Minggu, 07 Mei 2017

Allah hanya sedang menutup aibku

"Mba gak pernah marah ya?"
"Pernah ga sih sebel sama orang?"
"Kok kayanya baik terus sih?"

Celetukan salah seorang adek di kosan kepadaku..
Aku pun juga manusia, yang Allah jadikan punya akal dan rasa. Aku pun juga bisa, marah dan tiba-tiba menangis atas apa yang aku tak kuasa mengubahnya. Biasa. Kecewa bahkan hingga marah itu biasa. Namun aku hanya mulai lebih terlatih, untuk mengelola ekspresi marahku bukan dalam bentuk cacian atau kata-kata pedas. Aku mengalihkannya dengan banyak berisighfar dan menahan diri dari luapan emosi yang seringkali disusul penyesalan diri. 

Aku pernah marah sampai benar-benar merasa super duper jengkel. Bahkan tak tahan saat melihat wajah orang tersebut. Pernah. Dan masa-masa itu telah lewat. Aku banyak mengambil hikmah dari kejadian dipertemukan dengan tipe orang seperti itu. Aku marah. Dan sepertinya, Allah lah yang menutup aibku saat masa-masa aku terdahulu.

Saat dihampiri pernyataan itu, aku hanya terpikirkan doanya Sahabat Abu Bakr Ash Shiddiq saat dipuji oleh sahabat-sahabat yang lain..

اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ

Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy, wa anaa a’lamu bi nafsii minhum. Allahummaj ‘alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa ya’lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun.

 
[Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka] ( Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4: 228, no.4876. Lihat Jaami’ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25: 145, Asy Syamilah)


 Aku bersyukur sejauh ini, Allah bantu aku untuk menutupi celah aib ku sembari diri ini terus berusaha memperbaiki segala kekurangan diri.. Alhamdulillah hi rabbil 'alamiin.




Aku sedang belajar mengeja kata kerja 'Sempurna'

Sempurna.. jika ia adalah kata sifat, tak ada yang berhak untuk menyandangnya kecuali Rabb Semesta Alam, Allah SWT..
Namun Sempurna.. jika ia adalah kata kerja, maka siapapun yang mungkin merasa bukan siapa-siapa mampu mengupayakannya..

Adalah aku, seorang hamba yang sedang belajar mengeja..
Kata kerja "Sempurna" dalam beribadah..
Kata kerja "Sempurna" dalam beramal..
Kata kerja "Sempurna" dalam menuju keridhoan-Mu..

Aku- Sedang tersendat sendat mengeja.. bagaimana membaca dengan benar 'Sempurna' sebagai kata kerja..

Allah mampukan aku dan mereka yang juga sedang berusaha, menggandakan upaya untuk tampak "Sempurna"di hadapan Engkau, Yaa Rabbana..

SORI - Voice from The Heart

SORI- Voice from The Heart
Film yang menceritakan tentang seorang ayah yang sangat mencintai putri semata wayangnya. Cinta dan perhatian ia curahkan dari sang buah hati kecil hingga beranjak remaja. Namun sayangnya, segala bentuk perhatian sang Ayah ditangkap dengan makna 'pengekangan' oleh remaja puteri kesayangannya. Puncaknya ketika sang anak mengatakan bahwa ia menceritakan bahwa yang disukainya adalah bernyanyi dan bermusik, ayahnya marah dan melarangnya. Sang gadis pun marah dan memutuskan pergi dari rumah (minggat). 

Kemudian, muncul berita di televisi bahwa telah terjadi kecelakaan kereta listrik di salah satu stasiun. Yang membuat seisi rumah panik adalah diberitakannya nama sang anak menjadi salah satu korban.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan semua penumpangnya meninggal dunia di tempat. Namun jasad sang putri belum ditemukan oleh pihak polisi. Sehingga Ayahnya beranggapan sang anak masih hidup, dan terus menerus menyusuri jejak kepergian puterinya.

