Kamis, 19 Desember 2013

KAMMI Daerah Semarang ajak Pemuda (lagi) Bicara Nasionalisme





Kamis (12/12) di Merapi Hall,Hotel Grasia-Semarang sedang digelar sebuah diskusi publik yang digagas oleh KAMMI Daerah Semarang bertemakan “Mengembalikan Orientasi Nilai-Nilai Nasionalisme di era Globalisasi”. Dimana Sebagai Keynote Speaker pada Diskusi tersebut adalah Bapak Hendrar Prihadi Selaku Walikota Semarang yang diwakili oleh Bapak Drs. Kuncoro selaku Kepala Kesbangpol Pemerintah Kota Semarang.
Selain Kepala Kesbangpol Kota Semarang, hadir pula dua narasumber Diskusi yakni Bapak Burhanuddin,ST. selaku perwakilan dari TNI AD Semarang dan Bapak Ahmadi selaku Wakil Ketua DPRD Kota Semarang yang dimoderatori oleh Ketua KAMMI Komisariat Fakultas Teknik UNDIP M.Ihsan Hidayat, Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil UNDIP.
Diskusi ini dihadiri sekitar 80 orang peserta dari beberapa Organisasi Pemuda di Daerah Semarang, ini merupakan bentuk kepedulian Real dari KAMMI Semarang atas menurunnya rasa Nasionalisme Pemuda Indonesia di era Globalisasi ini, yakni dengan membuka diskusi publik tersebut sebagai sarana mencari solusi bersama-sama.
Berbicara terkait mengembalikan Nasionalisme, Bapak Burhanuddin selaku Narasumber pertama menyampaikan, “Rekatkan Bangsa kita meskipun banyak perbedaan.” Lanjutnya lagi, “Jangan mencela saat menemui keburukan, tapi mari kita benahi sedikit demi sedikit. Jangan pernah merasa yakin kitalah yang paling benar dan mengatakan yang lain salah” .
Sedangkan Bapak Ahmadi lebih menyampaikan Bahwa, ”Keberkahan yang Allah turunkan bagi sebuah Negara disebabkan oleh hadirnya banyak pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT”.
Pembawaan bersemangat dan interaktif dari kedua narasumber yang hadir menjadikan suasana diskusi yang hangat, hingga akhirnya acara ditutup dengan penyerahan Piala kepada 4 Juara Lomba Poster dan Karikatur Tingkat SMA dan SMK se- Semarang sebagai rangkaian acara #GerakanUntukIndonesia dari KAMMI Daerah Semarang yang telah diadakan pada hari Minggu (8/12) kemarin.
Setelah menghadiri Diskusi Publik ini diharapkan para peserta dapat menyebarkan pencerahan dari para narasumber tersebut terkait bagaimana seharusnya Pemuda Indonesia kembali menghadirkan rasa cinta tanah air nya kembali, dengan salah satunya kembali membaca sejarah perjuangan Bangsa Indonesia agar mereka memahami betapa Indonesia ini direbut dengan peluh dan darah para pahlawan seperti yang disampaikan oleh Bapak Ahmadi.

Rabu, 20 November 2013

Apa yang salah?

Merasa tak dibagi peran.
Merasa dianggurkan.
Merasa tidak dilibatkan.
Merasa bodoh.
Merasa tidak diajak kerja bareng.

Menganggap patnernya tidak inisiatif, lalu malah berbagi peran dengan mereka yg disebut 'lebih nyaman dijadikan patner'..

Mari Salahkan GENGSI! karena ia hadir saat patner merasa tidak klop, sehingga yang ada hanyalah pembenaran argumen pribadi, baik diri ini ataupun mereka.

