Senin, 21 Januari 2019

Bagaimana Jika Aku Tahu, Ajalku Sudah Dekat?


.
Saat itu, ada informasi beredar terkait prediksi tinggi gelombang tsunami Selat Sunda yang mencapai daerah luar Banten.
.
Bahkan daerah Bekasi Utara, yang mana masih satu kota dengan tempat tinggalku Bekasi Barat, di prediksi akan terdampak gelombang tsunami selat sunda setinggi 2,3 meter. Bahkan daerah Jakarta diprediksi dihampiri gelombang tsunami setinggi 5,3 meter, dua kali lipat dari Bekasi Utara.
.
Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa ajalmu makin dekat? Dengarkan riuh genderang jantungmu, berdegup lebih kencang dari biasanya. Mengalami kondisi yang mengagetkan, menyesakkan sekaligus membingungkan.
.
Kaget, karena tak menyangka kota kelahiranku akan juga terdampak tsunami.
Sesak, karena aku mulai merasakan takutnya menghadap Allah dengan banyak gelimangan dosa.
Dan bingung, apa yang masih bisa kuperbuat untuk mempersiapkan menghadapi ajal tersebut di waktu-waktu terbatas itu.
.
Setelah mendengar kabar itu, tak mungkin jika aku merasa tenang. Perlahan mulai merasa tak berdaya, menghadapi kuasa Allah Yang Maha Dahsyat itu. Pelan, ku eja kembali kesalahan-kemaksiatan yang ingin ku tinggalkan namun belum kulakukan.
.
Degup jantung pun makin kuat, 
tidur pun tak lagi nyenyak.
Aku terbayang-bayang bencana itu
Aku takut. Merasa belum siap.
.
Hingga beberapa hari kemudian aku dapati kabar tersebut nyatanya tak valid, hoax saja. Bahkan kini ku cari gambarnya tak sama sekali ku temukan. Agak Lega kurasakan dada ini.. Huufft..
.
Namun ternyata, meski hanya hoax, perasaan ketika mengetahui ajal mendekat mampu kuingat dengan begitu baik.
.
Hingga kini, setiap mengingatnya membuat degup jantungku perlahan meningkat dan menampakkan gelisah sebagai gelagat.
.
Kalau kamu, jika tahu ajalmu sudah dekat, bagaimana perasaanmu?
.
@30haribercerita #30hbc19jika#30hbc1912
.
Credit foto : pinterest

Salah Makan


.
Pernah kan ngerasa mules-mules karena salah makan? Saya si lagi merasa begitu sekarang 😷
.
Pasti setelah kejadian itu, kita jadi lebih aware sama segala yang masuk ke perut kita kan? Jadi lebih mikir kalau mau makan sesuatu yang akan membuat pencernaan kita terganggu, dan juga kita jadi mengurangi segala hal yang memicu mules-mules ga jelas itu muncul lagi..
.
Karena tau banget kan kalo lagi diare itu kita bakalan lemes karena bolak balik kamar mandi dan ga bertenaga karena cairan tubuh banyak yang terbuang.
.
Mengingat fenomena salah makan begitu, tiba-tiba jadi teringat betapa baiknya Allah sama kita, makhlukNya.
.
Kalo aja ya.. kalo aja setiap dosa yang kita lakukan langsung Allah balas dengan teguran atau bahkan adzab, udah berapa coba teguran yang bertubi-tubi Allah berikan ke kita yang lemah ini? Yang ada, mungkin habis seluruh badan dan babak belur jiwa kita setelah menerima segala bentuk teguran dari Allah yang tiada habisnya sbg balasan dosa-dosa kita yang menggunung.
.
.
***
Tapi begitulah manusia, lebih banyak mudah terbujuk yang nampak oleh indera. Dosa dan pahala tak selalu sigap dijadikan acuan setiap sikapnya. Kadang keuntungan materi dunia lebih menggiurkan untuk dicinta sepenuh rasa. Padahal dunia, tak pernah diakui kebaikannya dibandingkan akhirat beserta surgaNya.
.
Aku lupa. Hal yang terlihat remeh, namun berhikmah. Allah Maha Baik. Allah tutup semua aibku. Dia harapkan aku bertobat, secara privat. Dia tak berkehendak mempermalukanku, di hadapan orang-orang yang tak tau menahu tentang aib-aibku.
.
.
***
Ambil hikmah dari setiap kesulitan, termasuk karena salah makan 🙊
@30haribercerita #30hbc1911

Masa Ini Kerjaanku Semua?!


