Sabtu, 07 September 2013

Di saat ukhuwah terasa berbuah manis.. :)


Tadi baru dapat Taujih tentang Menanam benih yang baik dan benar..
diantara nya :
  1. Menanam bibit yang memang baik, yakni seperti 'kita', yang menanam bibit da'wah.
  2. Merawat bibit yang di tanam (disirami dan dipupuk)
Teringat 2 hari penuh moment yang tidak biasa, dimana melakukan kegiatan disertai dengan hati, dan itu sangat menyenangkan :'D

Hari Jumat (6/9), di wisma Nafisah..
Pagi itu sepulang agenda rutin jumat pagi itu, aku dan tias (teman seangkatan + patner PH di Komsat MIPA) memutuskan untuk membuat souvenir pesanan ikhwan yang katanya mau silmi (silaturahmi) ke pengurus Komsat MIPA yang agak terasa menjauh, ini pertama kali sepertinya.
Aku dan tias memutuskan untuk me mbuatkan singkok goreng keju dan surat mereka, membuat jatah untuk 12 orang untuk hr ini.. 
Kita pergi belanja bahan-bahan di pasar, agak asing karena pasar yang aku maksud ternyata pindah agak jauh.. selesai belanja, kita langsung beranjak pulang ke wisma untuk siap-siap masak.
singkat cerita, singkong pun sudah selesai di goreng, tinggal menata susu kental manis dan parutan kejunya.
surat pun juga sengaja ku buat untuk 12 orang, by name, karena merasa ikhwan pun perlu diberi semangat secara personal, seperti ini..

Singkong keju sudah lebih dulu siap, surat pun aku print dan aku potong satu-satu untuk mereka, berharap dalam hati, pesan untuk mereka sampai ke hati. :)

Souvenir pun siap diambil sedari jam 5 sore, tapi ternyata jam stagh7 malam baru diambil oleh ybs..
Akhirnya diambil oleh Kakom dan Sekum Komsat.. pergi silmi nya berdua ternyata.

beberapa jam setelah kejadian itu, ada adek ikhwan yang sms, 
dia bilang terimakasih, terimakasih atas surat motivasi nya.. 
respon ku --> tetiba sumringah sendiri dan merasa senang, merasakan ternyata beginilah rasanya mengkader dengan hati, pesan yang dibawa dari hati akan sampai ke hati jika frekuensi nya sama.. memanusiakan manusia..
tetiba lagi, dia mengirimkan sms doa smoga kebaikan untuk mba nya yang satu ini.. senang. betul.betul senang.

Hari kedua, Sabtu (7/9), hari ini kita Sepedaan bareng, acara lagi untuk mendekatkan antar pengurus maupun kader komsat MIPA. janjian yang setengah 6 ternyata molor hingga setengah 7, bahkan mungkin jam 7 (maklum, orang yang sok sibuk.hhe). Awalnya tidak terpikirkan apa jadinya sepedaan ikhwan dan akhwat jika diadakan bersamaan.. Tapi aku berusaha tetap menjaga jarak dan interaksi saat Sepedaan bareng itu. Alhamdulillah ternyata ada 10 orang ikhwan dan 6 orang akhwat yang ikut serta. Senang karena kita terasa jadi semakin dekat dan tidak canggung. (walau mungkin masih ada yang harus tetap dikoreksi dari perjalanan sepedaan ini)...

dekat dengan adek-adek ikhwan di komsat, yang notabene nya sangat ingin kami (AB2) rangkul karena satu dua hal yang mengganggu persepsi mereka terhadap KAMMI, akhirnya sekarang banyak yang ikut serta refreshing bersama..

terlebih merasa mereka nyaman, apa mungkin setelah salah satunya souvenir dan silmi yang kemarin malam dilakukan?.. Alhamdulillah jika itu adalah salah satunya. 

tapi tetap loh, selama perjalanan sepedaan itu aku tetap menghindari terlalu banyak interaksi bersama dengan mereka (red; ikhwan), yaa jaga izzah lah sebagai akhwat.. malu pecicilan di depan ikhwan. terutama di awal perjalanan kita mengambil jalur yang beda dengan kebanyakan ikhwan.(jadi gak beriringan)

Perjalanan sepedaan itu pun selesai, namun diakhiri dengan makan bubur kacang iko yang sudah tias dan aku masak di wisma.. (lucu kalo ingat kejadian Arif mau mengambil bubur kacang ijo ini.hhe)
Makan bubur kacang Ijo di depan wisma Nafisah bareng2 untuk ikhwan, dan di dalam wisma untuk akhwat-akhwat.

