Tampilkan postingan dengan label Mee. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mee. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Januari 2019

Passion



Punya kegiatan yang rela banget dikerjain sampe begadang-begadang ga jelas?

Punya ga kegiatan yang tiap dilakukan, nggak sadar seolah waktu berlalu begitu cepat?

Punya ga kegiatan yang meski sering dapet deadline saat ngerjainnya tapi ga bikin bete?

Punya ga kegiatan yang bikin kamu ngerasa gak ngantuk saat ngerjain sesuatu ini, malah bikin kamu full konsentrasi dan excited?

Aku punya bangeets !!! Desain Grafis, jawabannya.

Dan aku baru ngeh beberapa tahun terakhir kalo ini ternyata passion ku. Cuma belom punya jalur profesional untuk memanfaatkannya. Sejauh ini, baru jadi amal jariyah aja bantu-bantu bikinin desain untuk da'wah, belum jadi sumber penghasilan menjanjikan.

Tapi, melihat orang lain (lembaga da'wah) merasa terbantu dengan hasil desain kita pun udah bikin seneng banget. Semoga, meski ga fokus dunia, minimal ada pahala yang dikit-dikit mengalir dari pemanfaatan passion kita kan?

Daripada udah begadang-ga keruan ternyata ga bernilai pahala.. hhehehe

Kalo passion mu, udh bisa bermanfaat sejauh apa?

@30haribercerita #30hbc1915#desaingrafismuslim #desaingrafis


.
Foto : itu hasil desain ku saat diminta oleh beberapa orang yang mau buat acara kajian gitu. Jadi udah lewat yaak acara nyaaa

Minggu, 25 Februari 2018

Mempunyai Impian itu Hak kita, dan Pengabulannya adalah Kuasa Allah

Pernah kah kalian melihat bahkan mungkin mengalami sendiri, orang lain yang menyangsikan atau bahkan sampai ikut men-jugde cita-cita dan harapan besar dirimu atau orang-orang terdekatmu? Bagaimana perasaan kalian saat terjadi hal itu? Mungkin sedih, kesal atau bahkan justru menjadi tidak lagi pe-de (percaya diri) dikarenakan penghakiman pihak lain terhadap segala upaya diri kita dalam menggapai impian tersebut. Padahal bukankah Cita-cita itu milik kita? Kita lah yang lebih tau sampai batas mana upaya tersebut sudah kita optimalkan.

Jujur, saya suka menulis. Apalagi menulis di saat banyak hal yang mengganggu pikiran, bahkan parahnya saya pernah menulis karena ingin membuat sindiran untuk seseorang (hehehe), rasanya ingin semua unek-unek itu tertuang dalam tulisan, hingga tak hanya jadi keluhan namun juga jadi renungan.

Ingat sekali, awal mula merasa sangat terbantu dengan menulis, saat kelas 4 SD (kalau tidak salah). Ada tragedi yang terjadi membuat saya tak henti menangis ketakutan, namun seketika air mata berhenti setelah semua curhatan itu tertuang di buku tulis.

Setelahnya mulailah SMP saya membuat blog dan meneruskan menulis segala kegelisahan saya di sana. Kebiasaan ini pun berlanjut hingga saya kuliah, tumpah ruah semua rasa tercurah di diary digital saya. Tanpa sadar, kebiasaan menulis ini mulai menumbuhkan benih-benih impian saya menjadi seorang wartawan/ reporter. Meskipun saat itu belum pernah ada kesempatan bagi saya untuk mendekati atau mendalami jurnalistik sebagai bagian dari profesi itu.

Setelah lulus kuliah, kesadaran ingin menjadi seorang reporter pun mulai mendapatkan peluangnya.

Minggu, 12 Februari 2017

Orientasi..

Orientasi.
Apa arti orientasi?
bisakah kita samakan dengan arti niatan dalam berbuat sesuatu?

Menuju dunia yang sesungguhnya (red; Pasca Kampus), banyak hal yang mulai menghantui. Umumnya adalah tentang pekerjaan dan khususnya adalah tentang pernikahan. Yah kita skip dulu bagian tentang pernikahan ya...