Allahumma Yassir wala Tu Assir, Allahumma Tammim bi Khoir.
Ya Allah, jadikanlah ini mudah dan janganlah jadikan ini sulit, Ya Allah Jadikan ini berakhir dengan baik. aamiin.Perkara hati memang sulit, berlapang dada atas sikap kurang sesama pun terama sulit, berhusnudzon kepada patnerpun susahnya sangat, Ampuni sayaYa Allah.. Ampuni saya Ya Allah.. :''''((
Bantulah aku agar dapat berinisiatif dan mengambil peran-peran itu tanpa perlu didikte terlebih dahulu oleh patner ku itu Ya Rabb.. dan jadikan kerja-kerja kami ini bisa selaras karenaMu..

*sebenarnya air mata sudah tak tertahan*
 

Minggu, 17 November 2013

Beginikah kami diuji?

Beginikah kami diuji?
dengan bertubi-tubi ujian kesabaran yang menghampiri
dengan bertubi-tubi kekurangan personal yang ada dlm barisan ini?

beginikah kami diuji?
dengan jeleknya koordinasi yang selalu terulang disetiap kali
disaat sekedar sms mengabari pun sebenarnya sangat berarti..

beginikah kami diuji?
dengan lagi-lagi mendapati perasaan tak dianggap oleh mereka yang telah resmi
menjadi 'sahabat'

beginikah kami diuji?
dengan bertubi-tubi ujian keikhlasan dalam amal ini
bertubi-tubi godaan untuk marah karena seringnya tersakiti

beginikah kami diuji?
Sesungguhnya Nabi pun juga diuji, dengan UJIAN yang pasti lebih berat daripada ini
Karena ini bukti Allah menyayangi, hambaNya yang dirasai bisa berbuat lebih..
bagi kebaikan Agama ini..

Sungguh Allah Maha Suci dan Segala Puji hanya milik-Nya



*betapapun tersakitinya hati, mencoba berlapang dada, karena ini adalah jamaah manusia, bukan jamaah malaikat, yang takkan mungkin kau temukan kesempurnaan dalam tiap kepingan ceritanya*

-astaghfirullah-

Jumat, 15 November 2013

Muakhoh kita..

Siang ini, ketemu adek-adek tersayang..
bukan untuk transfer materi, tapi untuk memberi tugas muakhoh..
sekaligus foto-foto bersama..

qurrota a'yun kan? :)
Semoga semakin berkaah ikatan ini.aamiin

Angin segaar..? :)

Siang ini, dapat sebuah kabar..
cukup di luar dugaan, tapi.. sebenarnya menyenangkan..
beliau memperhatikanku, mengerti kondisi ku..
Kawan-kawan, semangat ya, saya membantu dari 'luar'
Smoga tidak mengurangi esensi kontribusi Ya Allah.aamiin
:)

Rabu, 13 November 2013

Tarbiyah Dzatiyah yang mungkin agak terlupa

menemukan sebuah statement dari web islam ternama (http://www.dakwatuna.com/2012/10/23/23678/tarbiyah-dzatiyah-untuk-memproteksi-hati/#ixzz2jNvWJVug)


Tarbiyah Dzatiyah memang sarana yang paling efektif dalam memproteksi hati dan keimanan kita. Dan bisa juga sebagai media menguatkan ketika sedang rapuh.

Teringat lagi dengan sebuah ungkapan:
Bahwasanya manusia itu adalah tempatnya salah dan lupa.
Jika sedang bersama orang-orang sholeh, tentunya pribadi ini takkan begitu sulit untuk dekat dengan hal-hal yang berkaitan dengan akhirat, namun berbeda jika kita sedang dalam kesendirian, bagaimanakah orientasi akhirat dan semangat keimanan yang menggebu-gebu itu? tetap hadirkah ia, atau malah tak dirasa telah perlahan pergi dan sulit untuk kembali?

Ya.ya.ya. Turunnya semangat keimanan yang tak lain sering disebut dengan Futur pastinya pernah menghampiri setiap diri, karena memang Iman itu hakikatnya bisa naik dan turun. Tapi di saat kondisi lingkungan tak mendukung, apa boleh dikata, satu-satunya penyemangat adalah Allah dan Diri sendiri kan?