Hingga ketika dalam pencarian tersebut, ia menemukan sebuah robot yang bisa menyebutkan nomor telepon dan lokasi dari suara yang didengarnya. Harapan menemukan anaknya pun kembali tumbuh, ia berkeliling bersama sang robot untuk mencari dimana keberadaan anaknya.

Namun pencarian itu tak mudah, sang robot ternyata merupakan bagian dari satelit yang hilang milik intelegen korea yang diciptakan untuk keperluan militer. Hilangnya sang robot tersebut membuat tim Intelegen Korea juga turun dalam pencariannya. Sang ayah pun juga ikut menjadi buronan karena dicurigai sebagai pencuri yang membawa kabur  alat canggih tersebut. 

Akankah sang ayah mampu menemukan puterinya sebelum ia dan robotnya tertangkap? Tonton sendiri akhir ceritanya.. ^^

Film keluarga selalu menariiik! Selamat menonton!

Ode to My Father

Ode to My Father
Film ini terispirasi dari sebuah kisah nyata yang mengharukan..

Diawali dari kisah keluarga yang terpisah saat menyelamatkan diri pada masa perang Korea. Sebuah keluarga dengan 4 anak sedang berusaha menyelamatkan diri dengan menaiki kapal milik angkatan laut Amerika Serikat. Karena tak memungkinkan naik ke atas kapal dengan menggendong 3 anak, sang sulung diamanahkan membawa adiknya di punggung sembari memanjat. Namun seseorang ternyata menarik kain gendongan sang adik hingga menyebabkannya jatuh dan terpisah dari si sulung.

Kepanikan dan ketakutan hadir di raut wajah si sulung, ia menangis dan bersikeras untuk turun mencari adiknya yang terpisah. Sang ayah mencegahnya dan merelakan dirinya untuk kembali turun kapal dan mencari sang anak yang terjatuh. Sebelum akhirnya turun mencari, sang ayah berpesan kepada si Sulung, untuk menjaga ibu dan adiknya menggantikan peran sang ayah jikalau dirinya tak kembali.

Namun ternyata kapal besar yang akan menyelamatkan mereka perlahan-lahan berjalan menjauhi sang ayah, membuat keluarga tersebut akhirnya terpisah dari sang adik dan juga sang ayah.

Bertahun-tahun anak lelaki sulung tersebut menjalani hidupnya sebagai kepala keluarga, dan melakukan semua tugas itu sesuai wasiat ayahnya. Begitu banyak kesulitan yang dihadapi si sulung sedari kecil menggantikan peran ayahnya, termasuk saat mencari nafkah.

Ia terus menerus mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga nya. Membiayai kuliah dan bahkan menjadi wali yang mengantarkan pernikahan adiknya. Si sulung begitu ikhlas, mengubur dalam cita-citanya untuk berkuliah demi membiayai keluarganya.

Ia berulang kali berganti pekerjaan, hingga akhirnya menemukan lowongan kerja tetap di Jerman sebagai buruh galian pertambangan. Di negeri orang pun ia pun tak hidup bersantai, tetap bekerja keras hingga mengalami kecelakaan parah yang hampir membuatnya kehilangan nyawa. Ibunya tahu betapa keras perjuangan hidup si sulung, hingga akhirnya ia meminta putranya itu untuk kembali ke tanah Korea.

Sepanjang ia terpisah dari ayah dan adiknya, ia masih terus mencari keberadaan keduanya. Upaya terus dilakukannya, salah satu nya melalui acara televisi nasional yang memfasilitasi menemukan keluarga yang hilang semasa berlangsungnya perang di Korea.

Bagaimanakah akhir dari pencarian si Sulung menemukan ayah dan adik tersayangnya? 

Film yang sangat direkomendasikan bagi semua anak sulung~ Selamat menonton!!  

Sabtu, 06 Mei 2017

Pacemaker

Pacemaker

Mana yang kamu pilih, melakukan sesuatu yang kamu cintai atau sesuatu yang kamu bisa?