Momen santai ini sepertinya dijadikan senior-senior ikhwan untuk lebih mendekat dan merangkul adek-adek ikhwan komsat. Jujur kalo aku menggunakan moment ini untuk merefresh diri yang sudah lamaa tidak berolahraga.. 

setelah dua hari ini aku merasa lebih dekat dengan Keluarga kecil di Komsat MIPA ini, merasa semuanya sedang berusaha kami libatkan dan kami ajak untuk saling membantu saudaranya..

Dan semoga jalinan ukhuwah ini akan mencapai ujungnya, yakni terasa Manis karena dilingkupi Ridho Allah, dan ketenangan hati karena saling mengingatkan dan mendoakan dalam kebaikan Agama Islam ini. aamiin.

* aku yang menanti di saat ukhuwah berbuah manis

Selasa, 03 September 2013

Membatasi diri saat Menuntut Ilmu? Apa iya perlu sampai begitu?


"Menuntut ilmu lah kepada Ahli nya"..
Yap, kata-kata itu sekejap meruntuhkan tekad kuat saya untuk sekali lagi merangkul adik yang satu itu. Dia selalu beralasan untuk tidak hadir di #lingkaran kami karena Doktrin itu.
Kenapa harus membatasi diri ? Tanya Kenapa?
Itu artinya bukankah dia belum mau mendengar masukan/saran dari Mba nya ini? begitukah?
Cukup. mungkin memang Dia belumlah siap untuk bergabung bersama orang-orang yang berkomitmen dengan #lingkaran Tarbiyah ini, dan (sepertinya) masih sibuk memenuhi Ilmu agama nya sendiri, dan mencari bingkai yang cocok dan pas untuk fikrah nya..

*note! Tsaqofah dan Fikrah itu BEDA*

Sampai sekarang, dia pun masih sering cerita, walaupun dalam hati, aku menunggu cerita perubahan pandangannya tentang perlunya hadir di #lingkaran kecil kami.. Tapi ungkapan itu belum juga hadir dari dirinya.

Ya.. Jadi teringat sebuah kisah. Abu Ummi Maktum yang mendatangi Rasul yang sedang mn-dakwah-i para petinggi Quraisy hingga membiarkan Abu Ummi Maktum yang ternyata lebih siap menerima da'wah rasulullah.. 
Mungkin ini yg sedang kuhadapi, aku mungkin terlupa dengan binaanku tersayang selain dia, yang jauuh lebih membutuhkan aku dan lebih siap menerima ajakan kebaikan itu..

Ya Rabb, mudahkanlah lisan dan ucapanku dimengerti saat menyampaikan kebaikan Agama Islam ini. aamiin. :'')


*untuk #JLEB yang ke-sekian-kalinya*

Selasa, 27 Agustus 2013

Sudah Merasa Cukupkah dalam Beramal?

berusaha untuk selalu menyempurnakan IKHTIAR



Ramadhan sudah berlalu, sudah merasa cukupkah beramal?
Ramadhan, memang telah berganti Syawal. Bulan tarbiyah,bulan dimana setiap muslim beromba-lomba meningkatkan amal dan ibadahnya di hadapan Allah, itu telah berlalu. Namun apakah saat Ramadhan itu berlalu, kemudian berlalu juga semangat membara untuk senantiasa mentarbiyah diri dengan amalan-amalan terbaik itu? Semoga tidak!

Saat target-target Ramadhan telah tercapai, puaskah kita beramal? Teringat sebuah hadist tentang kaidah dalam beramal, “Dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus meskipun sedikit. (Muttafaq 'alaih)”. Maka bagaimana kabar setiap diri yang telah merasa cukup dengan tercapainya target Ramadhan tanpa ia kembali merefleksikan semangat kala itu pada sebelas bulan setelahnya, sesungguhnya merugilah bagi mereka yang telah merasa cukup dengan amalannya.