Yap, Tarbiyah Dzatiyah.. mungkin itu yang agak terlupa..

Dimana sekarang bukan lagi zaman nya untuk mutaba'ah yaumiyah, Namun Wajibatul Yaumiyah..

Carilah berbagai inspirasi dan alasan mendalam saat beribadah kepada Sang Rabbul Izzati, agar semangat membara senantiasa ter-backup dengan baik. :)

Allah-lah sebaik-baik Saksi kehidupan. Biarlah Allah menjadi saksi atas apa yang kita kerjakan. kan?

Duh Mellow nya

ya.ya.ya. lagi-lagi karena jadi seorang murobbi, ada lagi dilema yang menghampiri..
Dilema akan binaan ke depan, terutama yang masih dalam masa penjajakan dulu..
belum bisa banyak diskusi, karena memang belum dekat, tapii entah kenapa..
aku mulai menyayangi mereka.. mencintai mereka karena Allah

Merasa khawatir apabila ada yang membicarakan atau menggoda mereka, walaupun aku tau, mereka takkan mau menanggapi ocehan remeh-temeh begitu. Tapi tetap sebagai murobbi nya kini, aku punya kewajiban untuk melindungi mereka dari fitnah kan? (apa ini terlalu berlebihan? I don't think so)

Terlebih yang sering menyebut-nyebut nama mereka adalah org yg aku kenal. sabaaar deh jadi murobbi..
Doa insyaAllah selalu mengalir untuk mereka, penyejuk hati di saat badmood. Semoga Allah senantiasa menjaga kalian.aamiin.

dari murobbi yang Kangen dan Menyayangi dalam diam.. :)

Please Welcome Malang !! :D

First time go to malang :D
What an awsome trip! apalagi first time juga ketemu mbah putri sumiyati, ibu dari Pakde Bambang, Sepupu dari abi, yang di Malang.

Pertama nya deg-deg-an karena blm pernah ke malang sebelumnya,khawatir nyasar dan gak sempet ke rumah Pakde. Padahal, Pakde dan Mbah putri udah nyiapin segala macam Sarapan dan 3 kamar mandi untuk kami semua (Rombongan KAMMI MIPA), walhasil ini fotonyaa..

Mbah Putri dan KA(M)MI
Setelah dari sana Kami bergegas menuju ke UNIBRAW, untuk bertemu kawan-kawan KAMMI UB,Malang. terlebih memang karen kami datang telat. perjalanan lumayan dekat hanya sekitar 20 menit-an? hhe agak lupa, tapi memang itu ada di jarak yang cukup dekat.

Sesampainya di sana, banyak hal yang kami bincangkan; Kaderisasi, Nilai sejarah Malang sebagai tempat lahir KAMMI, Dinamisasi pergerakan Mahasiswa di Universitas Brawijaya-Malang, terutama tentang PEMIRA (wuah,bikin jadi gerah) karena dinamisasi di sana amat jelas dengan lawan. nih, cek beberapa fotonya..
Akhwat KAMMI MIPA-KAMMI UB
Ikhwan KAMMI MIPA- KAMMI Malang

Kakom UB - Kakom FMIPA Undip
Setelah dari Markas Besar KAMMI UB, lanjut deh perjalanan ke Taman Bunga Selecta, ternyata Tamannya bagus bangeeeet. bunganya ituloh, ga bosen liat nya, settingnya bagus. warna bunga nya juga menyejukkan pandangan. Jadi teringat Taman bunga di Bogor, tapi bedanya; Bogor-Panas smentara Selecta-Adem :D cek deh fotonyaa..
KAMMI MIPA-Selecta
Ya kan? Baguuusnyaa

Cukup sekian kisah di Malaaaang. memang ga sempet ke Batu, tapi ini sudah cukup senang. :)
Semoga Kebanggan akan status sebagai Kader KAMMI ini bisa seterusnya hingga pasca Kampus. Ini semakin mendekatkan kita (kami). :)