankah kita seharusnya menjadikan titipan Allah (red;binaan kita) sebagai alarm diri kita pribadi? Ya, karena sesungguhnya kitalah asal pantulan bayangan yang nampak pada binaan-binaan kita.

*reminder as murobbi*

Kita hanya perlu (selalu) Meyakini-Nya..

kisah berhikmah tentang Mita..
 
Sudah setahun lebih Mita menjalani nya, amanah yang ternyata sudah Allah siapkan bagi Mita agar lebih banyak berbenah diri, lebih hikmad lagi dalam ketaatan dan lebih bersegera dalam menyambut peluang amal. Dan setelah penantian panjang itu, Mita yang berharap agar penyerahan estafet itu sesegera mungkin dilakukan, karena ada kekhawatiran Mita yang masih mempunyai beban akademik itu akan jadi zolim entah terhadap amanah itu ataupun perihal akademiknya.

Sudah terdengar akan adanya pergantian itu, Mita akan dengan senang hati segera memfokuskan diri menyelesaikan amanah tersebut dan beralih ke amanah selanjutnya yakni akademik. Tapi begitulah takdir, selalu Allah hadirkan untuk menguji niatan amal hamba-Nya. Mita diuji, lagi, dengan kabar dipendingnya pergantian amanah itu. Diuji, lagi, dengan niatan nya sesegera mungkin melepas amanah itu. Allah Maha Tau segala yang disembunyikan hamba-Nya, bahkan yang ada di dalam hati kecil sekalipun. Mita sedih, ia merasa ada ketidakadilan dalam penundaan pergantian itu, tapi apa yang bisa ia lakukan? Bukan dia yang memilih amanah itu, tetapi Allah lah yang memilihkan amanah itu untuknya.

Mita yang sedih pun menangis, bukan, ia bukan lagi meratapi mengapa harus putusan terburuk - yang ia sebenarnya telah duga- itu yang terjadi, tapi ia sedang memutar otak bagaimana meneruskan sisa amanah yang belum terselesaikan itu hingga Allah menjadikannya kemudian berpindah pundak. Ia merasa banyak yang tak seimbang dalam dirinya. Mita merasakan lagi yang dikhawatirkan sahabat Abu Bakar Ash-shiddiq sehingga kemudian beliau berdoa kepada Allah,

“Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka”

Mita juga sedang berpikir keras, bagaimana agar dia bisa tetap menyelesaikan akademiknya tepat pada waktunya tanpa kemudian terlihat mengabaikan amanah nya yang masih dia tanggung itu. Berat dan sesak, itulah yang dirasakan dalam sanubari nya, tapi begitulah manusia dengan mudahnya dibuat berpaling dari segala takdir terbaik Rabb-nya, dikarenakan kekhawatiran yang bersifat duniawi dan rencanya yang tak lebih canggih dari Kuasa Allahu Rabbuna. Ia sedang mengarahkan segala konsentrasi otak dan hatinya agar sesuai dengan mau-Nya Allah. Mita sedang mencerna, terus berusaha mencerna, apa sebenarnya maksud Allah menghadirkan segala yang nampak seperti ujian itu kehadapannya.

“Subhanallah.. Subhanallah.. Subhanallah..Subhanallah..”
“Maha Suci Allah.. Maha Suci Allah.. Maha Suci Allah.. Maha Suci Allah..”
“Maha Suci Allah dari segala kesalahan.. Maha Suci Allah dari ketidaktelitian perhitungan atas takdir hamba-Nya.. Maha Suci Allah dari kekeliruan atas setiap detail urusan hamba-Nya.. Maha Suci Allah..”

 Ya.. Mita menyimpulkan, bahwa kita hanya perlu (selalu) meyakini-Nya. Meyakini bahwa tak akan pernah ada kesalahan dari setiap perhitungan Allah, dari setiap keputusan Allah, dari setiap takdir anak manusia yang Allah tentukan. Wahai hamba-Nya yang selalu berusaha taat, kamu hanya perlu (selalu) menyakini-Nya, tanpa pernah berhenti, sejenakpun.

Sabtu, 28 November 2015

Mengurai Hikmah (1)

Lama tak menyapa lapak ini.. lagi tersibukkan dengan kondisi nyata yang begitu memberi banyak hikmah.. tak terhitung cerita hikmah yang begitu banyak dan tak habis diurai..