Pekerjaan..
Sarjana yang baru saja lulus, sering mengalami kegalauan dan kekhawatiran berlebihan tentang ini. Apakah aku termasuk? Ya.. hal ini juga menjadi bagian yang sempat aku khawatirkan. Terlebih aku juga punya saudara kandung yang juga tak selang sebulan aku wisuda, ia juga diwisuda. Ini secara tak langsung jadi perihal yang memancing rasa persaingan antara aku dan adikku ini. Dia yang begitu semangat mencari pekerjaan dengan bolak-balik mencari informasi di Internet, tentang lowongan pekerjaan untuk fresh graduate atau pun perusahaan yang membuka rekrutmen untuk MT (Management Trainee). Sedangkan aku, tak segercep (gercep; gerak cepat) itu mencari-cari info lowongan. Bukan berarti aku tak mencari ya, hanya tak sesering adikku saat mencari info lowongan kerja. 

Lahir di keluarga yang cukup Islami, dengan ibu sebagai seorang pegawai BUMN, cukup banyak berpengaruh terhadap cara pandang hidup kami (anak-anaknya).

Rabu, 18 Januari 2017

Keberpihakan

Beberapa hari ini, fenomena yang sedang berseliweran di hadapan saya membuat saya tergelitik untuk menulis blog lagi dengan tema ini.. "Keberpihakan"..

Sebagai manusia yang dikaruniai akal, dan juga telah menempuh pendidikan baik itu di bangku sekolah maupun dari pengalaman di lingkungan keluarga, pastilah hidup (latar belakang) kita sangat amat berperan membentuk sebuah persepsi masing-masing pribadi kita. Persepsi pribadi itulah yang kemudian terwujud menjadi sebuah KEBERPIHAKAN. 

Tentu sebuah sunnatullah adanya perbedaan dalam setiap lembaran perjalanan hidup manusia. Pun terkait hal sederhana semisal ,menentukan apakah sebuah pernyataan adalah kebenaran ataukah kebohongan, pasti dengan berbagai sudut pandang persepsi akan didapati berbagai macam kesimpulan dan keberpihakan yang berbeda-beda.

Baru-baru ini saya menyimak pernyataan dan analisis dari seorang Akademisi Filsafat FIB UI, Bapak Rocky Gerung, yang diundang hadir dalam sebuah Sesi Indonesia Lawyer Club. Pernyataan beliau cukup lugas dan sangat jelas. Argumen yang beliau sampaikan pun juga cukup masuk akal, ilmiah karena beliau adalah seorang dosen yang telah lama di-didik untuk berpikir sistematis dan ilmiah. Mari tengok sejenak pernyataan beliau di ILC Edisi 17 Januari 2017 (Lengkapnya bisa di cek di sini https://www.youtube.com/watch?v=DSR7c85wgqE ).

Minggu, 01 Januari 2017

Menyanyi..

Untaian nada.. terangkai menjadi lagu..
dendangan lagu.. merangkai rasa dalam kata-kata..
yang tak bisa kau ungkapkan.. dapat kau gambarkan melalui nya..

Nyanyian hati.. gambaran rasa.. terangkai dalam nada..
biarkan hati bicara dengan cara nya..
dan menyanyi menjadi pilihannya..

senyum.. tangis nya tergambar dari nada dan kata yang terangkai..
itulah obat sementara pelepas gejolak rasa..

namun ingatlah untuk kembali pada realita, peluklah pahit dan manis yang kau rasa..
agar dirimu lepas dan lapang dada..

Menyanyi, ekpresi hati, diri ini..

*love singing*
My Favorite Singer Ever! (TULUS)

Selasa, 27 Desember 2016

Terjebak Lagi di KAMMI Part.II (Jika Ia Takdirmu, Maka Takkan Pernah Tertukar)

Setelah selesai berkutat dengan KAMMI komisariat MIPA, perjalanan amanah saya di KAMMI tak berhenti di situ. Tawaran amanah datang lagi, pinangan untuk menjadi staf Dept. Kaderisasi KAMMI Semarang datang. Awalnya ingin menolak, tapi.. apa daya InsyaAllah ini akan membuat saya lebih produktif beramal. Ini memang salah satu bidang keahlian saya, Kaderisasi, jadi tawaran ini pun saya rasa cocok dengan kecondongan saya, Bismilah saya terima pinangan itu. ....