Ada dua poin yang dapat dipetik dari hadits tersebut: Pertama, kita sebagai Hamba yg ingin dicintai Allah haruslah selalu berusaha untuk mengkontinukan amalan kita. Kedua, Sesungguhnya setiap pribadi dianjurkan untuk beramal sesuai dengan kemampuannya, walaupun dimulai dari hal yang kecil atau sedikit.

Merasa cukup dalam beramal, baik kualitas maupun kuantitasnya, sering tidak disadari oleh orang banyak, bahwa itulah awal dari luruhnya setiap baris catatan baik yang kita miliki. Perasaan tersebut akan memicu berhentinya penambahan jumlah atau frekwensi amal shalih, misalnya merasa cukup dengan amalan tilawah pada hari jumat saja, tanpa mau menambah tilawahnya di hari-hari lain. Betapa sangat disayangkan timba yang digunakan untuk mengambil air dilobangi sendiri, pundi-pundi amal yang telah dikumpulkan bertahun-tahun, jatuh luruh tak berbekas, karena memelihara sifat ujub.

‘Ujub adalah perasaan kagum terhadap diri sendiri, kagum dengan apa yang sudah dimiliki, heran terhadap amalan yang sudah dilakukan, bahkan terkadang samapai memuji-muji terhadap diri sendiri atas apa yang sudah dikerjakan. Astaghfirullahhal ’adziim. Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat tersebut. Maka bagi setiap diri perlu lah untuk senantiasa meperbaharui niat dan semangat dalam beramal dan beribadah dalam berbagai macam kondisi.

Dalam memelihara semangat untuk terus beramal pun tetap ada hal lain yang juga perlu diperhatikan, dimana saat kita berusaha selalu menyempurnakan amalan kita dihadapanNya hendaklah tidak terlalu berlebihan agar tidak dihinggapi perasaan bosan dan mendapati ketidakistiqomahannya amal, maka mengapa Rasulullah pun menyuruh puasa sunnah Daud,dimana sehari berpuasa dan sehari berbuka, tidak menyuruh dan memberatkan ummatnya untuk berpuasa setiap hari tanpa berbuka. Ada sebuah hadist Shahih Imam Bukhari ke-20 yang berbunyi,

Dari Aisyah r.a. bahwa ia berkata, apabila Rasulullah SAW menyuruh para sahabatnya, maka beliau menyuruhnya untuk mengerjakan amalan-amalan yang sanggup mereka kerjakan. Akan tetapi kemudian mereka berkata, "Ya Rasulullah, kami ini tidak sepertimu. Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang." Maka, mendengar ucapan mereka itu, Rasulullah SAW marah hingga terlihat tanda kemarahan di wajahnya. Beliau bersabda, "Sesungguhnya yang paling bertaqwa dan yang mengetahui tentang Allah diantara kamu sekalian adalah aku.” “

Dalam hadist ini dapat dilihat bahwa para sahabat sangat bersemangat dalam meminta Rasulullah agar diajarkan amalan-amalan yang lebih banyak dan berat agar derajat mereka semakin tinggi di hadapan Allah. Namun Rasulullah marah, karena perintah beliau tersebut sebenarnya merupakan wujud  kekhawatiran beliau jikalau nantinya para sahabat nya tidak istiqomah dalam beramal karena terlalu beratnya amal yang mereka harus kerjakan. Rasul pun menyuruh sahabatnya dan kita, ummatnya, untuk beramal sunnah yang sanggup kita kerjakan agar tidak memberatkan diri sendiri dan bisa istiqomah menjalankannya. Seperti hadist di awal tadi, bahwa Allah menyuai amalan yang Istiqomah/ berkelanjutan walaupun amalan itu sedikit.

Rasulullah pun tetap khusyuk beribadah siang-malam walaupun Allah telah menjaminkan Surga atas beliau, sebagai wujud Syukur atas kasih sayang yang telah Allah berikan kepadanya.

