Minggu, 08 Maret 2015

Inspirasi Sore, dari sedikit menjadi banyak

Lama tak menyapa lembaran blog ini, sore itu tiba-tiba aku merasa tersentak dengan sebuah nasehat. Nasehat sederhana yang, lagi, telah berhasil membuat aku dan hati ku mendengarkan dengan seksama. Ini cerita tentang keberkahan, cerita tentang Logika Langit. Bagaimana kata dan kesertaan ruh mendefinisikan makna 'keberkahan'.

Sentuhan Keberkahan

Daya cipta material adalah kekuatan. Pengorbanan adalah kekuatan. Tapi apa yang dilakukan seorang pahlawan Mukmin jika harta dan sarana yang diciptakannya, dan ingin dikorbankannya di jalan cita-citanya, ternyata tidak sampai memenuhi total kebutuhannya?

Itu adalah sisi kepahlawanan yang lain. Apa yang teruji dalam situasi itu adalah seberapa percaya ia kepada dirinya sendiri, kepada cita-citanya, kepada Allah, di tengah semua keterbatasan itu, seberapa ‘nekat’ ia melawan tekanan keterbatasan itu, seberapa cerdas ia mensiasati keterbatasan itu, seberapa efisien ia dalam keseluruhan hidupnya.

Kamis, 15 Januari 2015

Hati..

Penenang hati, memang hanya dengan mengingat Allah..
Ya, cukup semakin dekat kepada Allah..
Agar Ia tenangkan hati yang sedang bingung karena urusan dunia..
Agar Ia jadikan kegundahan sirna, karena kepasrahan atas keputusanNya sedang membersamai diri..

Jadilah pribadi yang ikhlas..
Ikhlas atas setiap ujian yang menghampiri..
Ikhlas bukan berarti pasrah!
melainkan memaksimalkan ikhtiar dan berdoa penuh harap kepada Sang Pemberi Kebaikan

Ya, Mintalah fatwa hati pada Rabb mu..
Rabb yang menguasai hati..



*Segala Puji Bagi Rabb yang telah menjadikan diri ini semakin tenang :") *

Minggu, 04 Januari 2015

Egois, tidakkah itu terlalu kasar?

Terlalu kasar rasanya jika men-judge diri ini dengan kata-kata itu
Iyakah diri ini egois?
aku hanya ingin menyelesaikan apa yang dulu aku relakan untuk terlantar sementara waktu
tak boleh kah?

Ah, Egois, kata yang rasanya begitu kasar.
bukankah sudah saatnya aku juga sama seperti yang lain?
menyongsong gelar itu dengan segera
sekuat kemampuan ku, seoptimal usaha dan waktu yang ku punya

Kamis, 01 Januari 2015

Nonton Film Assalamualaikum Beijing

Poster Assalamualaikum Beijing

Kamis,1 Januari 2015 pukul 16.20 di Cinema 21 Mall Citraland,Semarang..

Akhirnya, kesampean juga nonton film ini, walaupun awalnya berniat untuk baca novelnya dulu aja sebelum liat filmnya. Tapi apa daya, makin kesemsem dan penasaran dengan jalan cerita Islami- Romantis yang ditawarkan Bunda Asma Nadia.. Check it Out!

Diawali dari kisah patah hati Asma, yang dikhianati calon suaminya di saat tinggal menghitung mundur hari pernikahan mereka. Terlihat tegar dan tegas sikap yang diambil sosok Asma di sini.

Lalu scene langsung beralih ke Beijing, dikarenakan Asma yang mendapat penempatan di sana sebagai koresponden kantor dari Indonesia, yap sebagai seorang penulis di sebuah kolom di koran nasional.

Pertama menjelajah Beijing sendirian, disinilah Asma mulai tak sengaja bertemu dengan Zhong Hwen (bgini penulisannya kira-kira), yang baru sebentar berkenalan dan langsung memberikan buku dongeng berbahasa mandarin ke Asma, buku dongeng legenda dari Yunan tentang seorang Ashima.

Cerita mengalir hingga konflik memuncak antara Zhong Hwen, Asma dan Dewa. Silahkan dicek sendiri bagaimana Cinta menemukan Asma. Yang sudah baca novelnya pasti akan tau akhir cerita ini, tapi akan berbeda saat sang penulis asli berusaha memvisualisasikannya..