Baru Tanggal 22 atau sekitar 21 Nov 2015, pekan ini aku mendapatkan tawaran kerja menjadi Notulen acara konvensi selama 3 hari di Hotel Grand Candi, Jl. Sisingamangaraja Semarang, menjadi panitia tambahan DPU DT, dimana (ternyata) DTI salah satu anak organisasi Daarut Tauhid merupakan EO dari konvensi tersebut. Acara featuring KPK RI (ternyata).

Awalnya dengan fee yang cukup besar perhari nya (150k), aku pikir ada saudaraku yang lebih membutuhkan uang ini, tak langsung kuiyakan tawaran ini, tetapi aku ajukan kepada beberapa saudara dekatku, mungkin mereka lebih membutuhkan, namun entah kenapa yang kuanggap butuh ternyata berhalangan dan tak bersedia mengambilnya, akhirnya akupun yang mengiyakan tawaran ini. dan aku pun mengagendakan full selama hari rabu,kamis jumat ini aku full kerja di acara tersebut.

Aku yang hadir disana saat hari pertama, tak begitu paham acara macam apa yang akan aku catat perjalanan rapat komisi nya. Yang hanya aku sadari ini adalah acara Rembuk Integritas Nasional. pekerjaan pertama saat aku baru sampai di wilayah acara itu adalah menjadi penjaga registrasi, dari peserta rembukan yang (ternyata lagi) bukanlah peserta lokal semarang atau Jawa Tengah saja, namun se-Indonesia dari berbagai Instansi Pemerintah maupun BUMN.

Di hari pertama hingga pertengahan hari aku belum melaksanakan tugasku menjadi notulen di rapat komisi acara tersebut, karena saat pembukaan acara pun aku tak berada di dalam ruangan,justru menunggu di luar sembari ngobrol ngalor ngidul dengan salah satu panitia dari DTI Bandung.  Tapi begitu komisi sudah terbagi, dan para notulen mulai ambil posisi, aku mulai agak bingung komisi mana yang akan aku (asal) pilih. Aku pun karena merasa Komisi V ini merupakan ruangan yang agak terasing lokasinya,khawatir jika tak segera dari notulen masuk ke ruang tersebut notulen yang menyusul akan kebingungan menemukan letak ruang Komisi V ini. Aku pun mengambil peran untuk jadi notulen di Komisi V. 

dan mulailah pembahasan seru ini dimulai..
pembahasan tentang Panduan Pengendalian Strategis Korupsi, Kolusi dan Nepotisme..

Selasa, 19 Mei 2015

Pernikahan?

Tema itu sedang tiba-tiba hangat diperbincangkan, akibat sebuah tugas essay memandang pernikahan dalam sudut pandang yang tak biasa bagi seorang 'akhwat'..

Banyak kata-kata mengena dalam perbincangan hangat kajian sore itu :
  1. Sebagai bagian dari yang sudah terikat dengan jama'ah, maka orientasi menikah kita tuntunannya ada 3, yakni sesuai dengan Al-Qur'an, Hadits, dan Manhaj Da'wah.
  2. Sebagai seorang yang berjam'ah pasti dan sangat wajar jika menginginkan calon pendamping yang juga seorang aktivis di jama'ah ini. Bercita-cita tinggi untuk mendapatkan jodoh terbaik sangatlah perlu. Namun kita sebagai wanita yang ruang untuk memilih pasangan lazimnya hanya pada bagian menerima atau menolak, harusnya tetap menyiapkan secara mental jika Allah menjadikan jodoh kita ternyata bukanlah orang yang aktivis seperti kita, namun hanif dan bisa diajak untuk mendukung da'wah.
  3. Pun saat ternyata menikah dengan yang sama-sama aktivis da'wah pun masih saja akan banyak ditemui kejutan-kejutan atau bahkan mungkin kekurangan-kekurangan dari pasangan kita. Maka bersiaplah terhadap hal-hal itu, jangan berekspektasi terlalu tinggi kepada yang sesama manusia, walaupun yang sama-sama sudah mengenal da;wah sekalipun.
  4. Komunikasikan terhadap murobbi tawaran yang hadir agar hak murobbi sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap sikap kita dalam satu jama'ah ini terpenuhi, diskusikan dan minta pertimbangan dari beliau terkait tawaran yang datang. Perhatikan pula sebab-sebab jodoh tersebut datang kepada kita, apakah dengan cara yang benar lagi terhormat atau tidak.