Muslimah, sadari kelemahan mu..

Kelemahan pria adalah ada pandangan mata nya..
sementara kelemahan wanita adalah pada pendengarannya..

maka para pria akan mudah teralihkan perhatiannya saat melihat seseorang yang cantik dan indah dipandang mata..
sementara wanita, akan mudah jatuh hati saat dihampiri pujian bertubi-tubi..

kau muslimah yang cantik dan menarik, jagalah dirimu, jagalah izzah mu..
meski pendengaranmu dihampiri pujian bertubi-tubi, harapan-harapan yang mulai melambung tinggi..
sadarilah kelemahanmu.

Belum tentu segala yang telah membuai hati mu adalah apa yang terbaik yang telah Allah siapkan untukmu..
bersiaplah menata diri, menata hati..
tunjukan pada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman bahwa keshalihan dirimu tak perlu pudar karena alasan rasa, bahkan karena alasan manusia biasa..
kuatkan hatimu, ada Allah beserta takdir terbaik yang menantimu..

Kau tak kuasa menahan sedih atas bedanya realita dengan angan..
tenang, tak hanya dirimu yang pernah merasakannya..
banyak pula kaum hawa di belahan bumi sana yang juga sempat merasakannya..

namun tak ingin kah kau berbeda? menjadi yang kokoh dan justru semakin menghamba..
Kepada Rabb pemilik segala Kuasa, yang Perhitungan takdirnya tak akan pernah SALAH bahkan TERSIA-SIA.

Muslimah, jadilah KUAT! :)

Indonesia.. Aku cinta, Namun Kini Aku Bingung..

Lingkaran hari itu kami memulainya seperti biasa, Tasmi' At-Tahrim halaman kedua, kemudian Hafalan Quran mutabadilain, dan sampailah pada baramij pembacaan berita. 

Dimulailah diskusi keresahan kami, diawali dari aku yang penasaran tentang berita warga Tiongkok yang berbondong-bondong datang menjadi pekerja asing di Indonesia, diskusi itu dimulai. Berita itu tak banyak jadi sorotan publik, bahkan rasa-rasa nya belum pernah sekalipun aku melihat pemerintah menanggapi isu tersebut.

Rabu, 14 Desember 2016

Aku itu Peduli

Kamu diam, aku yang mulai bicara..
Kamu sendiri, aku yang lebih dulu mendekati..
Kamu hilang, aku yang khawatir bukan kepalang..
Kamu mellow, aku yang berusaha terlihat lebih strong..

Aku itu beda banget sama kamu..
Kalau capek, 'mereka' mungkin banyak yang akan lebih dulu menyerah berhadapan dengan orang seperti kamu..
Tapi aku bukan bagian 'mereka'..
Aku tau, mendiamkanmu akan membuatmu makin tenggelam..
Aku tau, meninggalkanmu akan membuatmu makin bersedih..
Aku tau, mengacuhkanmu akan membuatmu makin tersisihkan..
Aku tau, ikut menangis di depan mu akan membuatmu seolah tak melihat harapan..

Aku itu peduli, bukan sedang mengasihani.. 
*sahabat

Senin, 05 Desember 2016

Menghitung Mundur~

LPJ dan Musyawarah Daerah KAMMI Semarang 2014-2016 tinggal menghitung hari..
Semoga Allah melimpahkan berkah atas setiap kerja-kerja dan ikhtiar kita ya gengs..

Kepada Para pengurus yang tetap mengupayakan khusnul khotimah di akhir kepengurusan, semoga Allah mudahkan hajat-hajat kebaikan kalian.

Pengurus Harian

Jambore Ukhuwah
Panitia Jambore Ukhuwah 2016
Lagii.. Jambore Ukhuwah


(Aku Tak) Sendiri~~

Sendiri..
merasa seakan sepi, padahal riuh ramai mengelilingi..
kadang terbesit, aku terlalu keras mengikhtiarkan semua ini..
ingin bertanya, Mengapa tak ada gayung bersambut atas setiap inisiatif diri?
apa harus aku yang menanggung sendiri?