Yang saya suka dari film ini (dengan kondisi saya belum baca Novel nya) :
  1. Asma Nadia dengan porsi yang pas, menunjukkan nilai Islami kepada penonton tanpa mengurangi porsi tokoh Islami dalam film ini. PAS! antara Corak Islam di beijing dengan cerita sang Asma dalam film ini.
  2. Asma Nadia konsisten, menunjukkan identitas jilbab sang pemeran dalam film ini, tidak ada satupun adegan dari pemeran berjilbabnya yang memperlihatkan sang tokoh dalam keadaan tidak berjilbab, pun saat berada di rumah atau saat Asma sedang di rawat pun.
  3. Saya tak menyangka, ternyata pemeran tokoh utama dalam cerita ini adalah Asma dan Zhong Hwen, Asma Nadia pandai sekali memainkan alur pertemuan kedua tokoh ini, hingga akhirnya pun walau mungkin bisa di tebak, tapi proses nya menyentuh.
  4. Revalina S. Temat di film ini, cantiiiik banget. Muslimah yang bebas berkarya, namun tak pernah menanggalkan identitasnya sebagai Muslimah yang Taat pada aturan Rabb nya. Termasuk untuk tidak bersentuhan dengan yang bukan mahramnya.
  5. Morgan yang sangat terlihat menjiwai peran ini, perlu diapresiasi dengan 2 jempol saya. (hhe) karena rasanya ada hal sensitif yang kemudian dia relakan untuk lakukan dalam film ini. (Yah semoga ada hikmah dan hidayah buat mas ganteng (kata Asma) satu iitu.aamiin)
Bagi yang belum menonton, Hayuk ini Film yang recomended, Islami tapi juga Romantis.
Two thumbs up buat mba Asma Nadia, ini tawaran segar di penghujung tahun. 


*Thanks a lot buat LinKar yang udah bersedia nemenin nonton ini, dengan kondisi pulang-pulang diiringi gerimis kecil menuju Tembalang <3 br="">

Selasa, 30 Desember 2014

..rasanya..

??

Bagaimana saat ia datang menghampiri mu?
iya kah sesak dada mu?
berat kah nafas yang kau hela?

yap, begitulah yang aku rasa..
ini sama saat 'amanah' persis sebelum ini menghampiri..
bedanya, amanah sebelum ini datang sudah disertakan prediksi dan 'kode keras' dari senior sebelumku..
sedangkan yang ini, sudah lama diri ini berusaha menjauh dan mengambil jarak, bahkan mewanti-wanti agar itu tak benar datang menghampiri diri..
tapi apa daya, saat 'mendadak' disahkan tanpa dimintai kerelaan lisan..
hati tersentak, dada pun menjadi sesak..
ya, itu rasa sesaat..
semoga aku bisa sedikit mengambil lagi jarak, agar apa yang ingin aku selesaikan bisa sesuai dengan kehendak..

bukan bermaksud menolak,
jujur aku masih berharap, namun juga masih meragu, apakah diri ini sanggup..
memikul keduanya disaat aku tau bahwa diri ini hanya kuat memikul salah satu..

walau sebenarnya malu, karena alasan ini pun juga menuntut patner lain yang membersamai..
dan toh, ternyata mereka nampak berhasil fokus dengan keduanya..

Ya Allah, aku menunggu takdir terbaik-Mu.. Mampukanlah hamba untuk berlapang dada..

Ini Egois ataukah Obyektif?

Pernahkah mendapati kecondongan sangat terhadap sesuatu?
Kecondongan hati yang kemudian menggerakkan semua potensi dan kemampuan diri untuk mendukung sebuah pilihan atau keputusan pribadi?

Ya.Cukup kau jawab dalam hati!

Namun pernahkah kau meragukan sesuatu
hingga segenap prasangka mu merujuk merendahkan yang lainnya?

adakah kecondongan hati selalu bening?
adakah ia selalu merujuk kepada sesuatu yang baik lagi benar?

Egois atau obyektif kah hati?
Sudahkah ia menjadikan Rabb Nya sebagai pandangan hakiki?
Sudahkah ia menjadikan aturan-Nya sebagai rujukan abadi?
ataukah ia adalah egois, yang datang menghampiri kala kenyataan untuk diri tak seindah angan sang sanubari?
ataukah ia adalah sombong, yang datang menghampiri, kala mendapati baru saja beberapa angan diri sejalan dengan takdir Illahi?

Ya Rabbi, mampukanlah hamba-Mu ini menjadi pribadi yang sejalan dengan Pandangan-Mu..
aamiin.


Kau ini hanya perantara Hidayah-Nya..

Bersabarlah wahai diri..

Menebar kebaikan, Membina, mengingatkan orang lain..
adalah kewajiban bagi seorang muslim yang telah paham beban berda'wah.
adalah kemestian yang harus disambut dengan kesegeraan beramal,
kesegeraan yang beriringan dengan keikhlasan dan tanpa pamrih..
bukan kesegeraan yang berujung pada pandangan manusia, atau bahkan manisnya pujian atas setiap laku kerja kita..

bukan!

tak pernah Rasul mengajarkan, bahwa berda'wah itu karena manusia..
tak pernah kita diajarkan, lanjut atau tidaknya kita dalam menjaga bertebarannya kebaikan itu karena tanggapan manusia..

wahai diri,
teruslah berjalan hingga Rabb mu-lah yang menghentikan langkah-langkah kebaikan itu..
teruslah bersusah-payah menjaga kebaikan di tengah manusia hingga payah itu lelah mengikuti azzam mu.