Banyak tentunya harapan-harapan yang muncul dan melambung terkait mengahampirinya jodoh terbaik bagi setiap diri kita, namun sebagai hamba yang meyakini benar bahwa takdir Allah adalah yang terbaik harus selalu punya tempat di hati-hati kita, agar saat ekspektasi tidak setara bertemu dengan nyata, bukan penyesalan yang hadir namun husnudzon dan upaya terbaik mensyukuri nikmat Allah lah yang mengiringi perjalanan selanjutnya. aamiin..

*menunggu takdir yang datang tanpa menunggu kesiapan kita*

Tak ada mantan..

Rekomposisi halaqoh menghampiri lagi, ada yang kemudian berpindah pergi, adapula yang berpindah nya adalah bergabung..

bukan berarti saat telah berganti, murobbi mu sebelum ini adalah mantan. dan mutarobbimu sebelum ini juga kausebut mantan..

tak ada lah.. mantan murobbi ataupun mantan mutarobbi..
jejak-jejak kebaikan itu akan terus mengalir, pelajaran-pelajaran berharga itupun akan tetap membekas dalam perjalanan hidup masing-masing keduanya.

Maka jika sampai waktunya kau berpapasan dengannya, sapalah ia karena ia tetap murobbi mu, karena ia tetap mutarobbimu..

*Salam cinta, sampai berkumpul lagi di surgaNya*

..Hidayah itu Kuasa Allah kok (teruntuk Mu'adz)..

Mu'adz, adik paling ganteng
Belum lagi aku sempat pulang ke rumah untuk bertemu dengan keluarga, telpon dan komunikasi jarak jauh tak pernah aku tinggalkan.. perbincangan tentang kondisi seisi rumah akan jadi hal yang selalu aku tunggu perkembangannya. Tentang Hafshah yang sedang mencari kampus untuk melanjutkan kuliah, tentang Mu'adz yang sikap 'banyak mencari perhatian' nya selalu menggegerkan rumah dan juga sejagad SMPIT nya terutama namanya akan sering diulang-ulang oleh guru-guru yang mengajar kelas 3 SMP (Kelas IX) tersebut.

Mu'adz, adik yang selalu membuatku kangen. Adik yang selalu membuatku ingin pulang dan ingin banyak meluangkan waktu untuk diskusi dan menasehati. Adik yang lumayan mencuri perhatianku walaupun aku kini di Semarang. Adik yang dengan kelakuannya itu sering membuat kedua orang tuaku pusing bukan main dan berkali-kali dipanggil pihak sekolah untuk klarifikasi permasalahan yang melibatkan Mu'adz dengan beberapa pihak di sekolah.

Tapi taukah? aku mendengar kisah yang berbeda kini dari umi tentang adikku yang paling ganteng ini. Katanya tiba-tiba ia mulai bersikap berbeda, berbeda ke arah yang lebih baik. Ia mulia mau meminta maaf terlebih dulu atas kesalahannya kepada umi, mulai mau terbuka dan jujur kepada umi atas kelakuan nakalnya sebelum lulus SD, mulai menyadari betul bahwa ia harus mencari teman-teman yang sholeh dan bukan yang hany sekedar memanfaatkan dirinya dan apa yang dia punya, mulai membuka diri dengan teman-teman dan gurunya, bahkan mulai berinisiatif untuk memberikan hadiah kepada guru yang akhir-akhir ini begitu bersikap baik kepadanya.

Allah, Engkaulah yang berkuasa membolak balik hati manusia, membalik kecenderungan hati dari yang tadinya kepada keburukan beralih kepada kebaikan. Engkau yang berKuasa, Ya Allah. Perkenankanlah doa-doa terbaik kami sekeluarga untuk adik lelaki kami Mu'adz, segeralah pertemukan dia dengan lingkungan sekolah yang sholih, dan sahabat-sahabat yang penuh perhatian dan selalu menjaganya dalam kebaikan dan ketaatan kepadaMu, Ya Allah. aamiin.

Semoga seterusnya, yang kakakmu dengar adalah kabar bahagia dari mu..

*menunggu hasil nilai UN SMP dan Pengumuman Penerimaan SMA/MAN* :)