Aku butuh juga pundak untuk bersandar,
sejenak atas rasa lelah hati yang mulai tersebar..
hei, kau ini hanya sedang ber-ikhtiar..
rasa lelah itu adalah wajar..


Ingat ingat lagi, untuk siapa sebenarnya semua amal ini?
apakah untuk penghargaan pandangan manusia atas diri?
apakah untuk senyum puas manusia yang kau cintai?
ataukah semua ini, untuk mengharap ridho Sang Ilahi?
Kukira logika imani, harusnya memilih ilahi di atas segala hasrat semu duniawi..

Aku tak sendiri, semua diri yang 'mengimani' sedang berikhtiar mengharapkan Ridho Ilahi..
Biarkan Allah saja yang mampu menyemangati dengan segenap perhitungannya yang Maha Adil..

*Wisma Khansa Gen 2*

Perjalanan Skripsi~

Lama tak jumpa, blog kuu..

Alhamdulillah sudah sidang skripsi tanggal 3 November 2016 (Kamis).. kata orang sih sudah S.Si (sarjana sains) walaupun belum resmi (yudisium atau wisuda). Tapi over all, perjalanan skripsi berakhir dengan melegakan. Bahkan sempat ada tangis bahagia sesaat keluar dari ruang sidang itu, bukan karena dosen yang menyeramkan, tapi karena teringat wajah teduh yang menanti kabar baik ini sejak lama, Umiku sayang. :)

Banyak yang hadir menunggu aku keluar dari ruang sidang, bahagia rasanya dapat support sebanyak itu :)
Bikin seneng pas liat mereka nungguin :)
Best friend kesayangaaan

Kamis, 04 Februari 2016

Nonton di Bioskop



Akhir tahun 2015 dan awal 2016 ini, banyak uang yang aku sisihkan untuk pergi nonton ke bioskop. Perlu kalian ketahui, tahun 2015 awal bulan Januari adalah kedua kalinya selama umur 22th aku mendatangi bioskop. Dan untuk ke tiga, ke empat dan ke lima kalinya aku di awal tahun 2016 datang lagi untuk menonton film di bioskop.

Masih ada lho yang anti-banget nonton film di bioskop. Ya, itu pilihan masing-masing, kalau aku pribadi si semua dikembalikan kepada niat, apakah niat yang mendasari mu akhirnya memilih nonton di bioskop di banding di rumah dengan laptopmu? That’s the point! NIAT!

Sering aku mendengar pendapat bahwa bagus tidaknya film yang telah diproduksi, dilihat dari berapa lamanya film tersebut tayang di bioskop, semakin lama film itu bertengger di jajaran ‘Now Playing’, semakin berhasil film itu di mata masyarakat umumnya dan pihak bioskop pada khususnya.

Ada banyak film Indonesia yang bagus di Tahun 2016 ini, maksudku film bagus adalah film baik yang akan aku rekomendasikan kepada semua muslim di Indonesia untuk memastikan diri menontonnya.

Diantaranya ada film Bulan Terbelah di Langit Amerika, Ketika Mas Gagah Pergi The Movie, Pesantren Impian, Love Sparkling in Korea..

Film-film Indonesia sudah seharusnya lebih banyak memberi nilai, di luar nilai-nilai sempit memaknai cinta yang dibahasnya melulu hanya cinta lawan jenis. Perlu juga didorong film-film Islam yang nilainya universal (misal; tentang keluarga, hidayah hijah,dll), agar identitas sebagai negara dengan Muslim terbanyak di dunia bisa tergaung dengan lantang lagi, dengan salah satunya melalui sarana film ini.

Sudah tentu dan takkan bisa dihindari lagi da’wah,menebar kebaikan, menggunakan metode film ini, ini adalah salah satu ranah strategis bagi da’wah, walaupun  dari segi finansial masih banyak hambatan.

It’s okay buat mendukung da’wah di ranah hiburan khususnya film (:

SKRIP sih..



Lagi pusing tapi kebanyakan santaiii.. emang bener istilah ini..