.
"Tolong kerjain ini ya.. oiya yang print dan fotocopy itu juga ya.. hari ini udah harus dipindahin ya.. jangan lupa hubungin mba itu, bilangin tentang yang kemarin ya.. duh kok belum selesai si yang kerjaan itu?!"
.
"Aaaaaaaaargghhh" pengen teriak kenceng rasanyaa..
.
Pernah ga si ngerasa kok dunia gini amat ya? Kerjaan rasanya kita semua yang harus nyelesain.
.
Aku lagi seriing buangets ngerasa begitu. Apa lagi akhir-akhir ini jadi anak muda yang terus - terusan diminta mengurus administrasi bisnis kecil-kecilan di rumah. Serasa junior magang di kantor-kantor yang sering disuruh-suruh seniornya. 😥
.
Cape kali ni jiwa dan raga.. Parahnya lagi, aku ini orangnya pelupa sangat. Walhasil, seabrek kerjaan itu seringkali adaaa~ aja yang kelewat dari ingatan. Trus ga berasa, tiba-tiba semuanya numpuk dan minta diselesain segera. 😵
.
Mohon Ampun Ya Allah..
Mohon Petunjuk Ya Rabbi..
.
Aku sadar, pasti ada hikmah dibalik semua tugas-tugas itu. Meskipun yang baru terasa sekarang-sekarang ini baru tertekannya aja, belum ngeh apa hikmahnya.
.
Tapi husnudzon sama Allah atas takdir yang datang kan WAJIB ya! Anggap aja kali ini lagi jadi pemagang di sebuah perusahaan kehidupan. InsyaAllah tugas-tugas yang dibebankan, pasti bermanfaat saat menjalankan bisnis sendiri nantinya.
.
Tak apa semua itu kerjaanku, toh manfaatnya aku yang merasakan..
.
@30haribercerita #30hbc1910

Gregetan


.
"Kalo 14 % sama dengan berapa per seratus?" Tanya ku ke seorang murid sore itu.
.
"Aa..eem..a.." Wajahnya pucat, bingung diiringi senyum kecut. Ia tak paham harus menjawab apa.

Padahal baru saja aku jelaskan tentang apa arti dari persen. Sebenarnya ini mudah, karena ia harusnya hanya perlu menjawab angka 14 adalah pembilang dari pecahan per seratus itu. Tapi begitulah jika belum paham, mau semudah apapun, jawaban itu takkan keluar dari mulutnya.

Aku menghela nafas, "Huufft..."
Beginilah keseharianku sebagai guru bimbel SD, khusus pelajaran matematika. Tak mudah memang. Ujian berulangnya adalah menahan marah ataupun gregetan.

Bisikan hati, "Hei kamu pun dulu pernah begini, jangan  marah, kendalikan intonasi suara dan ekspresimu." , "Ayo perlahan-lahan coba jelaskan lagi padanya." terus-menerus aku gaungkan.

Saat benar-benar bingung akibat sang murid tak juga paham, aku biasanya akan tersenyum pusing sendiri di depan anak-anak itu. Bahkan, aku sering kali mengusap-usap wajah dan kepala anak-anak itu, sembari memanggil mereka dengan sebutan tertentu.

Panggilan 'Anak Pintar', 'Anak Sholeh' maupun 'Anak Ganteng' adalah yang sering aku tujukan pada mereka saat merasa gregetan. Mungkin hal itu terdengar aneh untuk ukuran orang yang kesal. Yap, karena aku tau, setiap ucapan adalah doa. Bahkan di saat gregetan, menahan marah pun, aku tetap harus memastikan lisanku berkata baik.

Namun, gregetan itu seketika akan hilang dan berganti senyum sumringah disertai rasa lega, saat mereka akhirnya memahami apa yang aku ajarkan. Senang nya bukan main. Meski gregetan, mereka kan tetap murid-murid ku. :)
.
@30haribercerita #30hbc1909

Jalan Kaki Melelahkan, Tapi ...