Bagi setiap individu yang telah berhasil melalui Ramadhan tahun ini dengan amalan yang lebih baik dari tahun sebelumnya, maka ia masih perlu untuk  sekali lagi membuktikan kepada Allah dan dirinya, bahwa ia pun bisa mengistiqomahkan amalan-amalan baiknya di sebelas bulan setelah Ramadhannya tanpa terlalu memberatkan kesanggupan dirinya.

Minggu, 25 Agustus 2013

Liburan Lebaran 2013 :D

Lagi-lagi liburan lebaran memang paling menyenangkan :D
Tahun ini, lagi kami sekeluarga besar berkumpul di tegal untuk menjenguk Mbah Putri (Mbah Fadhilah-Dilah)


Saat di Tegal ada banyak foto yang kami ambil saat momen-momen kebersamaan itu hadir, let's check it out..

Semua teriaak Aaaa @Pantai Alam Indah
si 'abang' alias Ibrahim umur 3 thn mau jatooh

sayang banget kami sama mbaaah :'')

senyumnya mbah menyenangkan hati

euforia lebaran pun menyebar hingga ke yg 'tua' :D

love is care
anak-anak dan emak :)
Sebenarnya foto liburan kali ini (2013) masih banyaaaaaaak, sayang baru ini yang terkumpul. Semoga Keluarga ini makin berkah dan dilingkupi kebahagiaaaan.aamiin Ya Rabb. ^^

#sehat selalu ya mbah sayang :*

Curahan Hati..

memang ..terkadang sesaknya hati itu
bisa teratasi hanya dengan goresan kata curahan jiwa
terkadang tak butuh banyak wejangan dari luar otak sendiri
melainkan hanya separagraf ungkapan kata hati
dari rasa sempit yang menghampiri diri

keresahan pun, seringkali hanya merasa cukup
didengarkan oleh tembok yang tak bergeming itu
oleh angin yang semilir mendatangi diri

hingga saksi bisu itu pergi bersama kegelisahan dan curahan hati
yang perlahan mulai surut karena merasa dipahami oleh
kelompok angin dan tembok yg terasa lebih mengerti
akan kondisi diri ini..

akuu kini sedang menulis curahan hati..
rasa gelisah yang menghampiri, memancing jemari untuk menuliskan bukti
akan labilnya hati yang merasa ingin dipahami..

Ya Rabbi.. Engkau Maha Mendengar, segala doa yg terpanjatkan
dan segala kegelisahan yang menanti hadirnya ketentraman.

Penat nya hati dan pikiran, menegaskan tanda bahwa Hamba hanya seorang biasa,
yang merindukan tempat bergantung dan berharap..

kamar 3 wisma nafisah ~~

Selasa, 20 Agustus 2013

Ya Rabb Lapangkanlah waktu ku..

Jikalau pikiran melayang, serasa senin telah hadir lagi tanpa terasa
tanpa sadar, amal apakah yang telah tersempurnakan dengan benar
Mungkinkah ia pertanda dari yang Maha Kuasa
bahwasanya masa semakin menyempit
manajemen diri perlu dipertanggungjawabkan

Ya Rabb.. apa yg terbaik yg telah kuhadirkan untukMu?
Ya Rabb Lapangkanlah waktu ku
Agar amal terbaik bisa selalu kuhadirkan di tiap detik waktu

Ampunilah aku..

Cinta.. Kepada siapa dia datang?

Cinta..
Kepada siapa dia datang?
toh pun tak pernah sempat permisi,
kepada sang pemilik pintu hati..

Cinta..
Darimana dia datang?
toh pun tak pernah sempat mengabarkan
alasan kedatangannya..

Ampun Ya Rabb ku,
Aku tak sanggup menjamu cinta saat ini
Karena hati tak pantas memiliki,
di saat Rabb ku pun belum aku hampiri dan cintai sepenuh Hati
lebih dari mencinta diriku sendiri

Maaf cinta, silahkan datang kepada yang lain..
karena aku tak tahu kepada siapa kau datang..
karena aku jua tak pantas memiliki cinta..