“Semua perkerjaan itu akan teras ringan, … kalau tidak dikerjakan” (hahahahahaahha)

Itu yang sedang terjadi beberapa bulan belakangan ini. Aku memikirkannya, tetapi belum banyak waktu yang ku alokasikan ke sana. Seringkali banyak mentoknya hanya sampai beban pikiran saja. Aku berusaha serius dan fokus, tapi begitulah niat selalu akan Allah uji keseriusan dan ketulusan nya. Datanglah hal lain yang terlihat menyenangkan dan bermanfaat bagi manusia satu ini, dan lagi, fokus ku teralihkan lagii.

Anehnya, kenapa diri ini sering membenturkan amanah akademik ini dengan tanggungan lainnya, sehingga saat sedang fokus pada skripsi ini rasanya aku jadi dzholim dengan yang lainnya. Hmm.. bukan begitu maksud hati, tapi apa daya otak belum bisa di multi tasking se-expert itu.

Mau maju ke dosen begitu banyaaak pertimbangan, tapi entah ini pertolongan Allah atau sebenarnya ujian dari Allah, moment ketemu dosen selalu begitu ringan terlewati, sungguh terlalu ringan, hingga kadang malah masih menyisakan tanya untuk progres ke depan. Di satu sisi udah gak enak dengan keluarga di rumah dan harus segera selesai, di sisi lain ketidakdekatan dengan dosen pembimbing jadi salah satu halangan. Life is never FLAT ~!

Kadang kalau menengok teman sejawat yang lain, ada yang lebih pelan progresnya dibanding diri sendiri, tapi apa iya mau cari pembenaran terus-terusan? Mau cari pemakluman terus-terusan? Ya janganlah ya. Ya Allah, lindungilah hamba dari sikap sombong karena mungkin hanya selangkah di depan beberapa teman hamba, jangan jadikan hamba lalai atas kebaikan yang telah Engkau hadirkan.aamiin.
 
April ya.. Progress selesai di APRIL insyaAllah.aamiin Ya Rabb, mampukan hamba-Mu ini.

Selasa, 19 Mei 2015

Pernikahan?

Tema itu sedang tiba-tiba hangat diperbincangkan, akibat sebuah tugas essay memandang pernikahan dalam sudut pandang yang tak biasa bagi seorang 'akhwat'..

Banyak kata-kata mengena dalam perbincangan hangat kajian sore itu :
  1. Sebagai bagian dari yang sudah terikat dengan jama'ah, maka orientasi menikah kita tuntunannya ada 3, yakni sesuai dengan Al-Qur'an, Hadits, dan Manhaj Da'wah.
  2. Sebagai seorang yang berjam'ah pasti dan sangat wajar jika menginginkan calon pendamping yang juga seorang aktivis di jama'ah ini. Bercita-cita tinggi untuk mendapatkan jodoh terbaik sangatlah perlu. Namun kita sebagai wanita yang ruang untuk memilih pasangan lazimnya hanya pada bagian menerima atau menolak, harusnya tetap menyiapkan secara mental jika Allah menjadikan jodoh kita ternyata bukanlah orang yang aktivis seperti kita, namun hanif dan bisa diajak untuk mendukung da'wah.
  3. Pun saat ternyata menikah dengan yang sama-sama aktivis da'wah pun masih saja akan banyak ditemui kejutan-kejutan atau bahkan mungkin kekurangan-kekurangan dari pasangan kita. Maka bersiaplah terhadap hal-hal itu, jangan berekspektasi terlalu tinggi kepada yang sesama manusia, walaupun yang sama-sama sudah mengenal da;wah sekalipun.
  4. Komunikasikan terhadap murobbi tawaran yang hadir agar hak murobbi sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap sikap kita dalam satu jama'ah ini terpenuhi, diskusikan dan minta pertimbangan dari beliau terkait tawaran yang datang. Perhatikan pula sebab-sebab jodoh tersebut datang kepada kita, apakah dengan cara yang benar lagi terhormat atau tidak.

Banyak tentunya harapan-harapan yang muncul dan melambung terkait mengahampirinya jodoh terbaik bagi setiap diri kita, namun sebagai hamba yang meyakini benar bahwa takdir Allah adalah yang terbaik harus selalu punya tempat di hati-hati kita, agar saat ekspektasi tidak setara bertemu dengan nyata, bukan penyesalan yang hadir namun husnudzon dan upaya terbaik mensyukuri nikmat Allah lah yang mengiringi perjalanan selanjutnya. aamiin..