.
Bagi yang sudah terbiasa berkendara motor pasti tau banget malasnya jalan kaki, capeknya jalan kaki. Like me! Wkwkwk (pengakuan >.<)
.
Jalan kaki, bagi mereka yang gak terbiasa akan benar-benar melelahkan. Tau efeknya?
.
Pegelnya kaki akan menyiksa segera setelah selesai perjalanan.
.
Bahkan kaki yang masih 'kaget' itu akan terus nyeri-kesakitan hingga beberapa waktu ke depan.
.
Males banget kan sama efeknya? :3
.
Bahkan saya pribadi, harus mengoleskan 'minyak GPU' (yang biasa dipake ngurut badan) ke bagian pergelangan kaki dan telapaknya, untuk menghilangkan semua pegel yang munculnya ga karu-karuan.
.
Tapi, liburan kemarin saya byk datang ke tempat wisata yang mengharuskan saya untuk terus berjalan kaki, seharian. Yap, betul-betul seharian.
.
Meski capek, saya belajar sesuatu. Jika bukan dengan berjalan kaki, semua pemandangan indah itu ga akan bisa dinikmati dengan maksimal. Keadaan sekitar saat berjalan kaki, tak sadar sering jadi bahan perenungan tiba-tiba.
.
Atau minimal sebagai orang yang sedang jalan-jalan, memaksimalkan fungsi kaki ini juga akan membuat kita menangkap momen berfoto lebih banyak. Hhehehe, maklum saya bela-belain ke tempat-tempat wisata itu slh satu tujuan utamanya adalah hunting foto bagus 😆.
.
Begitupun saat berangkat kerja, ke tempat bimbel yang jaraknya hanya terpaut 6 gang dari rumah saya. Berjalan kaki membuat saya jadi mengamati kondisi sepanjang perjalanan.
.
Memperhatikan kucing yang muncul, mengamati orang-orang yang sedang berlalu-lalang, ataupun mencari upaya agar bisa melalui jalanan yang teduh saja (yg tertutup bayangan), biar ga gosong ini kita punya kulit, diajak jalan siang-siang.
.
Ya saya tau memulai yang baik itu banyak godaan. Untuk tahun ini, seterdesak apapun, jika jaraknya tak begitu jauh akan saya coba untuk lebih banyak berjalan. Berjalan dengan kaki bukan dengan mengendarai motor bergigi. mohon diaminkan. aamiin
.
@30haribercerita #30hbc1908#30hbc19jalan

Aku, Sang Timbangan


Perkenalkan namaku, timbangan. Lengkapnya, Timbangan Berat Badan.

Aku alat yang menyedihkan. Aku sering disalahkan saat menunjukkan nilai kepada orang yang menggunakanku. Mereka seringkali tak terima, saat angka yang kutunjukkan lebih beberapa angka dari terakhir kali aku digunakan.

Ya, aku adalah Timbangan. Besar kecil angka yang kutunjukkan, seringkali membuat stress mereka yang menggunakan. Mereka banyaknya bersedih, atas berbedanya ekspektasi dengan angka yang kumunculkan.

Namun meski malang begini, ada yang takut jika bertemu dengan ku. Benar-benar menjauh dan tak mau menoleh barang sebentar. Entah karena mereka tak siap dengan kenyataan, atau karena aku dianggapnya perusak harapan 'sang penyuka makanan'.
.
Tapi hari ini aku senang. Karena pemilikku menjadikanku sebagai bagian dari pengadaan layanan kesehatan. Angka yang kutunjukkan sangat amat diperhatikan, bahkan dicatat dan dibagikan kepada yang bersangkutan. Nilai yang kumunculkan dijadikannya acuan, agar sang manusia tidak lalai menjaga diri dan kesehatan.

Salam Jujur dariku,
Sang Timbangan Berat Badan

@30haribercerita #30hbc1907

Mentook


Mau ini, mau itu, tapii mentok..
Mau bisa begini, bisa begitu, tapi mentook..
Mau hasilnya sebagus gambar yang ini, sebagus gambar yang itu, tapi mentok.
.
Mentok bikin stress.
Mau beraktivitas idenya mentok.
Stuck.
Berjam-jam mendekam pun ide tak kunjung datang.
Kutelateni, ganti warna, ganti gambar,
Ganti posisi, bekerja sambil bernyanyi-nyanyi, tapi aku masih buntu.
.
Beristirahat sejenak, menjeda daya otak yang telah dipaksa bekerja.
Berharap inspirasi datang menyapa.
.
Kini segarnya otak mulai terasa, beberapa ide muncul bersusulan. Ku selesaikan apa yang telah kumulai.
.
Tapi..
Begitu semua tanggungan selesai,
Kau bilang "Hasil buatanmu tak sesuai ekspektasi ku", "Tolong ubah seperti yang aku maksud ya."
Hati rasanya remuk. Mentok kerja otakku. Mentok hingga ke dasar semua semangatku.
.
.
@30haribercerita #30hbc1906

Sabtu, 05 Januari 2019

Baper



Wanita single mana yang tidak ingin menikah? Ia tahu benar kodratnya, ingin berkumpul bersama pasangan yang Allah takdirkan untuknya, segera. Namun jiwa, terkadang menuntut apa yang sering dipandang mata, dan mampu dirasa indera.

Bersegera padahal terburu-buru
Berkeinginan seperti mendikte Takdir
Berdoa selalu ingin dikabulkan segera

Manusia. Wanita.
Hatinya lembut. Rasa-rasa miliknya mudah terhanyut. Terbawa perasaan menjadikannya mudah berlarut-larut, dalam angan, dalam rasa yang berkecamuk.

Kamu Baper.
Tak dewasa dalam merasa. Tak bijak dalam berprasangka.

Gadis, kamu tahu Tuhan Adil.
Dia ingin kamu bersabar.
Atau mungkin dirimu perlu terus berkaca,
Memperbaiki cela yang ada, sembari menunggu semburat awan cinta yang dikelilingi pahala surga.

@30haribercerita #30hbc2019 #30hbc1905