Senin, 12 Agustus 2013

Mungkin ini yg disebut Spechless.. #AkuSayangUMMI

Semarang,11 Agustus 2013

Selesai perjalanan dari Tegal-Tembalang bersama Ummi, Abi dan ketiga adik ku, kami sampai dan beristirahat di wisma/ kos-an ku. Cukup lama, hampir 2 jam di wisma bersama.. sebelumnya gak pernah seperti ini.. 

Selayaknya penghuni yg baru kembali setelah lama meninggalkan tempat tinggalnya akan mendapati kamar mandi dan bak yg harus dibersihkan/dikuras. *uuft.tariknapas* tadinya tugas ini mau diambil alih Ummi (tersayang), tapi aku menolak, tentunya karena gak tega melihat beliau yg sebelum ini sudah terlalu lelah mencuci baju kami sekeluarga.. Akhirnya akulah yg mengerjakan kegiatan bersih-bersih kamar mandi itu. Dimulai dari kamar mandi kecil hingga yang besar. What an exhausted activity! basah semua baju+celana, karena memang harus nyebur ke dalam bak mandi juga, sambil nyalain kran airnya. hampir 1 jam kurang aku fokus dg kegiatan itu, hingga tanpa kusadari ternyata ummi (tercintaa) sudah sedari tadi menyetrika baju-baju ku yang baru kering dari jemuran..
satu kata saat melihat itu #MALU!

Sebelumnya, malam hari kemarinnya.. aku, rumaisha sibuk naik sepeda malam hari, keliling daerah yg kami tak kenal baik itu,tegal, demi menemukan toko kue atau toko kue untuk ummi (tersayang) yg Milad tgl 11 Agustus esoknya. Namun usaha kami nihil ternyata, ga dapet kue, nyasar nya iya. tapi ini namanya perjuangaan.. :D

Sampe akhirnya aku dan rumaisha yg sdh di tembalang msh agak ragu, akankah membeli kue untuk umi atau nggak. dan saat aku punya kesempatan untuk keluar-naik motor-beli kue tart, aku pun langsung capcus, karena yang aku yakini saat itu adalah aku ingin ummi (tercinta) merasa bahagia.. terutama saat aku akan pisah lagi dengan keluarga kecil ini, terutama ummi..
Saat membeli kue itu, di perjalanan pulang semakin terbayang jelas wajah teduh ummi, dan cerita keluhnya saat harus mencuci baju keluarga kami 'sendirian' dan tidur paling akhir dibanding anggota keluarga yg lain.. 

Sesampainya di rumah abi menanyakan pada ku, kemanakah aku pergi, beli apakah aku?
tanpa berkata2 aku langsung membawa kue itu ke hadapan ummi (tersayang) dan melepaskan plastiknya, sambil hanya menahan tangis yg tak terbendung akibat merasa Haru yg sangat menjelas perpisahan dg ummi dan keluarga lg. langsung aku mengulurkan tangan kepada ummi (tersayang) dan meminta salim juga cipika-cipiki. benar-benar Spechless, ga bisa berkata-kata apa-apa, hanya rona mata yg bisa mengungkapkan rasa Haru tingkat tinggi itu..'

Ummi potong kue nya :'')

Potongan Kue pertama untuk Abi :)
Yap.. pemotongan kue berlangsung, dan abi (yg membagakan) mendapat potongan kue pertama dari Ummi (tercinta). makan2 kue hanya dilanjutkan untuk 1/2 porsi saja. sesi ini pun di akhiri dengan foto keluarga bersama/ berlima,lengkap..

Akhirnya kesampaian juga foto berlima, LENGKAP!


Setelah Foto pun, ummi,abi dan ketiga adikku harus segera pulang ke tegal agar tidak terlalu malam sampai disana, karena tadi udh ada tanda2 arus balik mulai muncul.. kurang lebih jam 5 sore, mereka berangkat kembali ke Tegal..
Aku pun mengantar hingga mobil berangkat. :)
*nggak kuat lama-lama memandangi mobil kijang hitam itu, khawatir air mata ini menetes lagi*

Ini kisah lebaran ku, bagaimana dengan kalian? :D