*menunggu takdir yang datang tanpa menunggu kesiapan kita*

Minggu, 04 Januari 2015

Egois, tidakkah itu terlalu kasar?

Terlalu kasar rasanya jika men-judge diri ini dengan kata-kata itu
Iyakah diri ini egois?
aku hanya ingin menyelesaikan apa yang dulu aku relakan untuk terlantar sementara waktu
tak boleh kah?

Ah, Egois, kata yang rasanya begitu kasar.
bukankah sudah saatnya aku juga sama seperti yang lain?
menyongsong gelar itu dengan segera
sekuat kemampuan ku, seoptimal usaha dan waktu yang ku punya

Kamis, 01 Januari 2015

Nonton Film Assalamualaikum Beijing

Poster Assalamualaikum Beijing

Kamis,1 Januari 2015 pukul 16.20 di Cinema 21 Mall Citraland,Semarang..

Akhirnya, kesampean juga nonton film ini, walaupun awalnya berniat untuk baca novelnya dulu aja sebelum liat filmnya. Tapi apa daya, makin kesemsem dan penasaran dengan jalan cerita Islami- Romantis yang ditawarkan Bunda Asma Nadia.. Check it Out!

Diawali dari kisah patah hati Asma, yang dikhianati calon suaminya di saat tinggal menghitung mundur hari pernikahan mereka. Terlihat tegar dan tegas sikap yang diambil sosok Asma di sini.

Lalu scene langsung beralih ke Beijing, dikarenakan Asma yang mendapat penempatan di sana sebagai koresponden kantor dari Indonesia, yap sebagai seorang penulis di sebuah kolom di koran nasional.

Pertama menjelajah Beijing sendirian, disinilah Asma mulai tak sengaja bertemu dengan Zhong Hwen (bgini penulisannya kira-kira), yang baru sebentar berkenalan dan langsung memberikan buku dongeng berbahasa mandarin ke Asma, buku dongeng legenda dari Yunan tentang seorang Ashima.

Cerita mengalir hingga konflik memuncak antara Zhong Hwen, Asma dan Dewa. Silahkan dicek sendiri bagaimana Cinta menemukan Asma. Yang sudah baca novelnya pasti akan tau akhir cerita ini, tapi akan berbeda saat sang penulis asli berusaha memvisualisasikannya..

Yang saya suka dari film ini (dengan kondisi saya belum baca Novel nya) :
  1. Asma Nadia dengan porsi yang pas, menunjukkan nilai Islami kepada penonton tanpa mengurangi porsi tokoh Islami dalam film ini. PAS! antara Corak Islam di beijing dengan cerita sang Asma dalam film ini.
  2. Asma Nadia konsisten, menunjukkan identitas jilbab sang pemeran dalam film ini, tidak ada satupun adegan dari pemeran berjilbabnya yang memperlihatkan sang tokoh dalam keadaan tidak berjilbab, pun saat berada di rumah atau saat Asma sedang di rawat pun.
  3. Saya tak menyangka, ternyata pemeran tokoh utama dalam cerita ini adalah Asma dan Zhong Hwen, Asma Nadia pandai sekali memainkan alur pertemuan kedua tokoh ini, hingga akhirnya pun walau mungkin bisa di tebak, tapi proses nya menyentuh.
  4. Revalina S. Temat di film ini, cantiiiik banget. Muslimah yang bebas berkarya, namun tak pernah menanggalkan identitasnya sebagai Muslimah yang Taat pada aturan Rabb nya. Termasuk untuk tidak bersentuhan dengan yang bukan mahramnya.
  5. Morgan yang sangat terlihat menjiwai peran ini, perlu diapresiasi dengan 2 jempol saya. (hhe) karena rasanya ada hal sensitif yang kemudian dia relakan untuk lakukan dalam film ini. (Yah semoga ada hikmah dan hidayah buat mas ganteng (kata Asma) satu iitu.aamiin)
Bagi yang belum menonton, Hayuk ini Film yang recomended, Islami tapi juga Romantis.
Two thumbs up buat mba Asma Nadia, ini tawaran segar di penghujung tahun. 