Begitupun dalam membina,
kau hanyalah perantara kebaikan untuk adik-adik binaanmu..
bukan hakim yang berhak men-judge kepantasan mereka..
bukan pula jaksa yang selalu berpihak menjadi penuntut..
kau hanyalah perantara Hidayah-Nya..

jika kau belum merasa dianggap,
maka bersabarlah..
karena membina bukan pekerjaan satu atau dua bulan,
ia adalah pekerjaan puluhan tahun, bahkan Nabi Nuh melakukannya selama beratus tahun..

wahai diri,
bersabarlah..
Kau ini hanyalah perantara Hidayah-Nya..

*hanya mampu mendoakan dan berusaha menjaga kalian dengan segenap nasihat kebaikan dalam amal-amal kalian (RC-Sholiha)*



Rabu, 05 November 2014

Surat Cinta untuk saudari ku..


..Surat untuk saudari yang kucintai karena Allah..
Kau paham bahwa berislam tak hanya sekedar berjilbab
Kau sudah tau bahwa berislam tak hanya sekedar sholat
Rasanya sudah berulang-ulang kau dengar bahwa berislam tak hanya sibuk dengan urusan pribadi, menyepi dan merasa kuat berdiri sendiri

Saudari ku..
Berislam selain beribadah sebagai seorang hamba kepada Rabb nya secara pribadi, juga beribadah dengan cara bermuamalah dengan orang lain, menasihati orang lain agar tetap bersama kita dalam kebaikan (aamiin).
Bukankah mereka yang tidak termasuk golongan orang yang merugi adalah mereka yang saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran?
Bukankah kita tak ingin jadi hamba yang merugi?

Saudari ku..
kini kita sudah sama-sama memiliki amanah, memiliki ladang amal untuk semakin tebar kebermanfaatan.
Lalu masing-masing dari kita mulai disibukkan dengan segudang agenda-agenda lembaga itu
mulai tersita waktu, tenaga, materi dan perhatiannya kepada agenda lembaga-lembaga kita
tak terasa mungkin waktu berkumpul dan bercakap penuh perhatian dengan saudara-saudara kita mulai berkurang, bahkan tak sadar jika kita mulai terasa menjauh,
menjauh dari mereka, menjauh dari nasihat-nasihat mereka, menjauh dari agenda-agenda kebersamaan dalam kebaikan yang biasa kita lakukan secara bersama..

Saudari ku..
dan seringkali saat diri sedang disibukkan dengan manusia, kadang kita terlupa bahwa apa yang kita lakukan itu, apa yang sudah kita curahkan itu, apakah benar untuk Allah?
Apakah benar sudah dalam rangka mencapai RidhoNya?
Apakah benar keyakinan akan ikhtiar kita tidak melangkahi kecintaan dan pengharapan kita terhadap keberkahan yang Allah Ta'ala berikan dalam setiap urusan kita?
Ada sebuah ayat dalam Al-Qur'an al-Kariim,
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu..." (QS Muhammad ayat 33)

Astaghfirullah, merusak amal yang bagaimanakah yang dimaksud?
Ya, itu tadi.. kemungkinan kita sudah berlelah-lelah dalam beramal dan berkontribusi dalam sebuah lembaga, namun ternyata orientasi kita melenceng, alasan kita berada disana berubah dan kini tampak berbeda..
yang di awal kita mempunyai pandangan untuk mensibghohkan lembaga itu dengan Sibghoh Allah, perlahan orientasi itu bergeser demi mewujudkan eksistensi dan mengoptimalkan potensi diri sahaja..
Setelah mulai diakui oleh anggota lembaga, mulai merasa bahwa peran kita mulai terasa, kebanggaan karena pengakuan yang hadir, mungkin muncul mungkin tidak, namun kemungkinan terburuk adalah rasa ujub itu hadir, rasa pengharapan terhadap apresiasi dari orang lain mulai membesar..
na'udzubillahi min dzalik..

Aku menyadari itu, apa kah benar yang sedang kau rasa? atau hanya aku yang sedang berburuk sangka? Maafkan aku saudariku, ini sebagai bentuk cinta seorang saudara kepada saudaranya yang lain yang agak terasa menjauh. Atau apakah kau takut memikul beban ini? kau tidak sendiri, aku akan berusaha menemani hingga akhir perjalanan kita di jalan ini..insyaAllah.
Mampukanlah kami Yaa Allah, berjuang, berteguh hati dan diri dalam jalan kebaikan ini..

:")
*dari seorang yang sedang bercermin dari saudari nya*