Cerita tentang seorang pria sulung yang sangat mencintai marathon dikarenakan adiknya. Satu-satunya hal yang dapat dengan sangat baik Ia lakukan hanyalah berlari. Suatu ketika ia yang seorang atlit mengalami kecelakaan pada kaki kanannya, sehingga membuatnya tak lagi bisa berlari seperti atlit marathon pada umumnya.Hubungan dengan adiknya pun mulai renggang setelah kecelakaan itu. 

Ia pun menjalani harinya sebagai seorang pengagguran yang tinggal bersama teman baiknya. Tiba-tiba tawaran dari Kementrian Olahraga untuk dirinya datang, dan meminta bantuannya untuk menjadi seorang ‘pacemaker’. Ia yang sangat mencintai olahraga lari ini pun menyetujui tawaran tersebut. 

Tapi apakah semulus itu ia mewujudkan mimpinya untuk menjadi seorang atlit marathon dengan kondisi dan tuntutan nya sebagai seorang pacemaker yang berlari untuk kemeangan orang lain?

Film ini memberikan gambaran, bahwa passion setiap diri harus dikejar bagaimanapun hambatan yang menghampiri.

Kisah mengharukan tentang perjuangan seorang kakak untuk membahagiakan adiknya, namun tak selalu cara kakak mencintai sang adik ditangkap dengan makna yang benar. Namun cinta seorang kakak tetap akan sampai dengan cara yang tak terduga.

Film lama ini masih cocok untuk kamu tonton. Film berbobot yang tak hanya sekedar romantisme pada umumnya film korea.

Selamat menonton !!

Selasa, 11 April 2017

Rasakan..

Kenapa, rasa nya kau sudah berusaha dengan segala daya..
mendekat kepadaNya..
Tapi asa mu tak jua bergelora seperti segala daya yang telah kau cipta..
apa yang salah?

Hatimu gundah, amarahmu tak berfaedah..
raga mu lelah mencipta, tapi tak banyak yang tersisa
Aku ingin bisa merasakan segala luapan cinta, letupan rindu dan kenikmatan selalu dilingkupi keridhoan Sang Pencipta Semesta..
Tapi apakah yang membuat dada masih saja gulana, terus mencari sisi yang belum utuh menganga menjadi rongga
Apa yang salah?

Aku memang mencoba mencinta, tapi rasanya cinta ini bukan cinta yang seutuhnya..
karena sering, hati ini tergoda untuk mengiyakan segala pinta dari sang hawa nafsu durjana..
mungkin diri ini terlalu meremehkan segala celah kecil yang menganga, hingga pasukan syaithon durhaka dengan mudahnya mengalihkan gelagat raga.

Aku menyesali,
Aku ingin berubah,
Aku tahu ini belum sempurna,
Aku berharap semua dapat aku jadikan sesuai asa, dan sesuai Ridho Sang Maha Kuasa..

hingga cintanya bisa terasa, dan meresap hingga ke dasar jiwa.
hingga gundah tak lagi menyapa, dan tinggalah rasa syukur dan kedekatan kepadaNya melimpahi sang Hamba..

Rasakan.. Bahwa Nafsu mu kini terlatih untuk tunduk, Ego mu kini mampu kau redup.
Karena kau ingin cintaNya sang Khaliq, meliputimu di setiap detik.
Hingga jiwamu tenang dan banyak berharap.. waktu, peluang, dan amalan yang kau persembahkan adalah untuk Tuhan, Pencipta Semesta Alam..

Rabu, 15 Februari 2017

Dua Cinta..

Ibu..
Senyumnya..
Masakannya..
Rasa khawatirnya..
Doa-doa tulusnya..
Mengiringi perjalanan hidup semua buah hatinya..