*Thanks a lot buat LinKar yang udah bersedia nemenin nonton ini, dengan kondisi pulang-pulang diiringi gerimis kecil menuju Tembalang <3 br="">

Selasa, 30 Desember 2014

..rasanya..

??

Bagaimana saat ia datang menghampiri mu?
iya kah sesak dada mu?
berat kah nafas yang kau hela?

yap, begitulah yang aku rasa..
ini sama saat 'amanah' persis sebelum ini menghampiri..
bedanya, amanah sebelum ini datang sudah disertakan prediksi dan 'kode keras' dari senior sebelumku..
sedangkan yang ini, sudah lama diri ini berusaha menjauh dan mengambil jarak, bahkan mewanti-wanti agar itu tak benar datang menghampiri diri..
tapi apa daya, saat 'mendadak' disahkan tanpa dimintai kerelaan lisan..
hati tersentak, dada pun menjadi sesak..
ya, itu rasa sesaat..
semoga aku bisa sedikit mengambil lagi jarak, agar apa yang ingin aku selesaikan bisa sesuai dengan kehendak..

bukan bermaksud menolak,
jujur aku masih berharap, namun juga masih meragu, apakah diri ini sanggup..
memikul keduanya disaat aku tau bahwa diri ini hanya kuat memikul salah satu..

walau sebenarnya malu, karena alasan ini pun juga menuntut patner lain yang membersamai..
dan toh, ternyata mereka nampak berhasil fokus dengan keduanya..

Ya Allah, aku menunggu takdir terbaik-Mu.. Mampukanlah hamba untuk berlapang dada..

Kau ini hanya perantara Hidayah-Nya..

Bersabarlah wahai diri..

Menebar kebaikan, Membina, mengingatkan orang lain..
adalah kewajiban bagi seorang muslim yang telah paham beban berda'wah.
adalah kemestian yang harus disambut dengan kesegeraan beramal,
kesegeraan yang beriringan dengan keikhlasan dan tanpa pamrih..
bukan kesegeraan yang berujung pada pandangan manusia, atau bahkan manisnya pujian atas setiap laku kerja kita..

bukan!

tak pernah Rasul mengajarkan, bahwa berda'wah itu karena manusia..
tak pernah kita diajarkan, lanjut atau tidaknya kita dalam menjaga bertebarannya kebaikan itu karena tanggapan manusia..

wahai diri,
teruslah berjalan hingga Rabb mu-lah yang menghentikan langkah-langkah kebaikan itu..
teruslah bersusah-payah menjaga kebaikan di tengah manusia hingga payah itu lelah mengikuti azzam mu.

Begitupun dalam membina,
kau hanyalah perantara kebaikan untuk adik-adik binaanmu..
bukan hakim yang berhak men-judge kepantasan mereka..
bukan pula jaksa yang selalu berpihak menjadi penuntut..
kau hanyalah perantara Hidayah-Nya..

jika kau belum merasa dianggap,
maka bersabarlah..
karena membina bukan pekerjaan satu atau dua bulan,
ia adalah pekerjaan puluhan tahun, bahkan Nabi Nuh melakukannya selama beratus tahun..

wahai diri,
bersabarlah..
Kau ini hanyalah perantara Hidayah-Nya..

*hanya mampu mendoakan dan berusaha menjaga kalian dengan segenap nasihat kebaikan dalam amal-amal kalian (RC-Sholiha)*



Minggu, 07 September 2014

Aku ini hanya berusaha baik, namun belum tentu sebaik itu..

Aku teringat dengan Doa sahabat Abu Bakar ketika banyak mendapatkan Pujian, beliau berdoa..

اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ

Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy, wa anaa a’lamu bi nafsii minhum. Allahummaj ‘alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa ya’lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun.

Artinya :
Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka.
(Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4: 228, no.4876. Lihat Jaami’ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25: 145, Asy Syamilah)

Aku ingin membiasakan Doa ini, sahabat sekaliber Abu Bakar saja masih merasa begini, harusnya begitupun aku yang tak punya titel sebaik beliau.. :)