Terlebih ibuku..
Rasa lelahnya bekerja..
Omelan-omelan nya..
Waktu berharga nya menyiapkan segala kebutuhan di sela karir nya..
Uang-uang jerihpayahnya yang mencukupkan segala pinta anak-anak nya..
Tetes air mata atas setiap rasa marah dan ketidak-kuasaan dirinya menasehati anak terkasihnya..
Doa-doa nya yg bertubi ia haturkan untuk kebaikan buah hatinya..

Ummi.. cinta nya tak mampu ku ukur dg takaran indera..

Ayah..
Candaannya..
Kerelaannya..
Ketegasannya..
Betapa posesifnya..
Menelusup ke ruang kehidupan anak anak tercintanya..

Terlebih Ayahku..
Rasa ingin tau nya..
Sesekali, sikap cueknya..
"Pujian pujian" ironi nya..
Senyum yang menampakkan rasa bangga nya..
Ucapan ucapan doa untuk anak-anaknya..
Kesiap-siagaan nya menjemput anak tersayang..
Kesabarannya menahan rasa marah terhadap setiap kenakalan anak-anak nya..
Rasa lelahnya seusai mencari nafkah sehari penuh..

Abi.. semangat dan kegigihannya begitu melekat jelas di setiap ingatan tentang nya..
Aku yakin abi jg mencinta, namun dengan cara yg berbeda,
Bukan dg tangis khawatir,
Melainkan dg menghadirkan senyum kebanggaan..
Melihat semua putra putri nya berhasil menggapai asa..

Kalian yang aku cinta..
Tak kuasalah bibir menyatakan langsung semua cinta,
Karena belumlah selesai lisan mengeja rasa,
Tetes air mata pastilah lebih dahulu selesai bicara..
Menceritakan betapa cinta ku kepada kedua nya, tak mampu dibendung indera..

Berharap keberkahan dr Allah Ta'ala selalu membersamai kedua nya. Aamiin.

Selasa, 14 Februari 2017

Hatimu Mengeja, Takdirmu yang lebih Berhak Bicara

Getaran hati yang menggilitik sanubari..
Kagum pandangan mata akan sosok manusia..
Yang fisiknya tak seberapa, namun akhlaknya seolah bicara..
"Aku seorang pria, yg sedang berusaha memperlakukan wanita dg sebaik-baiknya"
Tutur lisannya, menggugah..
Gagasan cerdasnya, membuka hati ku..

Apakah ini "dia" ?

Semua yg kurasa tak pernah aku nikmati..
Aku hanya diam dalam penantianku..
Barangkali bukan "dia" yg Tuhan kirim untukku..
Maka rasa ini cukup aku saja yg tau,
dan Tuhanku yang menjadi saksi bahwa aku menunggu..

Tak banyak berharap tentang nya, namun tak ku elakkan bayangan "dia" seringkali buatku terjaga..
Tuhanku.. jaga aku..
Jaga aku dari rasa sakit karena terlalu berharap..
Jaga aku agar segala yg aku damba, sesuai dg yg Kau jadikan rencana

Maafkan tangisku, atas kekhawatiran ku akan rasa..
Yg sebenarnya tak ada berbalas rasa..
Karena hanya aku dan Tuhanku yg membincangkannya..
Sedang "dia" takkan pernah kuberitahu, sampai Tuhanku benar menakdirkan kita..

Kalaupun kita bukanlah takdir yg satu,
Aku yakin Tuhanku yg lebih tau..
Tentang siapa yg lbh baik telah disiapkanNya untukku..

Aku mencoba tak ragu,
Atas setiap asa yg tak sampai
Atas setiap rasa yg tak terungkap
Atas setiap cinta yg tak berbalas..

Karena aku berharap, aku selalu mencinta "dia" karena Tuhanku saja..
Maka saat Tuhanku tak memperkenankannya,
Cukupkan sabar..
Dan yakini bahwa kau dan hatimu sedang menghamba pada Dia Yang Maha Kuasa
Aamiin.

*copas dari seorang teman*